Lembang, 7 Nop 2026 Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Bandung Barat, H. Diki Rohani, mengajak seluruh pemerintah desa dan masyarakat Kecamatan Lembang menjaga keamanan serta ketertiban selama berlangsungnya Lembang Champions League (LCL). Kompetisi sepak bola antardesa yang berlangsung di Stadion Bentang Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada 7–29 November 2026 itu diharapkan menjadi awal kebangkitan kembali sepak bola tingkat desa setelah cukup lama tidak terselenggara.
Dalam sambutannya pada pembukaan kompetisi, Diki menyampaikan apresiasi kepada panitia pelaksana, Pemerintah Desa Lembang sebagai tuan rumah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), serta seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan turnamen.
Ia secara khusus memberikan penghargaan kepada jajaran Forkopimcam Lembang, termasuk kepolisian dan TNI, yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kompetisi tersebut.

“Saya mengapresiasi yang setinggi-tingginya kepada panitia pelaksana, kepada Bapak Kepala Desa Lembang sebagai tuan rumah dan yang memberikan fasilitas, terutama kepada Forkopimcam Lembang,” kata Diki.
Menurut dia, dukungan unsur pemerintahan dan keamanan menjadi bagian penting dalam memastikan kegiatan olahraga masyarakat dapat berlangsung dengan baik. Terlebih, kompetisi yang melibatkan perwakilan desa membutuhkan komitmen bersama untuk menjaga suasana tetap kondusif.

Diki mengungkapkan, penyelenggaraan kembali kompetisi sepak bola antardesa di Kecamatan Lembang memiliki arti tersendiri. Berdasarkan pengetahuannya, kegiatan serupa terakhir kali dilaksanakan sekitar 2002. Karena itu, kembalinya kompetisi ini diharapkan membuka ruang bagi masyarakat desa untuk kembali membangun tradisi olahraga, khususnya sepak bola.
“Setelah yang saya pahami, sekitar 2002 terakhir diadakan Pordes Kecamatan Lembang. Pada hari ini kita mulai lagi,” ujarnya.

Ia menegaskan, keberlangsungan turnamen tidak hanya menjadi tanggung jawab panitia, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Para kepala desa, pemain, pendukung, tokoh masyarakat, serta unsur keamanan memiliki peran masing-masing dalam menjaga kelancaran pertandingan.

Diki mengingatkan agar seluruh peserta dan penonton menjadikan olahraga sebagai sarana mempererat hubungan antardesa. Perbedaan dukungan terhadap kesebelasan tidak seharusnya menimbulkan perselisihan yang dapat mengganggu kehidupan sosial masyarakat.
“Mari kita jaga kegiatan ini supaya berjalan dengan aman dan tertib,” katanya.

Kolaborasi Membangun Sepak Bola Lembang
Lembang Champions League merupakan kompetisi yang lahir dari kolaborasi berbagai unsur di Kecamatan Lembang. Penyelenggaraannya melibatkan Forkopimcam Lembang, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), APDESI, komunitas Viking Lembang, Telkomsel, serta dukungan pemerintah desa.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa pengembangan olahraga di tingkat lokal membutuhkan kerja sama lintas sektor. Pemerintah desa memiliki kedekatan dengan masyarakat dan potensi pemain, sementara organisasi kepemudaan serta komunitas olahraga dapat membantu membangun partisipasi dan pembinaan.
Ketua Pelaksana Lembang Champions League, Kukuh Wiguna, dalam sambutannya juga menyampaikan bahwa tingginya antusiasme masyarakat menjadi salah satu hal yang menggembirakan dalam penyelenggaraan kompetisi ini.
Ia menilai kebangkitan sepak bola Lembang membutuhkan dukungan bersama, mulai dari pemerintah desa, unsur keamanan, panitia, hingga masyarakat.

Kukuh berharap turnamen tersebut dapat menjadi wadah untuk menemukan pemain-pemain potensial dari desa-desa di Kecamatan Lembang. Ia juga menyampaikan bahwa pertandingan akan menjadi kesempatan bagi para pemain untuk menunjukkan kemampuan di hadapan pemantau bakat dari kompetisi Liga 3 dan Liga 4.
“Ketika kita ingin membangkitkan lagi sepak bola di Lembang, itu harus bersama-sama,” ujarnya.

Polisi Ingatkan Sportivitas dan Keamanan
Pesan mengenai keamanan juga disampaikan perwakilan Polsek Lembang. Dalam arahannya, perwakilan kepolisian menyatakan dukungan terhadap penyelenggaraan Lembang Champions League sebagai salah satu upaya menghidupkan kembali aktivitas sepak bola masyarakat.
Namun, ia mengingatkan bahwa kompetisi antardesa memerlukan kedewasaan seluruh pihak, terutama pemain dan pendukung masing-masing kesebelasan.
Ia meminta panitia memastikan pertandingan berlangsung tertib, mencegah tindakan yang dapat mencederai pemain, serta mengajak suporter menerima setiap keputusan wasit dengan sikap dewasa.

Kepolisian berharap kompetisi ini dapat menjadi contoh penyelenggaraan sepak bola tingkat desa yang berlangsung aman sehingga dapat dilanjutkan pada tahun-tahun berikutnya.
Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Lembang, Ali Kurniawan, yang mewakili Camat Bambang Eko Setyowahjudi, menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak yang telah menginisiasi kompetisi tersebut.

Ia berharap turnamen dapat melahirkan pemain sepak bola potensial yang mampu membawa nama baik Kecamatan Lembang. Pemerintah kecamatan, menurut dia, mendukung kegiatan masyarakat yang memberikan ruang positif bagi generasi muda.
Pembukaan acara dipandu oleh Om Ayi, pembawa acara asli Lembang. Rangkaian kegiatan diawali dengan penampilan Sekolah Rakyat SRMA Bandung Barat dan defile kontingen Pordes dari desa-desa di Kecamatan Lembang.

Sejumlah unsur pemerintahan dan masyarakat turut hadir, di antaranya Ketua KNPI Bandung Barat Sugar Fahrul Namayan, Ketua APDESI Kabupaten Bandung Barat H. Diki Rohani, Ketua Pelaksana Kukuh Wiguna, para kepala desa se-Kecamatan Lembang, unsur Forkopimcam, Danramil Lembang Iyet Saryana, perwakilan Polsek Lembang Kanit Enjang, serta Sekretaris Kecamatan Lembang Ali Kurniawan.

Tantan Dzalikha Turut Meramaikan Kompetisi
Salah satu perhatian dalam pertandingan pembuka adalah kehadiran Tantan Dzalikha, mantan pemain Persib Bandung yang dikenal dengan julukan Si Kujang Lembang.
Mantan penyerang yang pernah memperkuat Persib pada era 2013–2014 tersebut tampil mewakili Desa Cikahuripan. Kehadirannya memberikan warna tersendiri bagi kompetisi, sekaligus memperlihatkan keterlibatan figur sepak bola yang memiliki rekam jejak profesional di tingkat nasional.

Tantan merupakan bagian dari skuad Persib yang meraih gelar Indonesia Super League 2014 dan Piala Presiden 2015. Setelah mengakhiri karier sebagai pemain profesional pada 2020 akibat cedera lutut, ia melanjutkan aktivitas di bidang kepelatihan sepak bola.
Pada pertandingan pembuka, kesebelasan Desa Lembang berhadapan dengan Desa Cikahuripan. Bermain di hadapan pendukung sendiri, Desa Lembang berhasil meraih kemenangan dengan skor 2-0.

Pertandingan berikutnya mempertemukan Desa Wangunsari melawan Desa Mekarwangi. Wangunsari tampil dominan dan menutup pertandingan dengan kemenangan 4-0.
Hasil tersebut mengantarkan Desa Lembang dan Desa Wangunsari melangkah ke babak selanjutnya.
Penyelenggaraan Lembang Champions League mendapat dukungan dari para kepala desa se-Kecamatan Lembang, Dispora, APDESI Lembang, Telkomsel, serta Beer Parfum.

Melalui kompetisi yang berlangsung hingga 29 November 2026 ini, Diki Rohani berharap kebersamaan yang terbangun tidak berhenti ketika pertandingan berakhir. Ia menginginkan sepak bola menjadi ruang pemersatu masyarakat desa sekaligus sarana pembinaan generasi muda.
Bagi APDESI Kabupaten Bandung Barat, keberhasilan kompetisi ini perlu diukur tidak hanya dari hasil pertandingan, tetapi juga dari kemampuan seluruh pihak menjaga persaudaraan, keamanan, dan sportivitas.

Dengan keterlibatan pemerintah desa, organisasi kepemudaan, unsur keamanan, komunitas olahraga, dan masyarakat, Lembang Champions League diharapkan dapat menjadi fondasi bagi keberlanjutan pembinaan sepak bola di Kecamatan Lembang. (aq-nk)