Video Pendek 3 Menit
Lembang, 8 Agustus 2026. Kesibukan tumpuk-menumpuk tugas administratif dan rutinitas harian sejenak ditinggalkan oleh para kader Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) se-Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Pada Sabtu (8/8/2026), atmosfir Lapangan Futsal Fahmi Jaya di Desa Wangunsari berubah riuh oleh gelak tawa dan semangat kebersamaan melalui penyelenggaraan Turnamen Futsal Ibu-Ibu Antar-Desa.
Kegiatan yang diinisiasi untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia tersebut berhasil menyedot perhatian warga setempat. Sejak pagi hari pukul 08.00 WIB, puluhan ibu rumah tangga dan kader desa telah bersiap dengan kostum unik, seperti daster dan riasan wajah jenaka. Turnamen ini dirancang bukan sebagai ajang kompetisi prestasi olahraga profesional, melainkan sebagai ruang pelepasan penat sekaligus sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga.
Sebelum peluit pertama dibunyikan, jajaran pemerintah kecamatan menyelipkan agenda sosial berupa penyerahan bantuan kursi roda kepada warga Desa Wangunsari yang membutuhkan. Bantuan tersebut diserahkan secara langsung oleh Camat Lembang Bambang Eko bersama Ketua TP-PKK Kecamatan Lembang Maya Ekawati sebagai bentuk kepedulian sosial di tengah momentum perayaan kemerdekaan.

Tingginya antusiasme warga terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai 45 tim dari berbagai desa. Namun, karena keterbatasan waktu pelaksanaan yang dialokasikan selama satu hari penuh, panitia mengeliminasi 25 tim sehingga menetapkan 20 tim untuk bertanding.
Maya Ekawati menyampaikan bahwa pihak panitia awalnya tidak menyangka respons masyarakat dan kader bakal sedemikian besar. Ajang yang semula dirancang sebagai kegiatan hiburan sederhana tersebut justru disambut hangat oleh seluruh tingkatan kader di wilayah Lembang.

”Alhamdulillah, ternyata antusiasme dari para kader dan masyarakat sangat tinggi. Mereka berbondong-bondong mendaftarkan timnya. Kami panitia yang tadinya hanya merancang kegiatan hiburan, melihat semangat yang luar biasa ini tentu sangat bersyukur,” ujar Maya di sela-sela kegiatan.
Terkait pembatasan peserta, Maya menjelaskan bahwa langkah tersebut murni diambil demi efisiensi waktu pertandingan. Panitia mengapresiasi tinggi seluruh tim yang telah mendaftar, sembari tetap menjaga keteraturan jalannya acara agar seluruh rangkaian pertandingan selesai tepat waktu.
Video Panjang 20 menit
Selain memperebutkan Piala Ketua TP-PKK Kecamatan Lembang, medali, piagam, dan uang tunai untuk jajaran pemenang utama, panitia juga menyediakan berbagai kategori penghargaan terpisah. Kategori apresiasi hiburan tersebut mencakup kostum terbaik, suporter paling heboh, hingga penghargaan bagi pemain terlucu. Beragam hadiah doorprize perangkat rumah tangga seperti mesin cuci dan kulkas turut disiapkan untuk menyemarakkan suasana.

Sisi humanis dan keceriaan ajang ini turut dirasakan oleh Camat Lembang Bambang Eko. Ia menilai kegiatan ini memberikan ruang rekreasi yang menyegarkan bagi para kader yang selama ini disibukkan oleh berbagai target pelayanan publik dan pengelolaan data kemasyarakatan.

”Hari ini para kader dan ibu-ibu kita berikan ruang untuk bergembira dan melepaskan ketegangan kerja harian. Selama ini mereka selalu dituntut bekerja dengan ketat demi pelayanan masyarakat Lembang. Melalui kegiatan ini, suasana kebersamaan dan keakraban antarwarga dapat terjalin dengan sangat alami,” tutur Bambang.
Perjalanan kompetisi yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari menyajikan pertandingan yang ketat namun penuh sportivitas. Pada laga perebutan tempat ketiga, Desa Langensari berhasil meraih kemenangan atas Desa Pagerwangi dengan skor akhir 2-1. Hasil tersebut menempatkan Desa Langensari sebagai juara ketiga dan Desa Pagerwangi di posisi keempat.

Laga puncak yang mempertemukan Desa Wangunsari dan Desa Sukajaya berlangsung cukup alot. Hingga kurun waktu pertandingan normal berakhir, kedua tim bermain imbang tanpa gol (0-0). Penentuan pemenang akhirnya harus dilakukan melalui adu penalti.
Dalam drama adu penalti, penjaga gawang Desa Sukajaya tampil gemilang dengan menghentikan eksekusi pertama dari penendang Desa Wangunsari. Penendang pertama Sukajaya kemudian sukses melepaskan tembakan yang membobol gawang lawan. Pada kesempatan kedua, kiper Sukajaya kembali berhasil menepis bola dari penendang Wangunsari, sebelum eksekutor kedua Sukajaya memastikan kemenangan dengan mengubah skor akhir menjadi 2-0. Hasil ini memastikan Desa Sukajaya keluar sebagai juara pertama, disusul Desa Wangunsari sebagai runner-up.

Ketua TP-PKK Desa Sukajaya Mia Sutejawati mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian timnya. Meski persiapan dilakukan secara mendadak dengan waktu latihan yang sangat terbatas, semangat kebersamaan menjadi kunci utama keberhasilan mereka.
”Persiapan kami sangat singkat dan serba mendadak, bahkan latihan hanya bisa dilakukan satu kali dengan personel yang belum lengkap. Namun, para kader menunjukkan semangat yang luar biasa di lapangan,” kata Mia. Ia juga menambahkan bahwa gelar pemain terbaik turnamen ini berhasil diraih oleh kapten timnya.

Sementara itu, Ketua TP-PKK Desa Wangunsari Novianti menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam turnamen ini memberikan pengalaman berharga bagi seluruh kader. Menurutnya, potensi para kader tidak hanya terbatas pada urusan administrasi, tetapi juga pada bidang olahraga dan kegiatan fisik yang positif.
”Ini merupakan ajang yang sangat positif. Ternyata para ibu kader memiliki potensi besar di luar tugas-tugas administratif. Kami berharap kegiatan pembinaan keolahragaan dan ruang silaturahmi seperti ini dapat terus berlanjut di masa mendatang,” ungkap Novianti.

Secara keseluruhan, rangkaian acara ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada para pemenang. Selain trofi dan medali bagi tiga besar, panitia menganugerahkan gelar Pemain Terbaik kepada perwakilan Desa Sukajaya, Kostum Terbaik kepada Desa Pagerwangi, serta Suporter Teladan Terbaik kepada warga Desa Cikole.
Adapun gagasan dan penyelenggaraan turnamen futsal antar-desa ini sepenuhnya bersandar pada komitmen mandiri kepemimpinan di tingkat kecamatan. Seluruh pembiayaan kegiatan, mulai dari penyediaan piala, uang tunai, hingga aneka hadiah doorprize, murni bersumber dari dana pribadi Camat Lembang tanpa mengalokasikan anggaran pemerintah maupun mengandalkan bantuan dari pihak sponsor.

Melalui semangat dari desa, oleh desa, dan untuk desa, ajang olahraga rekreasi ini berhasil menjadi wadah penguat solidaritas sosial. Lebih dari sekadar mencari pemenang di lapangan hijau, turnamen futsal antar-desa ini merekatkan hubungan antarwarga serta memelihara nilai-nilai kebersamaan dalam memajukan wilayah Kecamatan Lembang. (aq-nk)