FLS3N SD Bandung Barat 2026 Jadi Ruang Tumbuh Talenta Seni Anak, Pemenang Disiapkan Melaju ke Tingkat Provinsi

Bandung Barat Pendidikan

Bandung Barat, 20 Mei 2026. Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) jenjang Sekolah Dasar tingkat Kabupaten Bandung Barat tahun 2026 menjadi ruang pengembangan bakat, kreativitas, dan karakter peserta didik melalui berbagai cabang seni dan sastra. Kegiatan yang digelar di Gumilang Regency itu diikuti siswa kelas 3 hingga kelas 5 SD dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bandung Barat.

Ajang tahunan tersebut menghadirkan sejumlah cabang lomba, yakni mendongeng, tari, kriya, menyanyi solo, pantomim, menulis cerita pendek, dan gambar bercerita. Para peserta hadir didampingi kepala sekolah, guru pendamping, serta orang tua yang memberikan dukungan selama perlombaan berlangsung.

Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Analis Kebijakan Sub Koordinator Kesiswaan SD Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat, Dr. Popi Siti Ichsanniaty. Dalam arahannya, ia menekankan bahwa FLS3N bukan sekadar arena kompetisi, melainkan wadah pembinaan minat dan bakat peserta didik sejak usia sekolah dasar.
“Dengan fasilitas dan kesempatan yang ada, mudah-mudahan peserta yang menjadi juara dapat melanjutkan ke tingkat provinsi,” ujar Popi di hadapan peserta dan dewan juri.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga sportivitas dan semangat belajar selama perlombaan berlangsung. Kepada dewan juri, Popi meminta proses penilaian dilakukan secara objektif dan transparan agar hasil yang diperoleh benar-benar mencerminkan kemampuan peserta.

Menurut panitia pelaksana, FLS3N merupakan bagian dari program pembinaan talenta murid yang dilaksanakan secara berjenjang mulai dari tingkat sekolah, kecamatan, kabupaten, hingga nasional. Kegiatan ini sekaligus menjadi implementasi penguatan pendidikan karakter melalui pengembangan kreativitas dan ekspresi seni.

Dalam surat keputusan panitia pelaksana Nomor 400.3.1/1131/Bid-SD/2026 disebutkan bahwa pelaksanaan FLS3N jenjang SD tingkat Kabupaten Bandung Barat berlangsung pada 20–21 Mei 2026. Penilaian dilakukan oleh dewan juri berdasarkan akumulasi seluruh komponen dan indikator yang telah ditetapkan.

Berbagai aspek penilaian diterapkan sesuai karakter masing-masing lomba. Pada cabang mendongeng, misalnya, peserta dinilai dari penguasaan materi cerita, teknik vokal, penghayatan, penggunaan media, serta ketepatan waktu. Sementara lomba tari menitikberatkan pada unsur wiraga, wirama, dan wirasa yang berpadu dengan kreativitas koreografi dan keserasian penampilan.

Untuk cabang kriya, penilaian mencakup orisinalitas karya, keterampilan teknik, estetika desain, dan pemanfaatan bahan. Adapun lomba menyanyi solo menilai kualitas vokal, ketepatan nada, penghayatan lagu, dan penguasaan panggung.

Cabang pantomim menuntut kemampuan peserta menyampaikan cerita melalui gerak tubuh tanpa dialog. Sementara lomba menulis cerita pendek dan gambar bercerita menekankan kekuatan narasi, kreativitas gagasan, serta kemampuan menyampaikan pesan secara komunikatif.

Hasil penilaian dewan juri menetapkan para pemenang dari setiap cabang lomba. Pada cabang Gambar Bercerita, juara pertama diraih Khalda Ariqah Shafwan dari SD Negeri Batujajar 1 Kecamatan Batujajar dengan nilai 1.697. Posisi kedua ditempati Nazha Zakmay Syahida dari SD Negeri Budi Asih Kecamatan Padalarang dengan nilai 1.655, sedangkan juara ketiga diraih Zakira Ilmi Aftani dari SD Negeri Sirnasari Kecamatan Cipongkor dengan nilai 1.598.

Pada lomba Menulis Cerita, juara pertama diraih Arika Nur Fatina dari SD Negeri Sirnagalih Kecamatan Ngamprah dengan nilai 283. Juara kedua diraih Russel Daud dari SD Negeri Kertamukti Kecamatan Cipatat dengan nilai 280,8, sedangkan Nazwa Salsa Sabila dari SD Negeri Litasembada Kecamatan Cililin menempati posisi ketiga dengan nilai 280,2.

Cabang Kriya menempatkan Yhara Anindya Latiefah dari SD Negeri Batujajar 1 sebagai juara pertama dengan nilai 276,22. Posisi kedua diraih Sadat Nubugi Alqan dari SDIT Ibnu Khaldun Kecamatan Lembang dengan nilai 269,3. Adapun juara ketiga diraih Putra Ahmad Maulidan dari SD Negeri Mandalasari Kecamatan Cipatat dengan nilai 242,7.

Pada lomba Mendongeng, Rania Humairah dari SD Negeri Hegarmanah Kecamatan Rongga berhasil meraih juara pertama dengan nilai 1.305. Posisi kedua ditempati Adiva Meidina Kramadibrata dari SD Darut Tauhid Kecamatan Parongpong dengan nilai 1.280. Sementara Hana Aish Salma dari SD Negeri 4 Cimareme Kecamatan Ngamprah meraih juara ketiga dengan nilai 1.225.

Cabang Pantomim kategori grup dimenangkan pasangan Adyastama Nugraha dan M. Daniswara dari SD Negeri Pancasila Kecamatan Lembang dengan nilai 271. Posisi kedua diraih Muhammad Ryandi Saputra dan Muhammad Rizky Aditya dari SD Negeri Panaruban Kecamatan Ngamprah dengan nilai 267,25. Juara ketiga diraih Yasmina Galuh Kalyani dan Pelangi Zhafira Khairunnisa Widiawardany dari SD Negeri Batujajar 3 dengan nilai 266,75.

Pada cabang Menyanyi Solo, Alaina Melody Khumaira Rizki dari SD Kartika X-3 Kecamatan Parongpong keluar sebagai juara pertama dengan nilai 1.105. Juara kedua diraih Qiura Alzena Firstiandra dari SDIT Fithrah Insani Kecamatan Ngamprah dengan nilai 1.086. Adapun juara ketiga diraih Adinda Kanza Naila dari SD Negeri 2 Sudimampir Kecamatan Padalarang dengan nilai 1.062.

Sementara itu, cabang Tari kategori grup dimenangkan tim dari SD Negeri 1 Cikalongwetan yang terdiri atas Gwen Syareefa Mustyari, Adeeva Afsheen Meisha, dan Rafanda Gwen Syareefa dengan nilai 1.111. Posisi kedua diraih tim SD Negeri Budhi Karya Kecamatan Parongpong yang terdiri atas Kirana Maura Putri, Alya Raina Putri, dan Adelia Aryani Setiawan dengan nilai 1.108. Adapun juara ketiga diraih tim SD Negeri 1 Kayuambon Kecamatan Lembang yang terdiri atas Dheandra Assyifa Putri Rochnanto, Salka Queenzy Shareefa, dan Syahnaz Dyah Kanaya dengan nilai 1.066.

Panitia menyebutkan para juara akan dipersiapkan untuk mengikuti tahapan berikutnya di tingkat provinsi. Pengalaman tahun sebelumnya, salah satu peserta cabang menyanyi solo berhasil menembus 10 besar tingkat nasional.

Melalui kegiatan ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat berharap pembinaan talenta seni dan sastra di tingkat sekolah dasar dapat terus berkembang. Selain mendorong prestasi akademik, ruang kreativitas dinilai penting untuk membentuk rasa percaya diri, kemampuan berekspresi, serta karakter peserta didik yang adaptif dan menghargai kebudayaan. (aq-nk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *