Bersatu dalam Ranting, Berkarya dalam Karya: Jambore Ranting Parongpong 2025 Wujudkan Generasi Penggalang Mandiri dan Peduli

Bandung Barat Nasional Pendidikan

Parongpong, Kabupaten Bandung Barat. 7 November 2025. Suasana semangat kebersamaan dan pengembangan karakter mewarnai pelaksanaan Jambore Ranting Parongpong 2025 yang mengambil tema “Bersatu dalam Ranting, Berkarya dalam Karya”. Kegiatan yang digelar di lingkungan Yayasan Daarut Tauhid ini berlangsung dengan upacara resmi sekaligus berbagai aktivitas kepramukaan yang diarahkan untuk membangun kemandirian, tanggung jawab, dan kepedulian lingkungan pada generasi muda penggalang.

Acara dibuka secara khidmat dengan menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya”, mengheningkan cipta, dan pembacaan ikrar kepramukaan “Tri Satya Darma Pramuka”. Dalam sambutannya, inspektur upacara menyampaikan apresiasi: “Selamat kepada adik-adik melaksanakan Jambore Ranting Parongpong, jaga kesehatan dan jasa kebersihan.” Ia pun menekankan bahwa langsung setelah upacara dimulai operasi bersih dengan motto: “bersih dalam perbuatan dan pikiran.”

Lebih lanjut, himbauan juga datang agar para kakak pembina tidak merokok karena lokasi kegiatan berada di kawasan santri. “Adik-adik sekalian, di depan tenda ada tempat sampah sesuai dengan Dasa Darma,” kata pembina. Tenda-tenda peserta pun sudah dilengkapi fasilitas sampah untuk kegiatan ramah lingkungan.

Dalam sambutan khusus atas nama Yayasan Daarut Tauhid, disampaikan: “Kita ketemu di sini bukan karena kebetulan, ini karena Allah juga. Dengan jambore ini maka adik-adik ke depannya menjadi manusia yang lebih baik lagi, kami berpesan : Tahan buang sampah, buang sampah pada tempatnya, pungut sampah adalah sedekah.” Pernyataan ini menggarisbawahi dimensi spiritual dan lingkungan dari kegiatan yang diselenggarakan.

Sementara dari unsur pemerintahan kecamatan Parongpong, perwakilan turut mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia dan meneruskan harapan agar jambore menjadi bermanfaat bagi para peserta. “Alhamdulillah jambore ini dapat terlaksana dan dapat diakhiri dengan selamat. Jaga kesehatan bagi adik-adik, jangan sampai perutnya kosong,” demikian sambutan tersebut.

Ketua Panitia, Denih Jaya Permana, S.Pd., dalam sesi wawancara menjelaskan lebih rinci maksud kegiatan:

“Untuk kegiatan hari ini adalah jambore ranting yang dilaksanakan oleh keuaran Parongpong untuk tahun 2025. Ada pun tujuan daripada kegiatan ini adalah melatih kepada para peserta didik, khususnya di kepramukaan untuk dapat meningkatkan … keterampilan mental, spiritual, dimana mereka dididik dilatih untuk mandiri dan bertanggungjawab …”
Dalam kesempatan yang sama ia menjelaskan bahwa peserta terdiri dari kurang lebih 35 sekolah jenjang SD dan SMP dengan sekitar 70 regu penggalang. “Jadi disini anak dididik dilatih untuk mandiri, tanggungjawab, disiplin dan pangat terhadap Tuhan yang mahesa beserta dia menjaga lingkungan atau yang namanya … terhadap alam.”

Menurut Denih, waktu kegiatan berlangsung mulai Jumat hingga Sabtu, dan hari Jumat sekitar pukul 14.00 peserta sudah diselesaikan agar hari Minggu mereka bisa beristirahat dan kembali mengikuti pembelajaran seperti biasa. Harapannya: “Anak-anak harus dibiasakan kedisiplinan dan tanggungjawab, supaya anak ini tidak terlalu fokus dengan gawai atau hape karena kita di sini lapangan ini bisa komunikasi sosialisasi.”

Kegiatan jambore ini menjadi ruang pengalaman nyata di alam terbuka bagi peserta. Rangkaian kegiatan seperti upacara pembukaan, lagu hymne pramuka, pembacaan doa, hingga kegiatan ‘operasi bersih’ lingkungan telah berjalan. Tema “Bersatu dalam Ranting, Berkarya dalam Karya” bukan sekadar slogan: kegiatan dirancang agar peserta aktif dalam karya nyata, menjaga kebersihan lingkungan, serta berinteraksi secara langsung dengan sesama penggalang dari berbagai sekolah di kecamatan.

Dalam praktiknya, hal-hal yang disampaikan dalam naskah kerangka menjadi panduan pelaksanaan: misalnya, himbauan agar lingkungan kamp kegiatan tetap bersih, himbauan terhadap penggunaan rokok, serta penyediaan fasilitas sampah di depan tenda sesuai dengan Dasa Darma. Semua itu menunjukkan bahwa aspek karakter, disiplin, kebersihan dan tanggung jawab lingkungan menjadi fokus utama.

Aktivitas seperti ini sejalan dengan pemahaman bahwa perkemahan atau jambore bagi anggota penggalang bukan sekadar ‘kemah’ tapi ajang pendidikan karakter, kemandirian, kepemimpinan, serta pembentukan persaudaraan antar-anggota. Sebagaimana tercatat dalam petunjuk teknis kegiatan kepramukaan, jambore penggalang menyasar nilai-nilai kemandirian, persatuan, dan cinta alam.

Dari perspektif humanis, kegiatan semacam ini memberikan pengalaman penting bagi peserta untuk mengurangi ketergantungan pada gawai, memperkuat interaksi langsung dengan teman sebaya, memupuk rasa tanggung jawab terhadap diri sendiri dan lingkungan. Seperti yang disampaikan oleh Denih: “Harapannya setelah acara ini … dia mandiri tanggungjawab, dia memiliki pengalaman yang baik.”

Dengan lebih dari 35 sekolah yang terlibat dan 70 regu penggalang, jambore ini juga menjadi kesempatan lintas sekolah untuk membangun jaringan persahabatan, rasa gotong-royong, dan semangat kebersamaan antar peserta. Panitia pun menyampaikan bahwa cuaca mendukung kegiatan: “Alhamdulillah cuaca bersih dan cerah, bila ada hujan deras segera mengungsi ke tempat yang teduh.”

Untuk menyukseskan jalannya kegiatan, panitia juga memastikan bahwa pembina pendamping dan kakak-kakak pembina pedamping hadir, serta kegiatan berjalan aman dan tertib. Penekanan terhadap kebersihan, lingkungan, larangan merokok, dan penggunaan fasilitas sampah adalah bagian dari pembentukan budaya sehat dan bertanggung jawab.

Kesimpulannya, Jambore Ranting Parongpong 2025 bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan pengalaman nyata yang mengasah karakter penggalang SD dan SMP di Kecamatan Parongpong. Dengan tema yang kuat serta rangkaian kegiatan yang matang, diharapkan peserta pulang membawa bukan hanya kenangan, tetapi juga nilai-nilai disiplin, kepedulian, kemandirian, dan persaudaraan yang akan mereka aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. “Satu Ranting, Satu Semangat, Satu Persaudaraan” menjadi pengejawantahan dari tema kegiatan dan menjadi harapan besar agar generasi muda semakin tangguh, mandiri, dan berdaya.

Upacara ditutup dengan nasihat dari Kakak Yeyet Sri sebagai pembina, bahwa adik-adik harus menjaga kesehatan dan pola makan, selamat jambore tetap semangat demikian yang disampaikan oleh kak Yeyet.

engan demikian, gerakan kepramukaan dalam konteks lokal ini berhasil menghadirkan ruang pendidikan informal yang humanis dan relevan bagi anak-anak kita. Semoga jangkar pengalaman seperti ini terus diperkuat dan diperluas ke tingkat-tingkat selanjutnya, demi terciptanya generasi penerus bangsa yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga berkarakter. (aq-nk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *