Dari Latihan Sekali ke Juara Ketiga, Perjuangan Ibu-ibu Kader Langensari di Turnamen Futsal Lembang

Blog

Lembang, 8 Agustus 2026 Desa Langensari, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, meraih juara ketiga dalam turnamen futsal ibu-ibu TP PKK se-Kecamatan Lembang yang berlangsung di Lapangan Futsal Fahmi Jaya, Desa Wangunsari. Hasil tersebut menjadi pengalaman tersendiri bagi Karlina, perwakilan Pemerintah Desa Langensari, dan Eti, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Langensari, yang turut memperkuat tim dalam pertandingan.

Karlina mengatakan pencapaian tersebut di luar perkiraan karena sebagian besar pemain Langensari tidak memiliki pengalaman sebagai pemain futsal. Persiapan tim juga berlangsung sangat singkat. Mereka hanya menjalani satu kali latihan sebelum pertandingan.
“Alhamdulillah, senang. Dan tidak menyangka, karena kita bukan pemain. Tapi karena kita latihannya juga mendadak,” kata Karlina.

Menurut Karlina, hasil tersebut tidak terlepas dari kerja sama berbagai unsur di Desa Langensari. Pemerintah desa, TP PKK, lembaga desa, RT, serta BPD ikut memberikan dukungan sehingga tim dapat mengikuti pertandingan hingga meraih posisi ketiga.

Ia menilai capaian itu memiliki arti tersendiri bagi Desa Langensari. Bagi para pemain yang baru pertama mengikuti pertandingan futsal, keberhasilan menembus perebutan posisi tiga besar menjadi pengalaman yang dapat menambah kepercayaan diri.
“Berkat kerja keras dan kolaborasi dari Pemdes, juga PKK, juga Ketua RT dan BPD juga. Akhirnya kita bisa menang juga, juara ketiga. Buat kita itu sesuatu hal yang luar biasa,” ujar Karlina.

Pengalaman serupa disampaikan Eti. Sebagai anggota BPD yang ikut dalam tim, ia melihat keberhasilan Langensari sebagai hasil kerja bersama. Dukungan tidak hanya datang dari pemerintah desa dan lembaga desa, tetapi juga melibatkan unsur masyarakat, termasuk RT dan kader posyandu.
“Perjuangan lah semuanya. Ini masih energi dari Pemdes, lembaga, RT, kader posyandu. Alhamdulillah bisa meraih juara ketiga,” kata Eti.

Singkatnya waktu persiapan membuat tim Langensari menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Eti mengakui para pemain sempat merasa gugup karena baru pertama mengikuti perlombaan tersebut. Keterbatasan latihan juga membuat pembagian posisi pemain belum berjalan optimal.
“Pasti nervous, kan kita baru pertama kali ikut perlombaan ini. Baru latihan sekali, jadi posisi belum benar-benar,” ujar Eti.

Meski demikian, keterbatasan tersebut tidak mengurangi kegembiraan para pemain. Eti mengatakan pertandingan justru memberikan pengalaman baru dan membuat para peserta merasa terhibur. Ia berharap kegiatan olahraga semacam itu dapat kembali dilaksanakan sehingga para pemain memiliki kesempatan untuk berlatih dan mengikuti pertandingan lain.
“Buat ke depannya mudah-mudahan bisa berlanjut lagi. Kita bisa sambil latihan juga ke depannya,” katanya.

Turnamen futsal tersebut merupakan kegiatan yang mempertemukan ibu-ibu TP PKK dari berbagai desa di Kecamatan Lembang. Panitia mencatat 45 tim mendaftarkan diri, tetapi hanya 20 tim yang dapat mengikuti pertandingan karena kegiatan berlangsung dalam satu hari.
Ketua TP PKK Kecamatan Lembang, Maya Ekawati, mengatakan tingginya jumlah pendaftar menunjukkan antusiasme peserta yang melampaui perkiraan awal. Kegiatan yang dirancang sebagai ruang olahraga dan hiburan bagi kader PKK mendapat respons luas dari masyarakat.
“Alhamdulillah sekali ternyata antusias dari para kader kami, bahkan masyarakat pun sangat antusias. Mereka berbondong-bondong mendaftarkan secara per tim,” kata Maya.

Pertandingan berlangsung dengan konsep yang berbeda dari kompetisi futsal pada umumnya. Para peserta menggunakan daster sebagai bagian dari konsep kegiatan yang menekankan olahraga, hiburan, dan kebersamaan. Sportivitas tetap menjadi bagian penting selama pertandingan.
Di lapangan, Langensari memastikan posisi ketiga setelah mengalahkan Desa Pagerwangi dengan skor 2-1. Desa Sukajaya keluar sebagai juara pertama setelah menang atas Desa Wangunsari melalui adu penalti, sedangkan Wangunsari menempati posisi kedua.

Bagi Langensari, hasil tersebut sekaligus menjadi awal bagi pengembangan kegiatan olahraga perempuan di tingkat desa. Karlina dan Eti berharap pengalaman pertama itu tidak berhenti pada perolehan piala, tetapi dapat dilanjutkan dengan latihan yang lebih teratur.

Tingginya jumlah pendaftar juga menjadi catatan bagi penyelenggara untuk memperbaiki format pertandingan pada pelaksanaan berikutnya. Dengan persiapan yang lebih panjang dan kesempatan partisipasi yang lebih luas, kegiatan olahraga ibu-ibu TP PKK dapat menjadi ruang untuk memperkuat kebugaran sekaligus hubungan antarwarga di Kecamatan Lembang.

Maya berharap kegiatan tersebut dapat dilanjutkan pada tahun-tahun berikutnya. Menurut dia, keberlanjutan kegiatan perlu dijaga agar olahraga masyarakat tetap berkembang di tingkat desa.
“Setelah saya dan Bapak sudah tidak lagi atau purna tugas di Kecamatan Lembang, ada yang melanjutkan,” kata Maya.

Keberhasilan Langensari menunjukkan bahwa keterbatasan pengalaman dan waktu latihan tidak menghalangi warga untuk berpartisipasi dalam kegiatan olahraga bersama. Dari satu kali latihan, para pemain mendapatkan pengalaman bertanding, kebersamaan, sekaligus dorongan untuk membangun kegiatan olahraga yang lebih teratur di lingkungan desa. (aq-nk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *