Penyaluran Bantuan Pangan di Desa Cililin Diharapkan Membantu Warga Hadapi Tekanan Ekonomi

165 Desa KBB Bandung Barat

Cililin, 23 Juni 2026. Sebanyak 1.621 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Cililin, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat menerima bantuan pangan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng. Penyaluran bantuan berlangsung di GOR Desa Cililin, Selasa (23/6/2026), dengan dihadiri Kepala Desa Cililin Tedi Kurniadi beserta jajaran pemerintah desa.

Bantuan tersebut merupakan bagian dari program pemerintah untuk membantu masyarakat yang memenuhi kriteria penerima manfaat berdasarkan data yang telah ditetapkan. Pemerintah desa memfasilitasi proses penyaluran agar berjalan tertib dan tepat sasaran.

Kepala Desa Cililin, Tedi Kurniadi, mengatakan bantuan pangan telah disalurkan sejak beberapa hari sebelumnya dan diharapkan dapat meringankan beban masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang masih menghadapi berbagai tantangan.
“Alhamdulillah, kita dari kemarin sudah membagikan bantuan sosial berupa beras dan minyak. KPM-nya 1.621 KPM. Mudah-mudahan ini bisa membantu warga masyarakat di wilayah Desa Cililin,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta Pemerintah Pusat atas terselenggaranya program bantuan tersebut.

Menurut Tedi, bantuan pangan memiliki arti penting bagi sebagian masyarakat yang membutuhkan. Meski nilainya terbatas, bantuan itu diharapkan dapat mengurangi pengeluaran rumah tangga penerima manfaat.
“Paling tidak, ini meringankan beban karena memang situasi dan kondisi ekonomi yang tentunya kurang stabil. Mudah-mudahan dengan adanya pembagian beras dan minyak ini bisa membantu warga masyarakat,” katanya.

Tedi menjelaskan, jumlah kepala keluarga di Desa Cililin mencapai lebih dari tiga ribu. Namun, tidak seluruhnya dapat menerima bantuan karena penetapan penerima dilakukan berdasarkan kategori dan kriteria yang telah ditentukan pemerintah.
“Kalau memang kita mengambil per KK, itu banyak, hampir 3 ribuan lebih. Tentunya banyak juga yang memang tidak kebagian. Pemerintah menilai berdasarkan kategori yang memang layak mendapatkan bantuan. Kita juga ingin semua mendapatkan, tetapi yang memenuhi kriteria sebanyak 1.621 KPM,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa bantuan yang disalurkan kali ini merupakan alokasi untuk periode Maret dan April 2026. Sebelumnya, bantuan untuk Januari dan Februari juga telah diterima oleh masyarakat yang terdaftar sebagai penerima manfaat.

Pemerintah desa berharap penyaluran bantuan dapat kembali dilakukan pada periode berikutnya sehingga masyarakat yang masih membutuhkan tetap memperoleh dukungan dari pemerintah.
“Mudah-mudahan bulan Agustus nanti ini bisa turun lagi. Saya harapkan bantuan ini bisa terus dilakukan oleh pemerintah karena warga masyarakat terbantu sekali,” tutur Tedi.

Dalam kesempatan itu, Tedi juga menjelaskan bahwa pemerintah desa tidak menentukan daftar penerima bantuan secara mandiri. Data penerima berasal dari pemerintah pusat melalui mekanisme pemutakhiran data kesejahteraan sosial yang mengacu pada kategori atau desil yang telah ditetapkan.

Karena itu, pemerintah desa terus berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat apabila terdapat warga yang mempertanyakan status kepesertaannya.
“Datanya dari pusat. Kita tentunya bekerja sama dengan dinas sosial untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat sehingga tidak muncul anggapan bahwa desa yang menentukan penerimanya,” jelasnya.

Mengenai proses verifikasi, Tedi menyebut penyaluran bantuan juga mempertimbangkan data penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang telah tersedia sebagai salah satu acuan.

Ia optimistis bantuan yang disalurkan kali ini telah diterima oleh masyarakat yang memang berhak. Meski masih terdapat sejumlah pertanyaan dari warga yang belum memperoleh bantuan, pemerintah desa berupaya memberikan penjelasan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Ya, mudah-mudahan tepat sasaran. Dan saya yakin yang hari ini menerima memang tepat sasaran. Walaupun memang ada yang protes, pemerintah harus bisa memberikan penjelasan karena semuanya sudah berdasarkan kategori,” katanya.

Melalui penyaluran bantuan pangan tersebut, pemerintah berharap kebutuhan dasar masyarakat dapat lebih terbantu sekaligus menjaga ketahanan pangan keluarga, terutama bagi warga yang masuk kelompok rentan secara ekonomi. (aq-nk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *