Mekarsari KBB, 29 Maret 2026. Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Bandung Barat menggelar kegiatan Halal Bihalal yang dirangkai dalam program “DPRD Mengabdi Sapa Warga Berbasis Budaya”, Minggu (29/3/2026). Kegiatan yang berlangsung di halaman Sekretariat DPC PDI Perjuangan tersebut menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat nilai kebudayaan di tengah masyarakat.
Acara dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Daerah Pemilihan Jabar III, Tuti Turimayanti, Ketua Yayasan Putra Nasional Indonesia Pamriadi, serta Dewan Pertimbangan PDI Perjuangan Kabupaten Bandung Barat, Megahari. Hadir pula jajaran pengurus partai, kader, tokoh masyarakat, serta perwakilan organisasi kepemudaan.

Kegiatan diawali dengan penampilan seni tari tradisional jaipongan yang menjadi simbol pelestarian budaya lokal. Suasana kebersamaan tampak kental, mencerminkan semangat Idulfitri sebagai momentum untuk saling memaafkan dan mempererat hubungan sosial.
Dalam sambutannya, Pamriadi menekankan pentingnya menghidupkan kembali nilai-nilai kebangsaan yang diwariskan oleh para pendiri bangsa. “Merdeka merupakan salam nasional yang diwariskan oleh Bung Karno. Mari kita hidupkan kembali semangat tersebut sebagai identitas bangsa,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan Halal Bihalal ini tidak sekadar seremoni, melainkan bagian dari proses membangun kedekatan antara partai dan masyarakat. Menurutnya, aktivitas politik harus hadir dalam kehidupan sehari-hari melalui kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
Pamriadi menambahkan, soliditas internal partai menjadi faktor penting dalam menghadapi agenda politik ke depan. “Proses politik tidak hanya terjadi saat pemilu, tetapi berlangsung setiap hari. Karena itu, seluruh struktur hingga tingkat akar rumput harus terus aktif dan solid,” katanya.

Selain itu, ia menegaskan bahwa perjuangan politik harus berlandaskan prinsip Trisakti, yakni berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan. Prinsip tersebut dinilai relevan untuk memperkuat peran partai dalam kehidupan masyarakat.
Sementara itu, Megahari dalam sambutannya menyoroti pentingnya menjaga kebersamaan dan soliditas organisasi. Ia menyampaikan bahwa momentum Idulfitri menjadi titik awal untuk memperkuat langkah ke depan, bukan sekadar penutup dari rangkaian kegiatan sebelumnya.
“Kegiatan ini bukan akhir, melainkan awal untuk melangkah lebih jauh. Kita harus tetap solid, tidak mudah terpecah, dan menjaga semangat kebersamaan,” ujar Megahari.

Ia juga mengingatkan pentingnya persiapan menghadapi agenda politik mendatang, termasuk menuju tahun 2029. Menurutnya, kader partai perlu meningkatkan kapasitas melalui pendidikan dan pelatihan agar mampu menjalankan fungsi sebagai wakil rakyat secara optimal.
Di sisi lain, Tuti Turimayanti mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat silaturahmi sekaligus menjaga budaya daerah sebagai bagian dari identitas bangsa. Ia membuka sambutannya dengan salam lintas agama sebagai simbol kebersamaan.
“Kita semua, Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan, dan Salam Perjuangan untuk kita semua. Merdeka!” ujar Tuti.

Ia menekankan bahwa pembangunan daerah tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Kehadiran perwakilan KPU dan Bawaslu dalam kegiatan tersebut, menurutnya, menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan kelembagaan.
“Kolaborasi antar lembaga sangat penting untuk membangun tata kelola pemerintahan yang lebih baik,” katanya.

Tuti juga menyoroti peran generasi muda dalam pembangunan daerah. Ia mengajak organisasi kepemudaan untuk terlibat aktif, tidak hanya dalam politik praktis, tetapi juga dalam memberikan gagasan dan kontribusi nyata.
“Ini bukan soal harus masuk partai, tetapi bagaimana kita memiliki cita-cita bersama untuk memajukan Bandung Barat,” ujarnya.

Dalam konteks kebudayaan, Tuti menegaskan pentingnya menjaga dan mengembangkan potensi budaya lokal di setiap wilayah. Ia mendorong agar setiap kecamatan dapat menggali kekayaan seni dan tradisi yang dimiliki.
“Budaya harus kita jaga bersama. Ini menjadi tanggung jawab kita semua sebagai bangsa,” katanya.
Ia juga menyampaikan komitmennya untuk menggelar kegiatan berbasis budaya secara bergilir hingga tingkat desa, sebagai upaya memperkuat identitas lokal sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat.

Selain aspek budaya, Tuti menekankan pentingnya penguatan struktur organisasi partai hingga tingkat bawah. Ia meminta seluruh pengurus untuk melengkapi administrasi dan terus melakukan konsolidasi.
“Kita harus terus bergerak dan memperkuat struktur hingga ke tingkat bawah,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, turut disinggung pembangunan Monumen Plaza Bung Karno di kawasan GOR Saparua Bandung yang hampir rampung setelah proses sekitar satu tahun. Monumen tersebut direncanakan menjadi destinasi wisata baru di Jawa Barat dan dijadwalkan diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto bersama Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri.

Menutup rangkaian kegiatan, seluruh tokoh yang hadir menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah serta harapan agar kebersamaan yang terjalin dapat menjadi fondasi dalam membangun Kabupaten Bandung Barat yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing.
Momentum Halal Bihalal ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang refleksi bersama untuk memperkuat peran sosial, budaya, dan politik dalam kehidupan masyarakat secara berimbang. (nk-ad)