Solidaritas Ramadan di Lembang: Paket Bingkisan untuk Relawan Kebencanaan dan Pekerja Lini Sosial

Bandung Barat Nasional

Lembang, 10 Maret 2026. Aula Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, pada Selasa siang tampak lebih ramai dari biasanya. Sejumlah relawan kebencanaan, pengemudi ambulans, ojek pangkalan, hingga pedagang kecil berkumpul untuk menerima bingkisan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Kegiatan tersebut digagas oleh Camat Lembang Bambang Eko bersama istrinya, Maya Ekawati. Sebanyak 600 kantong bingkisan disiapkan untuk berbagai kelompok masyarakat yang selama ini berada di garis depan pelayanan sosial di wilayah Kabupaten Bandung Barat.

Sekitar 150 orang hadir langsung dalam acara penyerahan simbolis tersebut. Mereka berasal dari beragam komunitas sosial, antara lain tim rescue, tim ambulans se-Kabupaten Bandung Barat, Ikatan Keluarga Tunas Muda (IKTM), Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), relawan kebencanaan, pengemudi ojek online dan ojek pangkalan, juru parkir disabilitas, hingga petugas kebersihan atau yang kerap disebut “pasukan oranye”.

Selain itu, sejumlah pekerja informal dari lingkungan sekitar kecamatan juga menerima paket serupa, seperti pedagang bakso, operator jasa fotokopi, serta warga yang sehari-hari menjalankan usaha kecil.

Salah satu hal yang menonjol dari kegiatan ini adalah sumber pembiayaannya. Bingkisan tersebut sebagian besar berasal dari tabungan pribadi Camat Lembang dan istrinya dengan memecahkan “cengcelengan’, bukan dari anggaran dinas.

Dalam sambutannya, Maya Ekawati menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dimaksudkan sebagai bentuk perhatian personal kepada masyarakat yang selama ini terlibat dalam berbagai aktivitas sosial di wilayah Lembang.
“Ini adalah bentuk kasih sayang dari kami berdua kepada mereka yang juga sayang kepada kami,” kata Maya Ekawati di hadapan para undangan.

Ia juga menyampaikan pesan Ramadan kepada para penerima bingkisan.
“Di bulan Ramadan ini selamat berpuasa. Semoga puasa kita diterima ibadahnya oleh Allah SWT,” ujarnya.

Maya menambahkan bahwa pembagian bingkisan pada hari itu bukan merupakan kegiatan terakhir. Dalam waktu dekat, ia berencana mengunjungi seluruh desa di Kecamatan Lembang untuk menyalurkan paket serupa kepada warga yang membutuhkan.

Rencananya, setiap desa akan menerima sekitar 20 kantong bingkisan. Dengan total 16 desa di wilayah Kecamatan Lembang, kegiatan tersebut akan menjadi bagian dari rangkaian distribusi bantuan Ramadan yang lebih luas.

“Ini adalah tahap lanjutan. Dalam waktu dekat saya akan berkeliling ke setiap desa memberikan langsung bingkisan kepada warga yang membutuhkan,” kata Maya.

Sementara itu, Camat Lembang Bambang Eko menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk rasa syukur atas amanah dari Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail yang masih ia jalankan sebagai kepala wilayah kecamatan.
“Saya bahagia bisa berbagi kepada para undangan yang hadir hari ini,” ujarnya.

Ia juga menyebut bahwa gagasan kegiatan ini berasal dari istrinya yang secara langsung menyiapkan paket bingkisan tersebut.
“Semua kegiatan ini sebetulnya atas inisiatif Bu Camat. Terus terang saya pun terkejut ketika mengetahui beliau membeli bahan-bahan bingkisan, membungkus, dan menyusun paketnya sendiri sampai tengah malam,” kata Bambang Eko.

Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut juga menjadi bentuk penghargaan kepada para relawan yang selama ini terlibat dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan di wilayah Kabupaten Bandung Barat.

Beberapa di antara mereka, menurut Bambang Eko, bahkan datang dari kecamatan yang cukup jauh dari Lembang, seperti Cipatat, Sindangkerta, dan Gununghalu.
“Terima kasih kepada para relawan yang datang jauh dari Cipatat, Sindangkerta, dan Gununghalu yang bersedia hadir puluhan kilometer ke Kecamatan Lembang,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar bingkisan yang dibagikan tidak dinilai dari bentuk atau isi semata.
“Mohon jangan bingkisan ini dilihat dari bentuknya, tetapi dari kasih sayang kami kepada semua yang hadir,” ujar Bambang Eko.

Sebelum pembagian bingkisan dimulai, acara diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustadz Hari Petir. Dalam tausiah singkatnya, ia mengajak para hadirin memaknai Ramadan sebagai momentum memperkuat solidaritas sosial.

Ustadz Hari Petir juga memanjatkan doa agar para pemimpin daerah dan masyarakat diberikan kesehatan, keberkahan rezeki, serta kekuatan menjalankan amanah masing-masing.

Doa kemudian ditutup dengan pembacaan Surat Al-Fatihah dan diaminkan oleh seluruh peserta yang hadir di aula.

Setelah itu, pembagian bingkisan dilakukan secara simbolis kepada beberapa perwakilan penerima. Momen tersebut diabadikan melalui sesi foto bersama.

Bagi penerima yang tidak dapat hadir langsung, panitia memberikan opsi penitipan paket kepada rekan kerja mereka atau pengambilan pada hari berikutnya.

Salah satu pemandangan yang menarik perhatian pada kegiatan tersebut adalah puluhan mobil ambulans yang terparkir memenuhi halaman kantor Kecamatan Lembang. Kendaraan-kendaraan itu berasal dari berbagai komunitas ambulans yang turut diundang dalam acara tersebut.

Sejumlah relawan ambulans yang hadir menyebut Maya Ekawati istri Camat Lembang sekaligus Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Lembang, dikenal luas di kalangan relawan kemanusiaan sebagai “Ratu Ambulans Bandung Barat”.

Julukan itu muncul dari kedekatannya dengan para pengemudi ambulans dan relawan yang telah terjalin sejak sekitar tahun 2014. Di lingkungan komunitas tersebut, Maya kerap dipandang sebagai figur keibuan atau “indung” bagi para relawan.

Mereka mengaku sering mendapatkan arahan langsung darinya, terutama mengenai pentingnya kehati-hatian saat bertugas membawa pasien serta mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan pasien dan petugas.

Dalam kesempatan itu, Maya juga mengingatkan agar perjalanan pengabdian ini tidak melupakan titik awalnya. Ia menuturkan bahwa sebelum menjalani peran sebagai istri Camat Lembang, dirinya lebih dulu terlibat sebagai relawan kemanusiaan. Karena itu, ia menegaskan tidak akan melupakan proses tersebut, seraya menyampaikan bahwa dukungan dan doa para relawan serta masyarakat Kabupaten Bandung Barat menjadi bagian penting dalam perjalanan pengabdiannya hingga saat ini.

Dalam konteks sosial, kegiatan semacam ini sering dipandang sebagai praktik solidaritas lokal yang tumbuh dari relasi langsung antara aparat wilayah dan komunitas masyarakat. Terlebih di daerah dengan mobilitas wisata tinggi seperti Lembang, keberadaan relawan, pekerja informal, serta komunitas sosial memiliki peran penting dalam menjaga respons cepat terhadap situasi darurat maupun kebutuhan pelayanan masyarakat.

Menjelang sore hari, acara berakhir secara sederhana. Para peserta kembali ke tempat asal masing-masing dengan membawa paket bingkisan yang telah diterima.

Bagi sebagian dari mereka, kegiatan tersebut bukan sekadar distribusi bantuan Ramadan, melainkan juga ruang pertemuan sosial yang mempertemukan berbagai kelompok masyarakat yang selama ini bekerja di ruang-ruang pelayanan publik yang kerap luput dari perhatian. (aq-nk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *