Bandung Barat, 24 Mei 2026. Pemerintah Kabupaten Bandung Barat memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 dengan menekankan pentingnya kolaborasi antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah dalam membangun hubungan industrial yang sehat, produktif, serta berkeadilan.
Kegiatan yang berlangsung bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serikat pekerja, pelaku usaha, BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, dan Bank bjb Cabang Padalarang itu mengusung tema “Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Pekerja” dengan slogan “Satu Tekad, Satu Tujuan, Sejahtera Bersama”.

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bandung Barat Eriska Hendrayana, Kapolres Cimahi Niko N Adi Putra, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bandung Barat, perwakilan APINDO, BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, serta pimpinan federasi serikat pekerja dan buruh.
Peringatan Hari Buruh tahun ini juga diisi dengan edukasi mengenai bahaya narkoba yang disampaikan jajaran Polres Cimahi. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan kerja yang aman dan sehat bagi para pekerja.

Dalam laporan kegiatan, Yoppie Indrawan Iskandar menyampaikan bahwa peringatan May Day 2026 dilaksanakan berdasarkan ketentuan perundang-undangan ketenagakerjaan dan bertujuan memperkuat sinergi di bidang ketenagakerjaan.
“Tujuannya sebagai upaya membangun sinergi, menciptakan ketenagakerjaan yang kondusif, dan bebas narkoba,” ujar Yoppie.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut didukung pembiayaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta dukungan dari sejumlah pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan.

Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail dalam sambutannya mengapresiasi seluruh unsur yang terlibat dalam penyelenggaraan peringatan Hari Buruh tahun ini. Menurut dia, peringatan May Day tidak hanya menjadi agenda tahunan, melainkan ruang memperkuat komunikasi dan kebersamaan antarunsur ketenagakerjaan.
“Saya menyambut baik laporan penyelenggaraan dari Kepala Dinas Tenaga Kerja bahwa peringatan May Day tahun ini tidak hanya menjadi kegiatan tahunan, tetapi memperkuat sinergi antara pekerja, buruh, pengusaha, dan pemerintah dalam mendorong kemajuan industri serta meningkatkan kesejahteraan pekerja,” kata Jeje.
Ia menilai kemajuan industri daerah tidak dapat dipisahkan dari terciptanya hubungan industrial yang harmonis dan saling menghargai. Karena itu, diperlukan komitmen bersama agar iklim ketenagakerjaan tetap kondusif dan produktif.

Menurut Jeje, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat juga terus mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja, perlindungan hak-hak pekerja, serta penguatan dialog sosial dalam penyelesaian persoalan ketenagakerjaan.
Selain itu, pemerintah daerah mengingatkan pentingnya kepedulian bersama terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba di lingkungan kerja. Persoalan tersebut dinilai tidak hanya berdampak pada kesehatan individu, tetapi juga produktivitas tenaga kerja dan stabilitas industri.

Kapolres Cimahi Niko N Adi Putra mengatakan, pihak kepolisian mengapresiasi peringatan Hari Buruh di Bandung Barat yang berlangsung tertib dan diisi kegiatan positif.
“Saya senang dan gembira karena teman-teman melaksanakan peringatan May Day dengan kegiatan yang positif,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa penyalahgunaan narkoba dapat menurunkan produktivitas manusia dan memunculkan dampak sosial yang luas. Karena itu, edukasi mengenai narkoba perlu dilakukan secara berkelanjutan, termasuk di lingkungan industri dan pekerja.

Menurut Niko, saat ini peredaran narkoba sintetis semakin mengkhawatirkan karena proses transaksi dan pembelajarannya dapat dilakukan secara daring. Bahkan, kata dia, terdapat kasus produksi narkoba rumahan di wilayah Lembang yang melibatkan pelaku residivis.
Ia juga membuka ruang komunikasi dengan serikat pekerja untuk menjaga situasi ketenagakerjaan yang aman dan kondusif di wilayah Bandung Barat.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Cabang (PC) SPL FSPMI Kabupaten Bandung Barat Dede Rahmat menekankan bahwa Hari Buruh memiliki akar sejarah panjang perjuangan pekerja dalam memperjuangkan hak dasar ketenagakerjaan, termasuk jam kerja delapan jam sehari.

Menurut dia, semangat perjuangan tersebut tetap relevan dalam mendorong perlindungan dan kesejahteraan pekerja saat ini.
Dede juga mengapresiasi komunikasi yang selama ini terjalin antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan serikat pekerja di Kabupaten Bandung Barat. Ia menilai situasi hubungan industrial yang kondusif menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas daerah dan iklim investasi.
Meski demikian, ia menyampaikan sejumlah aspirasi terkait perhatian terhadap sektor ketenagakerjaan, termasuk kebutuhan dukungan anggaran yang lebih memadai bagi program ketenagakerjaan dan fasilitas pelayanan Dinas Tenaga Kerja.

Peringatan Hari Buruh Internasional sendiri diperingati secara global setiap 1 Mei untuk mengenang perjuangan pekerja dalam memperoleh hak-hak dasar ketenagakerjaan. Di Indonesia, May Day telah menjadi hari libur nasional dan umumnya diisi dengan kegiatan dialog, aksi damai, serta program sosial.
Tema yang diangkat pada May Day 2026 di Kabupaten Bandung Barat menekankan bahwa kemajuan industri dan kesejahteraan pekerja merupakan dua hal yang saling berkaitan. Industri membutuhkan tenaga kerja yang produktif dan terlindungi, sementara kesejahteraan pekerja memerlukan pertumbuhan ekonomi dan usaha yang berkelanjutan.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan pekerja, diharapkan tercipta hubungan industrial yang sehat, mampu menjaga produktivitas, sekaligus memberikan perlindungan dan kesejahteraan bagi para pekerja di Kabupaten Bandung Barat. (aq-nk)