H. Ade Wawan Sebut Ribuan Santri Jadi Cermin Kepercayaan Publik kepada Al-Falah di Usia ke-56 (Haol Ayah ke-9 dan Ibu ke-8)

Kabupaten Bandung Nasional Profil

Nagreg, 12 Juli 2026. Pondok Pesantren Al-Qur’an Al-Falah memperingati Milad ke-56 sekaligus Haul Muassis KH. Q. Ahmad Syahid ke-9 dan Haul Hj. Euis Kulsum ke-8 melalui rangkaian kegiatan yang berlangsung pada 11–12 Juli 2026. Peringatan dilaksanakan di dua lokasi, yakni Pondok Pesantren Al-Falah Nagreg sebagai pusat kegiatan milad dan Pondok Pesantren Al-Falah Cicalengka sebagai lokasi pelaksanaan haul pendiri pesantren. Ribuan santri dan alumni dari berbagai daerah hadir untuk memperkuat ikatan keilmuan sekaligus mengenang perjalanan panjang lembaga pendidikan Islam tersebut.

Ketua Ikatan Santri dan Alumni Al-Falah (ISTIFAL) periode 2025–2030, H. Ade Wawan, menjelaskan bahwa pembagian lokasi kegiatan dilakukan agar seluruh rangkaian dapat berlangsung lebih efektif sekaligus tetap mempertahankan nilai historis masing-masing pesantren. Menurutnya, Nagreg menjadi simbol pengembangan lembaga, sedangkan Cicalengka merupakan titik awal lahirnya perjuangan pendidikan Al-Qur’an yang dirintis pendiri pesantren.
“Milad tahun ini dilaksanakan di dua tempat selama dua hari. Milad dipusatkan di Pondok Pesantren Al-Falah Nagreg, sedangkan Haul Muassis dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Falah Cicalengka,” ujar Ade Wawan kepada awak media.

Kehadiran ribuan santri dan alumni memperlihatkan kuatnya jejaring sosial yang tumbuh dari lingkungan pesantren. Pertemuan lintas generasi tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang berbagi pengalaman dan penguatan komitmen untuk meneruskan nilai-nilai pendidikan yang telah dibangun sejak lebih dari lima dekade lalu. Banyak alumni mengaku kembali bertemu dengan guru-guru yang pernah membimbing mereka selama menempuh pendidikan, sekaligus mempererat hubungan dengan sesama alumni yang kini berkiprah di berbagai bidang.

Dalam perspektif sosial, hubungan antargenerasi di lingkungan pesantren memiliki fungsi penting sebagai modal sosial. Ikatan tersebut memungkinkan lahirnya kolaborasi dalam bidang pendidikan, dakwah, pemberdayaan masyarakat, hingga kegiatan ekonomi berbasis umat. Tradisi ini menjadi salah satu faktor yang membuat pesantren tetap relevan di tengah perubahan sosial yang berlangsung cepat.

Rangkaian kegiatan diisi dengan khataman Al-Qur’an, zikir, doa bersama, dan pembacaan doa yang dihadiahkan kepada almarhum KH. Q. Ahmad Syahid dan Hj. Euis Kulsum. Doa dipanjatkan agar jasa keduanya dalam membangun pendidikan Islam menjadi amal yang terus mengalir melalui para santri dan alumni yang kini tersebar di berbagai daerah.

Ade Wawan mengatakan, keberhasilan pesantren tidak hanya diukur dari usia lembaga, melainkan juga dari manfaat yang diberikan kepada masyarakat. Menurutnya, alumni Al-Falah kini menjalankan pengabdian di berbagai sektor, mulai dari pengasuh pesantren, akademisi, guru, aparatur sipil negara, pengusaha, politisi, hingga seniman dan budayawan.
“Alhamdulillah, sekarang santri Pondok Pesantren Al-Qur’an Al-Falah sudah mencapai ribuan orang yang berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Indonesia. Ini menunjukkan Al-Falah semakin dipercaya dan dicintai masyarakat,” katanya.

Perkembangan tersebut tidak terlepas dari sejarah panjang lembaga pendidikan ini. Ustaz Uten Zaenal Mutaqin, alumni angkatan 1989 sekaligus pengurus ISTIFAL, menjelaskan bahwa Pondok Pesantren Al-Qur’an Al-Falah didirikan oleh Almarhum KH. Q. Ahmad Syahid, Ph.D., seorang ulama ahli qira’at Al-Qur’an sekaligus qari nasional yang pernah meraih prestasi pada Musabaqah Tilawatil Qur’an tingkat nasional di Makassar pada 1968.

Pesantren Al-Falah I berdiri di Cicalengka pada 3 Mei 1970. Seiring meningkatnya kebutuhan pendidikan Al-Qur’an, lembaga tersebut berkembang di bawah naungan Yayasan Asysyahidiyyah yang dibentuk pada 1983. Selanjutnya, pada 1994 didirikan Al-Falah II Nagreg sebagai pengembangan dari pesantren pertama dengan tujuan memperluas akses pendidikan Al-Qur’an bagi masyarakat.

Perjalanan tersebut mencerminkan transformasi pesantren dari lembaga pendidikan tradisional menjadi institusi yang terus menyesuaikan diri dengan kebutuhan zaman. Selain mengajarkan ilmu-ilmu keislaman, Al-Falah juga mengembangkan jenjang pendidikan formal hingga perguruan tinggi sehingga memberi ruang lebih luas bagi santri untuk melanjutkan pendidikan tanpa meninggalkan basis keilmuan Al-Qur’an.

Dalam konteks kebijakan pendidikan nasional, keberadaan pesantren memiliki posisi strategis sebagai bagian dari sistem pendidikan yang diakui negara. Pesantren tidak hanya berfungsi sebagai pusat pembelajaran agama, tetapi juga sebagai institusi pembinaan karakter, penguatan literasi keagamaan, dan pembentukan sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan perkembangan sosial maupun teknologi.

Kontribusi tersebut juga berdampak pada kehidupan ekonomi masyarakat sekitar. Aktivitas ribuan santri mendorong tumbuhnya berbagai usaha mikro, perdagangan, jasa, hingga penyediaan kebutuhan pendidikan. Dengan demikian, keberadaan pesantren memberikan efek berganda yang tidak hanya dirasakan oleh lingkungan internal, tetapi juga masyarakat di sekitarnya.

Bendahara Umum ISTIFAL, Asep Sudrajat, menyampaikan apresiasi kepada seluruh alumni yang memberikan dukungan sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik. Menurutnya, partisipasi alumni mencerminkan kuatnya rasa memiliki terhadap lembaga yang telah menjadi tempat mereka menimba ilmu.

Di penghujung kegiatan, doa bersama kembali dipanjatkan agar Pondok Pesantren Al-Qur’an Al-Falah terus berkembang sebagai pusat pendidikan Islam yang adaptif terhadap tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar yang diwariskan pendirinya. Memasuki usia ke-56, perjalanan Al-Falah memperlihatkan bahwa keberlanjutan sebuah pesantren tidak hanya ditentukan oleh bangunan fisik atau jumlah santri, melainkan oleh kemampuan menjaga kesinambungan ilmu, memperkuat jejaring alumni, dan mempertahankan kepercayaan masyarakat melalui pendidikan yang memberi manfaat bagi umat. (nk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *