Bandung, 16 April 2026. IKEA resmi membuka Pop-Up Store di King’s Shopping Center, Kota Bandung, Kamis (16/4/2026). Kehadiran brand global asal Swedia ini menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali kawasan perdagangan di pusat kota yang sempat mengalami penurunan aktivitas dalam dua dekade terakhir.
Pembukaan ditandai dengan kehadiran Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, jajaran manajemen King’s Shopping Center, serta perwakilan IKEA Indonesia. Sejumlah tokoh yang turut hadir antara lain Direktur King’s Shopping Center Alvin, General Manager Deddy Djunaedi, pemilik IKEA Pieter, Kepala Toko Andi, serta tim pemasaran IKEA.
Dalam sambutannya, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan apresiasi atas kehadiran IKEA di kawasan strategis tersebut. Ia menilai langkah ini menjadi sinyal positif bagi pemulihan aktivitas ekonomi di pusat kota, khususnya di koridor Jalan Asia Afrika, Jalan Dalem Kaum, dan Jalan Kepatihan.

“Saya sangat senang dan bersemangat bahwa pada pagi hari ini kita dapat membuka salah satu store yang merupakan brand global yang hadir di King’s Shopping Center,” ujar Farhan.
Ia menjelaskan, kawasan tersebut pernah menjadi pusat perdagangan utama di Bandung. Namun, sejak akhir 1990-an hingga awal 2000-an, aktivitas bisnis di beberapa titik mengalami penurunan akibat kebijakan yang dinilai kurang tepat pada masa lalu.
“Akibatnya, Jalan Dalem Kaum dan Jalan Kepatihan mengalami penurunan aktivitas bisnis, dan saat ini Jalan Asia Afrika menjadi satu-satunya kawasan retail yang masih bertahan dan berkembang,” katanya.

Menurut Farhan, kehadiran brand global seperti IKEA menunjukkan bahwa kawasan tersebut masih memiliki potensi untuk berkembang. Pemerintah Kota Bandung, kata dia, berkomitmen mendukung pelaku usaha melalui kemudahan regulasi dan perizinan, selama sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Kehadiran brand global di tempat seperti ini merupakan sesuatu yang sangat kami hormati dan banggakan. Ini menunjukkan bahwa para pelaku usaha masih percaya terhadap masa depan kawasan ini,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya keberadaan pusat perbelanjaan di jantung kota sebagai akses masyarakat terhadap produk berkualitas. King’s Shopping Center, menurut dia, memiliki nilai historis sekaligus strategis yang perlu terus dikembangkan.

Sementara itu, perwakilan IKEA Indonesia, Peter, menyampaikan bahwa pembukaan Pop-Up Store di Bandung merupakan langkah awal untuk memperluas jangkauan pasar sekaligus mendekatkan IKEA kepada masyarakat.
“Ini adalah kesempatan yang sangat besar dan berharga bagi kami untuk dapat hadir bersama masyarakat Bandung,” kata Peter.
Ia menegaskan bahwa IKEA memiliki visi untuk menciptakan kehidupan sehari-hari yang lebih baik bagi banyak orang. Melalui produk dan layanan yang ditawarkan, IKEA ingin membantu masyarakat menciptakan hunian yang nyaman dengan desain fungsional dan harga yang terjangkau.
“Melalui kehadiran IKEA Pop-Up Store, khususnya di King’s Shopping Center, kami berharap dapat memperkenalkan IKEA lebih dekat kepada masyarakat serta membuka peluang pasar yang terus berkembang,” ujarnya.

Peter juga mengungkapkan bahwa perjalanan IKEA hingga hadir di Indonesia bukanlah proses singkat. Oleh karena itu, kehadiran gerai ini tidak hanya dimaknai sebagai ekspansi bisnis, tetapi juga sebagai upaya memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Dari sisi pengelola pusat perbelanjaan, manajemen King’s Shopping Center menyambut positif kehadiran IKEA. Manager King’s Shopping Center, Alfin, menyebut bahwa kolaborasi ini diharapkan menjadi pemicu kebangkitan aktivitas retail di kawasan tersebut.
“Kehadiran brand global seperti IKEA tentu menjadi langkah positif dalam menghidupkan kembali aktivitas bisnis dan retail di kawasan ini,” kata Alfin.

Ia berharap langkah ini dapat menarik minat brand lain untuk ikut berinvestasi dan meramaikan kawasan King’s Shopping Center, sehingga kembali menjadi pusat perdagangan yang diminati masyarakat.
“Meskipun mungkin dimulai dari skala yang tidak terlalu besar, kami yakin langkah ini akan menjadi awal yang baik dan berkembang menjadi sesuatu yang besar di masa depan,” ujarnya.
Secara konsep, Pop-Up Store IKEA di Bandung mengusung pendekatan berbeda dibandingkan gerai utama yang biasanya berukuran besar. Kehadiran dalam format yang lebih ringkas memungkinkan IKEA menjangkau konsumen di area dengan mobilitas tinggi.

Dio dari tim marketing IKEA menjelaskan bahwa strategi ini dirancang untuk memperkenalkan produk secara lebih dekat kepada masyarakat, sekaligus mengubah persepsi terkait harga produk IKEA.
“Ini adalah salah satu cara dari IKEA untuk melebarkan jangkauan ke audiens baru, terutama di Kota Bandung. Masyarakat bisa lebih mudah mengenal dan mengakses IKEA melalui konsep pop-up store seperti ini,” kata Dio.
Ia menambahkan, IKEA menghadirkan berbagai pilihan produk dengan harga yang lebih terjangkau untuk menjangkau segmen pasar yang lebih luas. Produk-produk tersebut tetap mengusung ciri khas desain minimalis Skandinavia dan dikemas secara efisien dalam bentuk flat-pack.
“Salah satu tujuan pop-up store ini adalah menunjukkan bahwa produk IKEA tidak selalu mahal. Kami ingin mengubah mindset masyarakat,” ujarnya.

IKEA sendiri merupakan perusahaan multinasional yang didirikan pada 1943 oleh Ingvar Kamprad di Swedia. Perusahaan ini dikenal dengan konsep furnitur siap rakit, desain fungsional, serta efisiensi distribusi melalui kemasan datar.
Di Indonesia, IKEA telah hadir di beberapa kota besar seperti Tangerang dan Jakarta, sebelum akhirnya memperluas jangkauan ke Bandung melalui format pop-up store.
Pembukaan IKEA Pop-Up Store di King’s Shopping Center diharapkan tidak hanya memberikan alternatif pilihan produk rumah tangga bagi masyarakat, tetapi juga menjadi katalis bagi pemulihan kawasan retail di pusat Kota Bandung.

Dengan dukungan pemerintah daerah dan pelaku usaha, kawasan yang pernah menjadi pusat perdagangan tersebut diharapkan dapat kembali berkembang sebagai salah satu poros ekonomi kota yang dinamis dan inklusif. (rai-nk)