Fasilitas SMP Madani Diperbarui, Kebutuhan Mebel dan Sanitasi Masih Menjadi Perhatian

Blog

https://liputan9news.com

Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, 8 Nov 2026 Program revitalisasi satuan pendidikan yang dilaksanakan pemerintah pada tahun anggaran 2026 memberikan perubahan pada kondisi sarana dan prasarana SMP Madani, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat. Sekolah yang berada di bawah naungan Lembaga Pendidikan Islam Darul Hikmah Al-Madani tersebut menerima bantuan pembangunan dan rehabilitasi sejumlah fasilitas untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.

Bantuan melalui program revitalisasi Direktorat Sekolah Menengah Pertama, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) itu mencakup pembangunan dua ruang kelas baru serta rehabilitasi enam ruangan lainnya. Secara keseluruhan, terdapat delapan unit pekerjaan yang telah diselesaikan.

Kepala SMP Madani, Jenal Mutaqin, S.H., S.Pd.I., menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas bantuan yang diberikan kepada sekolahnya. Ia secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto, Kemendikdasmen, serta Pemerintah Kabupaten Bandung Barat melalui Dinas Pendidikan.

Menurut Jenal, bantuan tersebut memberikan kesempatan bagi sekolah untuk memperbaiki kondisi bangunan yang selama ini membutuhkan penanganan. Pembaruan fasilitas diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang lebih layak bagi siswa dan tenaga pendidik.

Adapun delapan pekerjaan yang dilaksanakan meliputi pembangunan dua ruang kelas baru, rehabilitasi tiga ruang kelas, rehabilitasi satu ruang perpustakaan, satu ruang komputer atau teknologi informasi, serta satu ruang administrasi.

Perbaikan tersebut menjadi bagian dari upaya pemenuhan kebutuhan dasar infrastruktur pendidikan, terutama berkaitan dengan ketersediaan ruang belajar dan fasilitas penunjang kegiatan sekolah.

Saat ini, SMP Madani menampung sekitar 210 siswa dengan dukungan 21 tenaga pengajar dan staf. Dengan tersedianya ruang kelas baru dan sejumlah ruangan yang telah diperbaiki, kegiatan belajar mengajar diharapkan berlangsung lebih nyaman dan tertata.

Perubahan kondisi bangunan juga memberikan manfaat bagi guru dalam menjalankan aktivitas pembelajaran. Sementara itu, ketersediaan fasilitas yang lebih baik dapat memberikan rasa nyaman kepada orang tua ketika anak-anak mereka mengikuti pendidikan di sekolah tersebut.

Meski demikian, proses peningkatan kualitas sarana pendidikan di SMP Madani masih membutuhkan perhatian lanjutan. Pihak sekolah mencatat terdapat sekitar lima ruangan yang masih memerlukan rehabilitasi, termasuk ruang guru dan beberapa ruang kelas yang belum tersentuh perbaikan.

Selain kondisi bangunan, kebutuhan lain yang menjadi perhatian adalah penataan lingkungan sekolah, fasilitas sanitasi atau toilet siswa, serta pembaruan mebel sekolah berupa meja dan kursi untuk peserta didik.

Khusus untuk mebel sekolah, sebagian meja dan kursi yang digunakan siswa diketahui belum diperbarui selama sekitar tujuh tahun. Kondisi tersebut membuat pengadaan furnitur baru menjadi salah satu kebutuhan yang diharapkan dapat dipenuhi melalui dukungan pemerintah pada program berikutnya.

Kelengkapan fasilitas sanitasi juga menjadi aspek penting dalam menunjang penyelenggaraan pendidikan. Ketersediaan toilet yang layak, bersih, dan memadai merupakan bagian dari lingkungan sekolah sehat yang perlu diperhatikan bersama.

Sebagai lembaga pendidikan yang berada di wilayah pinggiran, SMP Madani memiliki keterbatasan dalam membiayai pembangunan fisik secara mandiri. Pihak sekolah menyatakan tidak membebankan biaya pembangunan kepada orang tua siswa sehingga dukungan program pemerintah menjadi salah satu tumpuan dalam meningkatkan kualitas infrastruktur sekolah.

Harapan terhadap bantuan lanjutan tersebut berkaitan dengan kebutuhan nyata dalam kegiatan pendidikan sehari-hari. Perbaikan ruang guru, ruang kelas, sanitasi, serta pengadaan meja dan kursi akan melengkapi fasilitas yang telah dibangun dan direhabilitasi pada tahun anggaran 2026.

Program revitalisasi sekolah sendiri merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas sarana pendidikan melalui pembangunan maupun rehabilitasi fasilitas satuan pendidikan. Ketersediaan infrastruktur yang layak menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung proses pembelajaran, selain kualitas tenaga pendidik dan pengelolaan sekolah.

Bagi SMP Madani, bantuan yang telah diterima menjadi langkah awal untuk memperbaiki kondisi lingkungan belajar. Namun, pemenuhan kebutuhan fasilitas secara bertahap tetap diperlukan agar seluruh siswa memperoleh kesempatan belajar dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan pendidikan mereka. (aq-nk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *