Padalarang, 19 Mei 2026. Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menandatangani kesepakatan bersama dengan PT Belaputera Intiland terkait pembangunan Gedung Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Pos Sektor Padalarang di kawasan Kota Baru Parahyangan.
Penandatanganan kerja sama yang berlangsung di Jawa Room Mason Pine Hotel, Kota Baru Parahyangan, Padalarang, itu menjadi bagian dari upaya memperkuat pelayanan keselamatan masyarakat di wilayah Bandung Barat yang terus berkembang, khususnya di kawasan permukiman dan pusat aktivitas baru.
Kesepakatan bersama tersebut berkaitan dengan tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan yang diwujudkan melalui pembangunan fasilitas kantor pemadam kebakaran untuk mendukung operasional Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bandung Barat.

Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail mengatakan, pembangunan pos pemadam kebakaran di sektor Padalarang dinilai penting mengingat tingginya potensi kejadian kebakaran maupun kondisi darurat lainnya di wilayah Bandung Barat.
“Ini tentunya upaya kami untuk meningkatkan pelayanan di bidang keselamatan untuk warga. Selain memberi ketenangan bagi warga karena ada damkar di sini, kejadian kebakaran dan kejadian lain di Bandung Barat juga cukup tinggi,” ujar Jeje seusai kegiatan.
Menurut dia, keberadaan pos damkar baru di Kota Baru Parahyangan diharapkan dapat mempercepat respons penanganan kebakaran dan keadaan darurat lain yang membutuhkan kehadiran petugas penyelamatan.
Ia menambahkan, kerja sama antara pemerintah daerah dan pihak swasta menjadi salah satu langkah untuk menjawab kebutuhan fasilitas pelayanan publik yang masih terus berkembang.
“Ini langkah yang tepat untuk membangun satu gedung pemadam kebakaran. Kita memang masih memiliki beberapa kekurangan, termasuk unit kendaraan pemadam,” katanya.

Jeje juga berharap dukungan lanjutan dari pihak pengembang untuk membantu penambahan armada pemadam kebakaran di masa mendatang. Pemerintah daerah, kata dia, berencana menambah unit kendaraan pada tahun depan untuk mendukung operasional di kawasan Kota Baru Parahyangan.
Sementara itu, Direktur PT Belaputera Intiland Ryan Brasali menyampaikan, pembangunan fasilitas damkar tersebut merupakan bentuk dukungan perusahaan terhadap pelayanan publik di Kabupaten Bandung Barat.
Ia menilai, keberadaan fasilitas pemadam kebakaran tidak hanya penting bagi penghuni Kota Baru Parahyangan, tetapi juga masyarakat Bandung Barat secara umum.
“Dengan pembangunan damkar ini otomatis akan menambah pelayanan kepada penghuni Kota Baru Parahyangan dan juga masyarakat Kabupaten Bandung Barat pada umumnya,” kata Ryan.

Menurut dia, lokasi pembangunan gedung berada di area dekat bangunan KONI di kawasan Kota Baru Parahyangan. Lahan yang digunakan merupakan fasilitas sosial dan fasilitas umum, sedangkan pembangunan gedung dilakukan oleh pihak perusahaan.
Ryan mengatakan, ke depan pihaknya masih membuka peluang kerja sama lanjutan dengan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, termasuk kemungkinan penambahan perlengkapan pendukung operasional.
“Harapannya kerja sama dengan Pemda Kabupaten Bandung Barat terus berjalan karena kami juga masih jangka panjang di sini,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberadaan pos damkar memiliki fungsi yang lebih luas dari sekadar penanganan kebakaran. Dalam berbagai kondisi darurat, masyarakat sering kali menghubungi petugas pemadam kebakaran sebagai layanan pertama yang mudah diakses.
“Setiap ada masalah biasanya nomor pertama yang diingat masyarakat adalah damkar. Karena itu, kami berharap fasilitas ini bisa memberi pelayanan dan rasa tenang kepada masyarakat,” katanya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bandung Barat Siti Aminah Anshoriah menyebut pembangunan kantor baru tersebut akan menambah jumlah pos sektor damkar di Bandung Barat menjadi delapan titik.
“Alhamdulillah Kota Baru membangunkan fasilitas kantor untuk damkar. Ini nantinya akan menjadi Pos Sektor Padalarang,” ujar Siti Aminah.

Ia menjelaskan, pos baru itu nantinya akan diisi sedikitnya 17 personel. Namun hingga saat ini belum terdapat penambahan pegawai baru sehingga pengaturan personel akan dilakukan melalui pembagian dari sektor yang sudah ada.
Menurut dia, tantangan utama pelayanan pemadam kebakaran di Bandung Barat saat ini masih berkaitan dengan keterbatasan personel dan armada.
“Kalau untuk personel memang sampai saat ini belum ada penambahan. Mudah-mudahan ke depan ada penambahan personel,” katanya.
Selain itu, kebutuhan kendaraan operasional pemadam kebakaran juga masih menjadi perhatian karena biaya pengadaan armada tergolong besar. Untuk tahap awal, pembangunan difokuskan pada penyediaan gedung dan fasilitas dasar operasional.
Siti Aminah berharap keberadaan Pos Sektor Padalarang dapat menjadi awal pemerataan layanan pemadam kebakaran di seluruh wilayah Bandung Barat.
“Harapannya nanti setiap kecamatan bisa memiliki pos sektor, sehingga pelayanan kepada masyarakat bisa lebih cepat dan merata,” ujarnya.
Pembangunan kawasan permukiman dan pusat ekonomi baru di Bandung Barat dalam beberapa tahun terakhir dinilai memerlukan dukungan infrastruktur keselamatan yang memadai. Kehadiran pos pemadam kebakaran baru di Padalarang diharapkan mampu memperkuat kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi potensi kebakaran maupun kondisi darurat lainnya. (aq-nk)