Desa Cibodas Juara 1 Inovasi Daerah, Kades Dindin Sukaya Apresiasi Pemuda Cibodas

165 Desa KBB Profil

Lembang, 22 Juni 2026 Desa Cibodas, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, meraih Juara I Lomba Inovasi Daerah Kategori Pemerintah Desa pada peringatan Hari Jadi ke-19 Kabupaten Bandung Barat. Penghargaan tersebut diberikan langsung pada upacara oleh Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail kepada Kepala Desa Dindin Sukaya atas keberhasilan inovasi Cybernet Cibodas, layanan internet desa yang dikembangkan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Karya Mandiri dan kini menjadi salah satu penopang transformasi pelayanan publik berbasis digital.

Kepala Desa Cibodas, Dindin Sukaya, menyampaikan apresiasi kepada para pemuda yang menjadi penggerak utama Cybernet. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil proses panjang yang telah dimulai sejak 2021, bukan keberhasilan yang diperoleh dalam waktu singkat.
“Alhamdulillah saya mengapresiasi anak-anak yang di Cybernet. Perintisan ini bukan berarti tiba-tiba mendapatkan juara. Saya melihat perjuangan mereka sejak 2021 ketika kebutuhan internet sudah menjadi kebutuhan masyarakat,” kata Dindin saat ditemui di Kantor Desa Cibodas.

Ia menjelaskan, saat pengembangan Cybernet dimulai, berbagai penyedia layanan internet sebenarnya telah masuk ke wilayah Cibodas. Namun pemerintah desa memilih memanfaatkan potensi yang dimiliki sendiri melalui BUMDes agar manfaat ekonomi maupun pelayanan dapat kembali dirasakan masyarakat.

Menurut Dindin, Cybernet kini menjadi salah satu unit usaha unggulan BUMDes Karya Mandiri. Selain menyediakan akses internet yang lebih merata, layanan tersebut juga dipersiapkan sebagai fondasi pengembangan sistem pelayanan pemerintahan desa berbasis digital.
“Cybernet menjadi primadona kami karena nantinya akan merambah pelayanan kepada masyarakat melalui konsep Simpel Desa. Warga tidak harus selalu datang ke kantor desa untuk mengurus berbagai pelayanan,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterlibatan generasi muda yang memiliki kemampuan di bidang teknologi informasi menjadi salah satu faktor penting dalam perkembangan Cybernet. Pemerintah desa memandang kolaborasi tersebut sebagai investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Program Cybernet sendiri berawal dari bantuan pembangunan menara internet yang diterima Pemerintah Desa Cibodas pada 2022. Fasilitas tersebut kemudian dikembangkan menjadi jaringan RT/RW Net yang dikelola oleh BUMDes.

Pada tahap awal, layanan internet diberikan secara gratis sebagai uji coba kepada masyarakat. Respons warga yang positif mendorong pengembangan jaringan secara bertahap. Dalam tiga bulan pertama, Cybernet berhasil memperoleh sekitar 20 pelanggan.

Seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap internet, pengelolaan jaringan terus diperkuat. Pada 2023 sistem migrasi dari jaringan satelit ke kabel sehingga jangkauan layanan meluas hingga 17 RW dengan sekitar 120 pelanggan aktif.

Perkembangan tersebut berlanjut pada 2024 ketika jumlah pelanggan meningkat menjadi sekitar 300 sambungan. Memasuki 2025 jumlah pelanggan telah mencapai lebih dari 400 pelanggan aktif dengan kapasitas bandwidth sekitar satu terabyte yang memungkinkan koneksi internet lebih stabil untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pembelajaran daring, usaha mikro, hingga siaran langsung penjualan produk melalui media sosial.

Untuk membangun infrastruktur jaringan, BUMDes sempat memperoleh pembiayaan sekitar Rp400 juta dari penyedia layanan internet (ISP). Pembiayaan tersebut berhasil diselesaikan dalam kurun waktu tiga tahun sehingga operasional Cybernet dapat berjalan lebih mandiri.

Pemerintah Desa Cibodas juga menerapkan strategi pelayanan dengan meminjamkan perangkat router kepada pelanggan agar kualitas jaringan tetap terjaga. Langkah tersebut dinilai mampu menjaga kepuasan pengguna sekaligus mendukung perluasan akses internet di lingkungan permukiman.

Pada hari yang sama, Desa Cibodas juga memulai pelaksanaan Car Free Day perdana yang melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk beraktivitas sekaligus memperkuat perputaran ekonomi lokal.

Dindin menyebut pelaksanaan Car Free Day merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari BUMDes, Koperasi Merah Putih, anggota DPRD Kabupaten Bandung Barat, panitia pelaksana, hingga dukungan media massa.
“Hari ini Car Free Day perdana dibuka. UMKM yang berjualan mendapat respons sangat baik. Terima kasih kepada semua pihak yang telah berkolaborasi dan kepada rekan-rekan media yang terus bermitra dengan kami. Mudah-mudahan sinergi ini terus berjalan,” tuturnya.

Keberhasilan Cybernet menunjukkan bahwa inovasi di tingkat desa dapat berkembang melalui pemanfaatan potensi lokal, dukungan teknologi, dan keterlibatan masyarakat. Di tengah meningkatnya kebutuhan layanan digital, pengalaman Desa Cibodas menjadi contoh bahwa pemerataan akses internet tidak hanya mendukung aktivitas ekonomi, tetapi juga membuka jalan bagi pelayanan publik yang lebih cepat, efisien, dan mudah dijangkau warga. (aq-nk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *