Tim Kemenko PMK Lakukan Monev Kampung KB dan Program MBG di Desa Rancapanggung

165 Desa KBB Bandung Barat

Cililin, 14 April 2026. Pemerintah terus menggencarkan penguatan program pembangunan keluarga dan kependudukan hingga ke tingkat desa. Salah satu bentuk komitmen tersebut diwujudkan melalui kunjungan monitoring dan evaluasi yang dilakukan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) ke Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat.

Kunjungan yang berlangsung pada Selasa ini menyoroti tiga program utama, yakni pelaksanaan Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB), Kampung Zakat, serta program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Asisten Deputi Ketahanan Keluarga dan Kependudukan Kemenko PMK Ir. Mustikorini Indrijatiningrum, M.E., Kepala Pusat Studi Gender dan Anak Institut Ilmu Al-Qur’an Jakarta, Direktur Analisa Dampak Kependudukan BKKBN, Kepala Dinas P2KBP3A Kabupaten Bandung Barat Panji Hernawan, SH., M.Si., beserta jajarannya.

Turut hadir pula Camat Cililin Opa Mustopa, SH., Danramil Cililin Arif Rahman Hakim, Kapolsek Cililin Andriyani, Ketua APDESI Kecamatan Cililin Tedi Kusniadi, Kepala Desa Rancapanggung Asep Sukmajaya, Ketua Tim Penggerak PKK, Ketua Kampung KB Binaan Panggung beserta pengurus, serta unsur Forkopimcam dan Organisasi Perangkat Daerah terkait.

Kegiatan diawali dengan penyampaian maksud dan tujuan, dilanjutkan laporan penyelenggaraan Kampung KB Aster Ramah Anak yang disampaikan oleh Yedi Setiadi, kemudian diskusi, dan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Saeful Hayat dari Kantor Urusan Agama Kecamatan Cililin.

Camat Cililin: MBG Butuh Sinergi untuk Wujudkan Asta Cita

Dalam sambutannya, Camat Cililin Opa Mustopa mengucapkan selamat dan berharap acara berjalan lancar. Ia menegaskan bahwa program MBG sangat bermanfaat bagi pertumbuhan anak dan balita serta ibu menyusui demi mewujudkan generasi masa depan yang lebih baik.

“Program ini tidak bisa berjalan sendiri, tapi memerlukan sinergi antar lembaga sehingga sesuai dengan Asta Cita Presiden Prabowo untuk menjadi masyarakat yang mandiri dan sejahtera,” ujar camat.

Ia juga menyampaikan harapan agar arahan dan masukan yang konstruktif dari tim monitoring dapat digunakan sebagai bahan evaluasi ke depan. Camat mengapresiasi kepala desa dan para kader yang dinilainya sebagai ujung tombak pembangunan desa.

Kepala Dinas P2KBP3A: Kampung KB Dorong Kualitas Penduduk

Kepala Dinas P2KBP3A Kabupaten Bandung Barat, Panji Hernawan, dalam sambutannya mengawali dengan pantun pembuka sebagai ungkapan selamat datang kepada rombongan dari pusat.

“Puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan karunia-Nya kita dapat berkumpul dan melaksanakan kegiatan kunjungan di Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat pada hari ini, Selasa, 14 April 2026, dalam keadaan sehat wal’afiat,” ucapnya.

Panji menjelaskan bahwa pembangunan keluarga merupakan fondasi utama dalam pembangunan bangsa. Keluarga yang kuat, harmonis, dan berkualitas akan melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. Pemerintah terus mendorong berbagai upaya strategis yang berfokus pada penguatan institusi keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat.

“Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui program Kampung Keluarga Berkualitas atau Kampung KB, yang menjadi pendekatan inovatif dan terintegrasi dalam pelaksanaan pembangunan di tingkat desa. Kampung KB tidak hanya berorientasi pada pengendalian kuantitas penduduk, tetapi juga pada peningkatan kualitas penduduk melalui intervensi lintas sektor yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat,” jelasnya.

Ia memaparkan data bahwa di Kabupaten Bandung Barat terdapat 165 Kampung KB. Dari jumlah tersebut, 27 kampung masuk klasifikasi berkembang, 9 kampung klasifikasi mandiri, dan 129 kampung klasifikasi berkelanjutan. Artinya, 81,63 persen Kampung KB di wilayahnya berada pada klasifikasi mandiri dan berkelanjutan berdasarkan laporan di laman resmi Kampung KB Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Berencana/BKKBN.

Khusus di Desa Rancapanggung, implementasi program ini diwujudkan melalui Kampung Keluarga Berkualitas Aster Ramah Anak yang menjadi salah satu contoh nyata pembangunan berbasis keluarga secara terintegrasi, partisipatif, dan berkelanjutan.

“Kampung ini tidak hanya menjadi simbol, tetapi benar-benar menjadi pusat kegiatan masyarakat yang mengintegrasikan berbagai program, mulai dari pelayanan kesehatan, pendidikan, pembinaan keluarga, hingga pemberdayaan ekonomi. Pendekatan yang dilakukan menempatkan keluarga sebagai subjek pembangunan, bukan hanya sebagai objek,” tambah Panji.

Ia juga menyebutkan bahwa agenda kunjungan ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada siang hari nanti merupakan bagian penting untuk melihat langsung implementasi program di lapangan.

“Dari sana kita dapat memperoleh gambaran nyata mengenai praktik baik yang telah dilakukan, sekaligus mengidentifikasi berbagai tantangan yang perlu kita selesaikan bersama,” ujarnya.

Panji berharap Kampung Keluarga Berkualitas Aster Ramah Anak dapat terus berkembang dan menjadi contoh atau role model bagi wilayah lain, tidak hanya di Kabupaten Bandung Barat tetapi juga di tingkat yang lebih luas.

Kepala Desa: Kunjungan Pertama dari Kementerian

Kepala Desa Rancapanggung, Asep Sukmajaya, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas kehadiran tim dari kementerian. Ia mengakui bahwa baru kali ini desanya menerima kunjungan langsung dari tingkat kementerian.

“Terima kasih atas kehadirannya di desa kami. Semoga dapat membantu bagi manfaat warga desa kami. Dengan berbagai permasalahan akan tetapi tetap berjalan program keluarga berencana di desa kami. Maaf bila kami tidak melayani dengan keterbatasan di desa kami,” tutur Asep.

Ia memaparkan bahwa di desanya terdapat 13 kelompok kegiatan Keluarga Berencana yang tersebar di 13 wilayah rukun keluarga. Jumlah penduduk Desa Rancapanggung mencapai sekitar 13.000 jiwa, dengan pembagian wilayah 13 rukun warga, 75 rukun tetangga, dan 4 kedusunan. Luas desa mencapai 515 hektare.

Asisten Deputi Kemenko PMK: Manfaatkan Kampung KB dan Rumah Data Keluarga

Dalam sambutannya, Ir. Mustikorini Indrijatiningrum, M.E., Asisten Deputi Ketahanan Keluarga dan Kependudukan Kemenko PMK, menekankan pentingnya ketahanan keluarga di era digitalisasi.

“Betul, Pak. Ketahanan keluarga di era digitalisasi ini memang sangat, sangat penting. Makanya, kami hadir di sini untuk melihat secara langsung bagaimana kondisi di lapangan,” ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa selama ini pihaknya hanya menerima laporan dari berbagai kementerian dan lembaga, seperti Kementerian Pendidikan, Kementerian Agama, Kementerian Dalam Negeri, dan lain sebagainya. Namun, semua masih sebatas laporan dan penjelasan. Kunjungan langsung ke Desa Rancapanggung dimaksudkan untuk melihat kondisi sebenarnya.

Mustikorini menyebutkan suatu keberkahan karena pendamping yang ada di Desa Rancapanggung rajin mengunggah aktivitas dari Kampung Keluarga Berkualitas. Hal itu membuat kementerian mengetahui apa yang terjadi di desa tersebut.

“Kalau tidak diunggah, kami tidak akan tahu kegiatannya. Inilah pentingnya Kampung Keluarga Berkualitas,” tegasnya.

Ia mendorong agar Kampung KB tetap digunakan sebagai tempat koordinasi berbagai kegiatan, baik dari dinas, program Bangga Kencana, penanganan kebencanaan, maupun dari pendamping. Kampung KB memiliki fasilitas seperti Bina Keluarga Balita, Bina Keluarga Remaja, dan Bina Keluarga Lansia.

“Termasuk juga kerja sama dengan Tim Penggerak PKK. Itu hal yang sangat penting,” tambahnya.

Lebih lanjut, Mustikorini menjelaskan bahwa Kampung KB memiliki situs web yang dapat digunakan untuk menyebarluaskan informasi. Jika pengurus mengunggah kegiatan ke dalam situs tersebut, seluruh Indonesia bahkan seluruh dunia dapat mengetahuinya.

“Kalau mau ditulis dalam bahasa Inggris atau bahasa lain, bisa juga. Dengan cara ini, kita tidak hanya menasionalisasikan, tetapi juga menginternasionalkan program. Ini sangat penting. Jadi, Kampung KB ini terus kita manfaatkan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya Rumah Data Keluarga untuk memastikan kebijakan tepat sasaran. Rumah Data dapat digunakan dengan aplikasi digital yang canggih maupun secara manual dengan pemetaan sederhana. Sebagai contoh, mencatat di jalan tertentu rumah nomor satu memiliki lansia, rumah nomor dua memiliki balita, rumah nomor tiga memiliki ibu hamil.

“Mohon izin, Rumah Data Keluarga bisa terus digunakan, disosialisasikan, dan dimanfaatkan untuk kepentingan kita bersama,” pintanya.

Program Satujambu untuk Pulihkan Kelekatan Keluarga

Mustikorini memperkenalkan program Gerakan Nasional Satu Jam Berkualitas Bersama Keluarga atau Satujambu. Program ini merupakan upaya mengantisipasi tantangan zaman agar keluarga tetap dapat membina kualitas di era digital.

Harapannya, setiap keluarga memiliki waktu satu jam berkualitas bersama. Tidak harus satu jam penuh, misalnya pagi hari sholat berjamaah dilanjutkan mengaji sepuluh menit, kemudian sarapan lima belas menit. Makan siang atau makan malam juga dilakukan bersama.

“Yang terpenting, tanpa ponsel! Gadget tidak dibawa ke meja makan. Tujuannya agar kelekatan keluarga menjadi pulih kembali, menjadi lebih baik. Karena tantangan kita seperti itu. Anak-anak sekarang kurang etika, kurang adat, dan kurang kelekatan satu sama lain. Dengan Satujambu, kita harapkan kondisi ini bisa lebih baik,” jelasnya.

Kampung Zakat dan MBG untuk Pemberdayaan Lokal

Mengenai Kampung Zakat, Mustikorini menilai program tersebut sangat baik untuk digalakkan kembali. Di Kampung Zakat terjadi pertemuan antara muzaki dan mustahik yang bersama-sama membangun desa menjadi lebih baik.

“Yang tadinya menerima zakat, diharapkan dengan zakat produktif bisa digunakan untuk usaha bersama yang menghasilkan, sehingga nantinya mereka yang tadinya menerima bisa berganti menjadi menyalurkan zakat,” tuturnya.

Terkait program Makanan Bergizi Gratis, ia berharap MBG tidak hanya memberikan makanan bergizi tetapi sekaligus memberikan edukasi kepada keluarga dan anak. Anak-anak sebaiknya dilibatkan, jangan langsung disuapi atau diambilkan, biarkan mereka mengambil sendiri. Setelah selesai makan, mereka juga membereskan peralatannya.

“Maksud saya, jangan anak-anak dimanjakan begitu saja. Jadi, dengan MBG, kita bisa memberikan literasi makanan bergizi, literasi kesehatan, termasuk juga pembinaan karakter. Selain itu, potensi ekonomi masyarakat desa juga harus diperhatikan. Harapannya, bahan-bahan yang digunakan oleh MBG adalah bahan makanan lokal,” pungkasnya.

Profil Kampung KB Aster Ramah Anak

Desa Rancapanggung terletak di bagian barat Kecamatan Cililin dengan luas wilayah sekitar 739 hektare. Secara administratif, desa ini berbatasan dengan Desa Bongas di utara dan timur, Desa Mukapayung di selatan, serta Desa Cikadu di barat.

Berdasarkan data kependudukan, jumlah kepala keluarga tercatat 3.813 dengan rincian 3.161 kepala keluarga laki-laki dan 652 perempuan. Total jiwa mencapai 12.143, terdiri atas 5.628 laki-laki dan 5.481 perempuan. Jumlah pasangan usia subur sebanyak 2.159, dengan peserta KB aktif 1.099 yang tersebar dalam penggunaan IUD (80), MOW (34), MOP (2), implan (116), suntik (755), pil (94), dan kondom (13).

Kampung KB Aster Ramah Anak memiliki visi mewujudkan keluarga yang berkualitas, bernilai moral, sosial, dan etika untuk menjadikan masyarakat yang lebih baik melalui program Bangga Kencana. Misinya meliputi optimalisasi partisipasi masyarakat, penciptaan keluarga sejahtera dan mandiri, serta penanaman nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial.

Dukungan lintas sektor pun mengalir, mulai dari Dinas Sosial (bantuan kursi roda, rutilahu, alat pendengaran), DP2KBP3A (pelayanan KB dan alat peraga edukasi), Dinas Pertanian dan Peternakan (bibit tanaman, traktor, bantuan sapi), Disdukcapil (pelayanan adminduk), Dinas Kesehatan (alat antropometri), Polres Cimahi (sosialisasi kampung bebas narkoba dan bansos), hingga Dinas Pendidikan, Disarpus, Diskoperindag, dan Dishub.

Kunjungan ditutup dengan diskusi dan doa bersama. Pemerintah berharap melalui kegiatan ini akan terbangun sinergi yang semakin kuat, meningkatnya kualitas pelaksanaan program, serta terwujudnya keluarga berkualitas, masyarakat sejahtera, dan generasi unggul. (nk-kk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *