Cihampelas, 22 Juli 2026. Pemilihan Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) unsur keterwakilan perempuan Desa Mekarmukti, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, berlangsung lancar di GOR Desa Mekarmukti, Rabu (22/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari proses pembentukan keanggotaan BPD periode 2026–2034 yang bertujuan memperkuat representasi perempuan dalam penyelenggaraan pemerintahan desa.
Pemungutan suara diikuti 126 pemilih dari total 128 pemilih yang telah ditetapkan. Tingkat kehadiran tersebut menunjukkan tingginya partisipasi kelompok perempuan yang berasal dari unsur PKK, kader, serta berbagai organisasi perempuan di Desa Mekarmukti.

Hadir dalam kegiatan itu Sekretaris Desa Mekarmukti, Ketua BPD Mekarmukti Agus Djaelani, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), warga, serta tamu undangan lainnya yang turut menyaksikan jalannya proses pemilihan.
Lima calon mengikuti pemilihan keterwakilan perempuan, yakni Eneng Hotimah, Gina Saadah Dayutiani, Titik Mulyani, Eli Ratna Dewi, dan Didah Supriatin. Berdasarkan hasil penghitungan suara, Didah Supriatin memperoleh suara terbanyak dengan 31 suara. Eli Ratna Dewi meraih 37 suara, Eneng Hotimah 28 suara, Gina Saadah Dayutiani 23 suara, dan Titik Mulyani memperoleh 7 suara. Data hasil perolehan suara tersebut selanjutnya menjadi dasar penetapan sesuai ketentuan panitia penyelenggara.

Ketua Panitia Pemilihan BPD Desa Mekarmukti, Yayat, menjelaskan bahwa seluruh tahapan telah dilaksanakan mulai dari pembentukan panitia, penjaringan bakal calon, verifikasi administrasi, hingga pemungutan dan penghitungan suara.
“Alhamdulillah, seluruh tahapan dapat berjalan dengan baik. Sebelumnya kami juga telah melaksanakan pemilihan keterwakilan wilayah di empat dusun. Untuk pemilihan keterwakilan perempuan, antusiasme pemilih sangat tinggi, bahkan tingkat partisipasinya mencapai sekitar 99 persen dari unsur perempuan yang memiliki hak pilih,” ujar Yayat.

Ia menerangkan, proses pembentukan anggota BPD dilakukan melalui mekanisme yang telah ditetapkan agar setiap wilayah maupun unsur perempuan memiliki kesempatan menyampaikan aspirasi masyarakat. Menurutnya, keberadaan anggota BPD memiliki peran sebagai mitra pemerintah desa dalam menampung serta menyalurkan aspirasi warga.
Yayat berharap seluruh anggota BPD yang nantinya ditetapkan dapat bekerja sama membangun Desa Mekarmukti dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat di setiap dusun.

“Harapan kami, siapa pun yang terpilih dapat menjalankan amanah, menjadi mitra pemerintah desa, serta mampu menampung aspirasi masyarakat dari Dusun 1 sampai Dusun 4 demi kemajuan Desa Mekarmukti,” katanya.
Sementara itu, Didah Supriatin menyampaikan rasa syukur setelah memperoleh kepercayaan dari para pemilih untuk menjadi wakil perempuan di BPD Desa Mekarmukti periode 2026–2034.

“Alhamdulillah. Mudah-mudahan amanah yang diberikan para pemilih, terutama ibu-ibu, bisa saya jalankan dengan sebaik-baiknya,” tutur Didah.
Ia mengatakan, fokus yang ingin diperjuangkan ke depan adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendorong peran aktif perempuan dalam pembangunan desa. Menurutnya, keterlibatan perempuan dalam lembaga permusyawaratan desa diharapkan mampu memperkuat penyampaian aspirasi yang berkaitan dengan kebutuhan keluarga, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan masyarakat.

“Harapan saya, kita bisa bersama-sama membangun dan memajukan Desa Mekarmukti agar menjadi desa yang semakin baik,” ujarnya.
Pemilihan anggota BPD merupakan bagian dari mekanisme demokrasi di tingkat desa sebagaimana diatur dalam ketentuan perundang-undangan. Kehadiran unsur keterwakilan perempuan di BPD diharapkan dapat memperkuat proses musyawarah desa sehingga berbagai kebijakan yang dihasilkan mampu mengakomodasi kepentingan masyarakat secara lebih menyeluruh, termasuk mendorong partisipasi perempuan dalam pembangunan desa yang berkelanjutan. (nk)