Lembang, 9 Sept 2026 Diki Rohani, Kepala Desa Wangunsari, Kecamatan Lembang, terpilih sebagai Ketua DPC APDESI Merah Putih Kabupaten Bandung Barat periode 2026-2033 melalui Musyawarah Cabang (Muscab) IV yang berlangsung di Hotel The Radiant Kayu Ambon, Lembang.
Dalam pemilihan tersebut, Diki memperoleh 10 suara, sedangkan kandidat lainnya, Ayi Muhidin, Kepala Desa Cijambu, Kecamatan Cipongkor, memperoleh delapan suara. Hasil tersebut menempatkan Diki sebagai pimpinan baru organisasi yang menaungi pemerintah desa di Kabupaten Bandung Barat.
Diki mengatakan kepengurusan yang dipimpinnya akan melanjutkan berbagai program yang sudah berjalan baik pada periode sebelumnya. Sementara sejumlah hal yang masih memiliki kekurangan akan dievaluasi untuk kemudian diperbaiki sesuai kebutuhan desa.
“Yang bagus saya akan pertahankan dari pengurus sebelumnya, kemudian yang kurang-kurangnya atau ada hal-hal yang baru kita akan ciptakan di masyarakat desa,” kata Diki.

Ia mengakui tugas sebagai ketua APDESI membutuhkan proses belajar dan komunikasi dengan banyak pihak. Karena itu, Diki berencana memanfaatkan pengalaman para pengurus sebelumnya serta kepala desa yang lebih senior sebagai bahan dalam menjalankan organisasi.
Menurut Diki, langkah awal kepengurusan baru adalah menyusun struktur organisasi dan merumuskan program kerja. Program tersebut diarahkan pada kebutuhan yang dianggap penting bagi desa dan masyarakat Kabupaten Bandung Barat.
Salah satu isu yang menjadi perhatian Diki adalah optimalisasi Koperasi Desa Merah Putih dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Kedua kelembagaan tersebut dinilai memiliki kaitan dengan penguatan ekonomi desa, tetapi tingkat kesiapan masing-masing desa tidak sama.

Diki menyoroti persoalan ketersediaan lahan sebagai salah satu kendala dalam pelaksanaan Koperasi Desa Merah Putih. Karena itu, persoalan tersebut perlu dikomunikasikan agar kebijakan dapat diterapkan dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan.
“Ini yang coba kami komunikasikan terus-menerus, karena ini menjadi permasalahan juga di beberapa desa,” ujarnya.
Selain persoalan program desa, Diki juga menyinggung pentingnya memastikan masyarakat tetap memperoleh akses dalam proses demokrasi. Ia menilai setiap kebijakan yang diterapkan di desa perlu memperhatikan kondisi masyarakat, termasuk warga lanjut usia dan masyarakat yang memiliki keterbatasan tertentu.
Menurut dia, dukungan terhadap program pemerintah tetap harus berjalan bersamaan dengan upaya memastikan hak masyarakat dapat dilaksanakan dengan baik.

Diki berharap APDESI dapat menjadi ruang komunikasi antara pemerintah desa dengan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Organisasi tersebut, menurut dia, perlu membantu menyampaikan persoalan yang dihadapi desa sekaligus mengawal program pembangunan yang memiliki manfaat bagi masyarakat.
Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail dalam Muscab IV APDESI menegaskan pentingnya hubungan pemerintah daerah dengan para kepala desa. Jeje mengatakan desa mempunyai posisi strategis karena pembangunan daerah pada akhirnya harus dirasakan masyarakat di tingkat desa.
“Saya selalu bersama kepala desa. Kita bersama-sama membangun Bandung Barat,” ujar Jeje.
Jeje juga meminta APDESI menjaga kekompakan dan kebersamaan agar organisasi dapat berperan dalam mendukung pembangunan Kabupaten Bandung Barat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bandung Barat Dudi Supriadi menyampaikan perkembangan persiapan pemilihan kepala desa secara elektronik atau e-voting.
Dudi mengatakan persiapan masih berada pada tahap teknis. Pemerintah daerah tengah melakukan mitigasi potensi persoalan, verifikasi daftar pemilih tetap, pembentukan kepanitiaan, serta pemenuhan sarana dan prasarana.
Pelaksanaan e-voting direncanakan mempertimbangkan kesiapan masing-masing wilayah. Karena itu, penerapannya tidak langsung dilakukan serentak di seluruh titik desa.

Bagi Diki, berbagai agenda tersebut menjadi bagian dari tantangan kepengurusan APDESI selama periode mendatang. Ia berharap organisasi dapat menjalankan perannya dengan membangun komunikasi yang terbuka dan memperkuat kerja sama antar pemerintahan.
“Harapan saya ke depan mudah-mudahan APDESI di awal kepemimpinan saya bisa menjadi lebih baik,” kata Diki.
Ia berharap kepemimpinannya dapat memberikan manfaat bagi 165 desa di Kabupaten Bandung Barat, sekaligus mendukung upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat dan mengawal program pembangunan daerah sesuai kebutuhan desa. (nk)