Sindangkerta, 23 Mei 2026. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Puncaksari I resmi diluncurkan di Kampung Pasir Peso RT 03 RW 05, Desa Puncaksari, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (23/5/2026). Kehadiran fasilitas tersebut menjadi bagian dari penguatan program pemenuhan gizi masyarakat yang dijalankan melalui Badan Gizi Nasional.
SPPG Puncaksari I tercatat dengan nomor registrasi NMUA19K9 dan diproyeksikan melayani 1.008 penerima manfaat, termasuk kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Peluncuran layanan itu dihadiri Camat Sindangkerta Agus Ahmad Setiawan, Kepala Desa Puncaksari Aris Taufik, Kepala SPPG Rickson Pasaribu, Kepala Puskesmas Cisangkan Girang Wahyudin, unsur Koramil dan Polsek Sindangkerta, serta mitra pelaksana program.
Dalam sambutannya, Camat Sindangkerta Agus Ahmad Setiawan menyampaikan apresiasi atas mulai beroperasinya SPPG Puncaksari I. Ia mengatakan, fasilitas tersebut menjadi SPPG kedelapan yang sudah berjalan di Kecamatan Sindangkerta dari total rencana 14 unit.
“Kami atas nama Kecamatan Sindangkerta mengucapkan selamat dan sukses atas launching SPPG Puncaksari I. Ini yang ke delapan di Sindangkerta yang sudah berjalan dari rencana 14,” ujar Agus.

Ia menekankan pentingnya pelaksanaan operasional sesuai petunjuk teknis, standar operasional prosedur, serta koordinasi lintas sektor agar pelayanan berjalan optimal dan aman.
Menurut Agus, pengelolaan dapur pelayanan gizi harus memenuhi standar kesehatan dan sanitasi. Karena itu, pengurusan berbagai dokumen pendukung seperti izin kesehatan lingkungan, pengelolaan instalasi pengolahan air limbah (IPAL), pemeriksaan kesehatan penjamah makanan, hingga pengawasan berkala perlu segera dilakukan.
“Segera lakukan pengurusan persyaratan untuk meminimalisasi kejadian yang tidak diharapkan,” katanya.

Ia menambahkan, program pemenuhan gizi merupakan salah satu prioritas nasional yang tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan baru di tingkat daerah.
Agus juga mengingatkan pentingnya kualitas makanan yang disajikan kepada penerima manfaat. Selain memperhatikan kandungan protein dan gizi, makanan yang disiapkan juga perlu memenuhi aspek kebersihan dan kelayakan konsumsi.
“Buatlah menu yang sehat dan enak dirasakan, makanan yang enak dilihat, serta perhatikan kelompok 3B,” ucapnya.

Di sisi lain, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) disebut akan melakukan pengawasan dan monitoring secara berkala terhadap operasional SPPG guna memastikan pelayanan berjalan sesuai ketentuan.
Perwakilan Koramil Sindangkerta Agus Hardi yang mewakili Danramil Kapten Asep Suhendi menyampaikan dukungan terhadap pelaksanaan program tersebut. Ia berharap operasional SPPG dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Hal serupa disampaikan Kanit Polsek Sindangkerta Wawan Suwanda yang hadir mewakili Kapolsek Sindangkerta Solehudin. Menurut dia, aspek kebersihan dan pengawasan menjadi perhatian penting dalam pelaksanaan layanan pemenuhan gizi.
“Ke depan dalam pelaksanaan operasional terutama tentang kebersihan akan ada pengawasan dan monitoring. Jangan sampai terjadi hal yang tidak diinginkan,” kata Wawan.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Cisangkan Girang Wahyudin menyebut keberadaan SPPG diharapkan dapat membantu menekan angka stunting yang hingga kini masih menjadi persoalan kesehatan masyarakat di sejumlah wilayah.

Ia mengatakan, puskesmas siap mendukung pengurusan dokumen kesehatan dan perizinan yang dibutuhkan agar operasional layanan berjalan sesuai standar kesehatan.
“Masih banyak stunting dan ini menjadi perhatian bersama. Dengan adanya program makan bergizi, diharapkan angka stunting bisa berkurang,” ujarnya.
Wahyudin juga mengingatkan pentingnya pengawasan keamanan pangan agar tidak terjadi kasus keracunan makanan dalam proses distribusi maupun konsumsi.
Menurut dia, kerja sama antara puskesmas, pengelola SPPG, dan mitra pelaksana menjadi kunci dalam menjaga mutu layanan pemenuhan gizi di lapangan.

Kepala SPPG Puncaksari I Rickson Pasaribu menyampaikan terima kasih atas dukungan berbagai pihak terhadap operasional layanan tersebut. Ia mengatakan, fasilitas itu disiapkan sebagai sarana pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, khususnya kelompok rentan.
“Dengan gizi yang baik maka kita menyongsong Indonesia Emas,” ujar Rickson.
Ia berharap seluruh proses, mulai dari persiapan pengolahan hingga pendistribusian makanan kepada penerima manfaat, dapat berjalan lancar dan tepat sasaran.
Selain fokus pada pelayanan gizi, Kecamatan Sindangkerta juga mendorong keterlibatan SPPG dalam penguatan ekonomi desa. Salah satunya melalui kerja sama dengan Koperasi Desa Merah Putih yang sedang dikembangkan di Desa Puncaksari.
Pemerintah kecamatan mengimbau pengelola dan mitra SPPG ikut menjadi bagian dari koperasi desa guna memperkuat kolaborasi ekonomi masyarakat setempat.

Peluncuran SPPG Puncaksari I kemudian ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk harapan agar program pelayanan pemenuhan gizi tersebut berjalan berkelanjutan dan memberi manfaat luas bagi masyarakat. (aq-nk)