Sukajaya Juara Futsal Ibu-Ibu se-Lembang, Mia Sutejawati Dorong Pembinaan Berkelanjutan

165 Desa KBB Bandung Barat

Lembang, 8 Agustus 2026 Desa Sukajaya berhasil jadi juara pertama lomba futsal ibu-ibu antar desa se-Kecamatan Lembang yang digelar di Lapangan Futsal Fahmi Jaya, Desa Wangunsari, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Sabtu (8/8/2026). Kemenangan itu diraih setelah tim Sukajaya mengalahkan Desa Wangunsari lewat adu penalti dengan skor 2-0.

Pertandingan final berlangsung cukup sengit. Sampai waktu normal habis, kedua tim sama-sama belum bisa mencetak gol, sehingga pemenang harus ditentukan lewat adu penalti.

Di babak ini, dua penendang dari Wangunsari gagal mencetak gol setelah tendangannya berhasil ditepis kiper Sukajaya. Sementara itu, Sukajaya sukses mencetak dua gol dari dua kesempatan awal. Hasil tersebut memastikan Sukajaya keluar sebagai juara pertama, sedangkan Wangunsari harus puas di posisi kedua.

Bagi Ketua TP PKK Desa Sukajaya, Mia Sutejawati, kemenangan ini cukup mengejutkan karena tim dibentuk dalam waktu yang sangat singkat. Ia menyebut para pemain hanya sempat latihan satu kali sebelum turun ke pertandingan.

“Acara itu dadakan banget. Mereka cuma latihan sekali, itu pun belum lengkap semua pemainnya,” kata Mia.

Menurut Mia, tim ini awalnya dibentuk dari warga yang memang bersedia ikut. Dari jumlah yang terbatas, akhirnya terkumpul pemain dari berbagai wilayah di Desa Sukajaya hingga bisa membentuk satu tim.

Meski begitu, hasil juara ini bukan cuma soal menang di lapangan, tapi juga menunjukkan mulai tumbuhnya minat warga, khususnya ibu-ibu, untuk aktif di olahraga desa. Mia juga menilai ada beberapa pemain yang tampil cukup menonjol selama turnamen.

Salah satunya Wawa yang menjadi kapten tim sekaligus meraih penghargaan pemain terbaik di ajang tersebut.

Mia berharap pencapaian ini bisa jadi awal agar para pemain tetap aktif berolahraga setelah turnamen selesai. Menurutnya, tim futsal ibu-ibu di tingkat desa masih jarang, jadi perlu terus dibina supaya tidak berhenti di satu event saja.

“Lebih kompak lagi aja. Mungkin bisa rutin latihan biar jadi tim yang solid,” ujar Mia.

Ia juga berharap tim futsal putri Sukajaya bisa terus jadi bagian dari kegiatan olahraga desa, tidak hanya menunggu turnamen. Dengan latihan rutin, para pemain bisa tetap bugar sekaligus meningkatkan kemampuan secara bertahap.

“Kalau pun nggak ada lomba, kita tetap bangga punya tim. Tim futsal putri, karena kan memang masih jarang,” katanya.

Lomba futsal ini menjadi yang pertama mempertemukan tim ibu-ibu dari desa-desa di Kecamatan Lembang. Dari 45 tim yang mendaftar, panitia hanya bisa menurunkan 20 tim karena keterbatasan waktu pelaksanaan.

Selain Sukajaya sebagai juara pertama, Desa Wangunsari menempati posisi kedua, Desa Langensari di peringkat ketiga, dan Desa Pagerwangi di posisi keempat. Panitia juga memberikan beberapa penghargaan lain seperti pemain terbaik, kostum terbaik, dan suporter paling kompak.

Bagi Mia, kegiatan ini bukan sekadar soal hasil pertandingan. Lebih dari itu, ini jadi ruang bagi perempuan untuk bersosialisasi, membangun kekompakan, dan tetap aktif bergerak bersama warga dari desa lain.

Hal senada juga disampaikan Ketua TP PKK Desa Wangunsari, Novianti, yang menilai kegiatan ini menunjukkan bahwa kader PKK tidak hanya aktif di administrasi dan program sosial, tapi juga bisa berprestasi di bidang olahraga.

“Kalau digali lagi, ibu-ibu PKK itu bukan cuma jago administrasi, tapi juga bisa di olahraga,” ujar Novianti.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kecamatan Lembang, Maya Ekawati, mengatakan tingginya jumlah pendaftar menunjukkan antusiasme masyarakat yang besar. Dari 45 tim yang mendaftar, sekitar 25 tim tidak bisa ikut karena pertandingan hanya digelar dalam satu hari.

Maya berharap kegiatan ini bisa terus berlanjut di tahun-tahun berikutnya. Menurutnya, ajang seperti ini penting supaya olahraga antar desa tidak cuma jadi acara sekali lewat, tapi bisa berkembang jadi agenda rutin yang mempererat hubungan warga.

Bagi Sukajaya, gelar juara ini jadi awal yang cukup manis untuk tim yang bahkan baru latihan sekali. Tantangan berikutnya adalah menjaga semangat dan kekompakan agar tim tetap aktif. Jika dibina secara rutin, bukan tidak mungkin Sukajaya bisa terus berkembang di kompetisi berikutnya.

Kemenangan ini pun bukan cuma soal skor 2-0 di adu penalti, tapi juga membuka peluang lebih besar untuk pembinaan olahraga perempuan di desa. Mia Sutejawati berharap para pemain tidak berhenti di momen juara ini saja, tapi terus latihan dan menjaga kekompakan sebagai satu tim.

Ke depan, TP PKK Desa Sukajaya berencana mengagendakan latihan rutin mingguan dengan melibatkan pelatih lokal. Selain itu, mereka juga akan mulai menjajaki pertandingan persahabatan dengan desa lain sebagai bagian dari penguatan pengalaman bertanding.

Dengan langkah tersebut, Sukajaya berharap prestasi ini tidak berhenti sebagai kemenangan sesaat, melainkan menjadi fondasi lahirnya tim futsal ibu-ibu yang lebih solid, berkelanjutan, dan mampu bersaing di tingkat yang lebih luas. (aq-nk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *