Penguatan Posyandu di Ngamprah Didorong Lewat Bimtek dan Bantuan Operasional Tahun 2026

165 Desa KBB Bandung Barat Nasional

Bandung Barat, 19 Mei 2026. Pemerintah Kabupaten Bandung Barat melalui Pemerintahan Kecamatan Ngamprah menggelar kegiatan bimbingan teknis kader Posyandu dan penyaluran bantuan operasional bagi Tim Penggerak Posyandu desa serta Posyandu se-Kecamatan Ngamprah Tahun Anggaran 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Desa Tanimulya, Selasa (19/5/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan layanan dasar kesehatan masyarakat di tingkat desa dan rukun warga, sekaligus memperkuat kapasitas kelembagaan Posyandu dalam menghadapi berbagai tantangan pelayanan kesehatan masyarakat, terutama penanganan stunting.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bandung Barat, Dudi Supriadi, Camat Ngamprah Harry Mustika, Ketua TP PKK Kecamatan Ngamprah, Kepala Desa Tanimulya Omin, Kepala Desa Mekarsari, serta para kepala desa se-Kecamatan Ngamprah.

Selain diisi dengan pembinaan kepada kader Posyandu, agenda tersebut juga disertai penyerahan bantuan operasional untuk mendukung kegiatan Posyandu di tingkat desa.

Kepala DPMD Kabupaten Bandung Barat Dudi Supriadi mengatakan, Posyandu memiliki posisi strategis dalam peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya dalam upaya percepatan penurunan angka stunting.
“Dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan, Posyandu sangat strategis untuk stunting,” kata Dudi dalam sambutannya.

Ia menjelaskan, kegiatan bimbingan teknis tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi kader dan tim pembina Posyandu di tingkat kecamatan maupun desa agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal.

Menurut dia, penguatan Posyandu juga berkaitan dengan dukungan terhadap enam standar pelayanan minimal yang menjadi bagian dari pelayanan dasar pemerintah kepada masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai pengelolaan Posyandu, peningkatan kapasitas kader, hingga penjelasan teknis terkait penyaluran bantuan operasional.
“Tujuan pembinaan ini untuk peningkatan kompetensi sekaligus penyaluran bantuan operasional,” ujar Dudi.

Program bimbingan teknis itu diselenggarakan seiring penerapan Integrasi Layanan Primer (ILP) atau transformasi layanan kesehatan primer yang tengah diperkuat pemerintah. Melalui pendekatan tersebut, Posyandu didorong tidak hanya melayani ibu dan balita, tetapi juga seluruh siklus kehidupan masyarakat mulai dari remaja, usia produktif, hingga lanjut usia.

Materi pelatihan diarahkan pada penguatan 25 kompetensi dasar kader Posyandu, termasuk kemampuan melakukan pengukuran antropometri secara tepat untuk mendukung pencegahan stunting.

Selain itu, kader juga mendapatkan pembekalan mengenai edukasi makanan tambahan berbasis pangan lokal sebagai bagian dari upaya peningkatan gizi keluarga.
Tidak hanya aspek pelayanan kesehatan, penguatan administrasi dan sistem informasi Posyandu juga menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut. Para kader diberikan pemahaman mengenai pencatatan data secara digital agar proses pelaporan dari tingkat desa hingga kabupaten dapat berjalan lebih cepat dan akurat.

Camat Ngamprah Harry Mustika berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat langsung bagi peningkatan kualitas pelayanan masyarakat di wilayahnya.
“Semoga bimtek ini dapat menjadi bekal bagi peserta dalam meningkatkan kapasitasnya dalam pelayanan kepada masyarakat khususnya di Kecamatan Ngamprah,” kata Harry.

Ia juga berharap bantuan operasional yang disalurkan dapat mendukung keberlangsungan kegiatan Posyandu di desa-desa.
“Semoga bantuan yang diberikan akan bermanfaat,” ujarnya.

Bantuan operasional yang disalurkan dalam kegiatan itu diarahkan untuk mendukung berbagai kebutuhan Posyandu, mulai dari administrasi, sarana dan prasarana pelayanan, pengadaan pemberian makanan tambahan, hingga insentif kader sebagai bentuk apresiasi atas keterlibatan mereka dalam pelayanan masyarakat.

Pendanaan operasional Posyandu sendiri berasal dari sinergi sejumlah sumber anggaran, antara lain Alokasi Dana Desa, Dana Desa, dan dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Bandung Barat.

Sebagai wilayah pusat pemerintahan Kabupaten Bandung Barat, Kecamatan Ngamprah dinilai memiliki peran penting dalam menjadi contoh efektivitas pengelolaan layanan Posyandu dan penguatan pelayanan kesehatan berbasis masyarakat.

Wilayah Ngamprah yang mencakup sejumlah desa seperti Ngamprah, Cilame, Mekarsari, Sukatani, dan desa lainnya, memiliki tantangan pelayanan yang cukup beragam seiring pertumbuhan kawasan permukiman dan jumlah penduduk.

Karena itu, penguatan kapasitas kader dan kelembagaan Posyandu dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan pelayanan kesehatan dasar dapat menjangkau masyarakat secara lebih merata.

Melalui kegiatan tersebut, pemerintah daerah berharap kualitas pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat RW terus meningkat, angka stunting dapat ditekan secara bertahap, dan fungsi kelembagaan TP PKK serta TP Posyandu di desa berjalan lebih optimal dalam mendukung pembangunan kesehatan masyarakat. (aq-nk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *