Bandung Barat, Mei 2026. Pemerintah meresmikan operasional 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) secara serentak di berbagai daerah di Indonesia, Sabtu, 16 Mei 2026. Program nasional yang diluncurkan Presiden RI Prabowo Subianto melalui sambungan virtual itu diarahkan untuk memperkuat fondasi ekonomi desa sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.
Di Kabupaten Bandung Barat, peresmian dipusatkan di Perum Cilame Permai, Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah. Wilayah tersebut diproyeksikan menjadi salah satu titik pengembangan koperasi desa modern berbasis masyarakat.
Kegiatan itu dihadiri unsur pemerintah pusat dan daerah, mulai dari Wakil Gubernur Jawa Barat, Pangdam III/Siliwangi, Ketua DPRD Jawa Barat, hingga jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Bandung Barat. Wakil Bupati Bandung Barat hadir mewakili Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail.

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menyatakan pengembangan KDMP menjadi bagian dari strategi memperkuat ekonomi kerakyatan di tingkat desa. Hingga hari peluncuran, sebanyak 25 gerai KDMP di Bandung Barat disebut telah rampung dan siap beroperasi.
Wakil Bupati Bandung Barat dalam sambutannya menilai koperasi harus ditempatkan sebagai penggerak utama ekonomi masyarakat. Menurut dia, keberadaan gerai-gerai KDMP bukan sekadar fasilitas distribusi barang, melainkan upaya membangun ekosistem usaha desa yang lebih produktif dan berkelanjutan.
“Pembentukan dan pengembangan Koperasi Desa Merah Putih merupakan langkah strategis. Koperasi harus menjadi lokomotif utama penggerak ekonomi rakyat,” ujarnya.
Pemerintah daerah juga menyiapkan pengembangan lanjutan berupa gudang logistik, penguatan gerai, serta kendaraan operasional. Langkah itu dinilai penting agar distribusi produk dari badan usaha milik negara maupun sektor swasta dapat menjangkau masyarakat desa secara langsung.

Selain diarahkan menjadi pusat aktivitas ekonomi lokal, KDMP juga akan disinergikan dengan sejumlah program nasional, termasuk Program Makan Bergizi Gratis. Pemerintah daerah berharap koperasi desa dapat menjadi pemasok kebutuhan pangan dengan melibatkan sektor pertanian, peternakan, UMKM, dan pelaku usaha lokal lainnya.
Kepala Desa Cilame, Aas Muhamad Anshor, mengatakan penunjukan wilayahnya sebagai salah satu lokasi pengembangan KDMP menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat desa. Ia menilai koperasi masih relevan sebagai instrumen ekonomi berbasis gotong royong di tengah perubahan pola usaha masyarakat.
“Koperasi bukan hanya wadah usaha, tetapi juga sarana memperkuat gotong royong dan meningkatkan kesejahteraan warga,” kata Aas seusai kegiatan peresmian.
Menurut dia, keberadaan KDMP diharapkan membuka peluang usaha baru serta memperluas lapangan kerja bagi warga sekitar. Pemerintah desa juga berharap masyarakat memperoleh akses kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau melalui sistem distribusi koperasi.
Di sisi lain, pengelolaan KDMP di Desa Cilame disebut mulai menerapkan sistem berbasis digital. Administrasi anggota dan laporan keuangan dilakukan secara terintegrasi untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi layanan.
Digitalisasi koperasi menjadi salah satu tantangan sekaligus kebutuhan dalam pengembangan ekonomi desa saat ini. Selama bertahun-tahun, banyak koperasi menghadapi persoalan tata kelola, rendahnya partisipasi anggota, hingga lemahnya sistem administrasi. Pemerintah mencoba menjawab persoalan tersebut melalui pendekatan modernisasi pengelolaan dan integrasi program lintas sektor.
Meski demikian, keberhasilan KDMP tetap bergantung pada konsistensi pendampingan, kapasitas sumber daya manusia, serta kemampuan koperasi membaca kebutuhan riil masyarakat desa. Tanpa penguatan di level operasional, koperasi berisiko hanya menjadi proyek administratif yang tidak berumur panjang.
Bagi Bandung Barat, peluncuran KDMP menjadi ujian sekaligus peluang untuk membangun model ekonomi desa yang lebih terhubung dengan kebutuhan pasar. Desa tidak lagi diposisikan semata sebagai objek pembangunan, melainkan bagian dari rantai produksi dan distribusi yang memiliki daya tawar ekonomi lebih kuat. (nk)