Maya Ekawati Paparkan Inovasi PKK Lembang, dari Pelayanan Posyandu hingga Pendidikan Anak

Bandung Barat Profil

https://liputan9news.com

Bandung Barat, 3 Nov 2026 Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kecamatan Lembang, Maya Ekawati Setyowahjudi, memaparkan pelaksanaan 10 Program Pokok PKK melalui pendekatan pelayanan langsung kepada masyarakat dalam Lomba Public Speaking TP PKK tingkat Kabupaten Bandung Barat 2026. Presentasi tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 tingkat Kabupaten Bandung Barat yang berlangsung di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Bandung Barat.

Maya tampil sebagai peserta nomor urut empat. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan berbagai program yang dijalankan TP PKK Kecamatan Lembang, terutama melalui Kelompok Kerja (Pokja) IV yang berfokus pada bidang kesehatan, pendidikan, dan pelayanan sosial. Materi presentasi bertajuk “Implementasi 10 Program Pokok PKK di Kecamatan Lembang” tersebut memperlihatkan bagaimana gerakan PKK diterjemahkan menjadi kegiatan yang berhubungan langsung dengan kebutuhan keluarga.

Salah satu program unggulan yang disampaikan ialah implementasi Posyandu dengan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM). Program ini diarahkan untuk memperluas fungsi Posyandu sebagai pusat pelayanan masyarakat yang tidak hanya berkaitan dengan kesehatan ibu dan anak, tetapi juga mencakup berbagai kebutuhan dasar lainnya.

Dalam bidang kesehatan, kegiatan TP PKK Kecamatan Lembang meliputi pemantauan pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI), pemberian vitamin A, obat cacing, edukasi keluarga sadar gizi, serta pencegahan stunting. Pendampingan terhadap ibu hamil, ibu menyusui, dan balita juga menjadi bagian dari kegiatan yang dilaksanakan bersama kader, Puskesmas, serta Tim Pendamping Keluarga (TPK).

Maya menjelaskan, edukasi kesehatan dilakukan dengan mendatangi masyarakat dan memberikan pemahaman mengenai pentingnya pemenuhan gizi, pemberian ASI eksklusif selama enam bulan, serta pemeriksaan kesehatan selama kehamilan. Bantuan berupa telur, susu, ikan, dan kebutuhan pangan lainnya juga disalurkan kepada keluarga yang membutuhkan.

Perhatian terhadap anak dengan indikasi kekurangan gizi menjadi salah satu sasaran program. Menurut Maya, persoalan tersebut tidak selalu berkaitan dengan ketersediaan makanan, tetapi juga dipengaruhi kondisi ekonomi keluarga dan keterbatasan pengetahuan mengenai pemenuhan kebutuhan gizi anak.

Pendekatan serupa diterapkan melalui inovasi GEDOR PINTU atau Gerakan Door to Door. Program ini dilakukan dengan mendatangi rumah warga untuk mengajak orang tua membawa balita ke Posyandu. Upaya tersebut dilatarbelakangi masih adanya masyarakat yang belum memahami pentingnya pelayanan kesehatan rutin, termasuk pemeriksaan tumbuh kembang anak.

Maya mengungkapkan, pendekatan persuasif dilakukan secara bertahap agar masyarakat bersedia memanfaatkan fasilitas Posyandu. Kader tidak hanya menunggu kedatangan warga, tetapi aktif membangun komunikasi dengan keluarga di lingkungan masing-masing.

Di bidang pendidikan, TP PKK Kecamatan Lembang turut menjalankan sosialisasi Wajib Belajar 13 Tahun, pencegahan anak putus sekolah, serta pendampingan anak dari keluarga kurang mampu. Maya menyebutkan, melalui kerja sama dengan sejumlah lembaga pendidikan, sekitar 150 anak telah difasilitasi untuk memperoleh akses pendidikan melalui program sekolah gratis.

Perhatian juga diberikan kepada penyandang disabilitas melalui kerja sama dengan sektor usaha. TP PKK Kecamatan Lembang menjalin komunikasi dengan Marriott Group dan lembaga pelatihan untuk membuka kesempatan pengembangan keterampilan serta kesiapan kerja bagi penyandang disabilitas.

Dalam presentasinya, Maya menyampaikan bahwa sekitar 51 anak penyandang disabilitas telah memperoleh kesempatan mengikuti program pelatihan dan penyaluran kerja sesuai kemampuan masing-masing. Upaya ini menjadi bagian dari pendekatan pemberdayaan yang memberikan ruang partisipasi lebih luas bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan.

Sementara itu, dalam bidang pekerjaan umum, Maya memperkenalkan inovasi CEK LANDES atau Cek Jalan Desa. Kegiatan tersebut dilakukan melalui pemantauan kondisi infrastruktur desa, termasuk jalan rusak, drainase, penerangan jalan umum, sanitasi, dan pengelolaan sampah. Hasil pemantauan kemudian disampaikan kepada pemerintah kecamatan dan perangkat daerah terkait untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan.

Persoalan sampah juga menjadi perhatian melalui dukungan terhadap pengelolaan sampah berbasis TPS 3R Lembang Bersih di wilayah Cipole. Program tersebut diarahkan untuk mengolah sampah menjadi produk yang memiliki nilai guna, seperti paving block dan batako.

Pada bidang perumahan rakyat, TP PKK Kecamatan Lembang turut melakukan pendataan dan pendampingan perbaikan rumah tidak layak huni. Dari sekitar 40 unit rumah yang menjadi sasaran program pada 2026, sebanyak 21 unit dilaporkan telah mendapatkan penanganan.

Adapun bidang ketenteraman dan ketertiban masyarakat mencakup pembinaan keluarga remaja, edukasi pencegahan narkoba, pencegahan pernikahan usia anak, penertiban bangunan liar, serta mitigasi bencana longsor. Koordinasi lintas sektor juga dilakukan untuk membantu penanganan kasus kekerasan seksual terhadap anak dengan melibatkan instansi terkait.

Maya turut menyoroti pelayanan sosial bagi warga yang mengalami kesulitan mengakses fasilitas kesehatan. Ia menjelaskan bahwa TP PKK Kecamatan Lembang berupaya membantu proses rujukan pasien ke rumah sakit, termasuk warga yang menghadapi keterbatasan ekonomi dan administrasi kepesertaan jaminan kesehatan.

Dalam sejumlah kasus, pendampingan dilakukan hingga pasien memperoleh penanganan dan dapat kembali ke rumah. Ia juga menceritakan keterlibatan kader dalam membantu keluarga yang menghadapi persoalan sosial, termasuk ketika warga meninggal dunia tanpa dukungan keluarga yang memadai.

Selain GEDOR PINTU dan CEK LANDES, terdapat inovasi GARAM SASHETAN (Gerakan Remaja Sadar Kesehatan), GEREBASAH (Gerakan Masyarakat Wajib Sekolah dan Berijazah), serta DORAEMON (Dorongan Ekonomi Melalui Keterampilan). Seluruh inovasi tersebut dirancang untuk memperluas edukasi, meningkatkan kepedulian kesehatan, dan mendorong kemandirian masyarakat.

Pelaksanaan program melibatkan TP Posyandu Kecamatan, kader PKK, Puskesmas, DP2KBP3A, KUA, pemerintah desa, masyarakat, serta dukungan perusahaan melalui tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), antara lain Indomaret Lembang dan Ria Busana.

Sejumlah capaian juga disampaikan dalam presentasi tersebut. Posyandu Desa Cikahuripan meraih juara pertama lomba Posyandu tingkat Kabupaten Bandung Barat dan juara ketiga tingkat Provinsi Jawa Barat. TP PKK Kecamatan Lembang juga mencatat prestasi melalui lomba bazar UP2K, sedangkan TP PKK Desa Cibodas meraih juara kedua lomba senam PKK tingkat kabupaten.


Posyandu Flamboyan di Desa Kayuambon turut menjadi salah satu percontohan Posyandu enam SPM di Kabupaten Bandung Barat dan menerima kunjungan studi tiru dari daerah lain.

Paparan Maya menjadi salah satu gambaran pelaksanaan gerakan PKK di tingkat kecamatan. Dalam konteks peringatan HKG PKK ke-54 yang melibatkan 16 kecamatan, kompetisi public speaking memberikan ruang bagi setiap perwakilan untuk menyampaikan program, inovasi, serta hasil kegiatan di wilayah masing-masing.

Partisipasi TP PKK Kecamatan Lembang dalam peringatan HKG PKK ke-54 juga mendapat dukungan langsung dari Camat Lembang Bambang Eko bersama jajaran kader TP PKK Kecamatan Lembang. Dukungan tersebut tidak hanya diberikan kepada Maya Ekawati saat menyampaikan presentasi dalam lomba public speaking, tetapi juga diwujudkan melalui keterlibatan aktif dalam berbagai rangkaian kegiatan.

TP PKK Kecamatan Lembang turut mengirimkan tim koki untuk mengikuti kegiatan lomba memasak, membuka stan UMKM yang menampilkan beragam produk unggulan khas Lembang, serta menghadirkan puluhan kader dari berbagai desa di wilayah Kecamatan Lembang. Keterlibatan tersebut memperlihatkan kerja sama antarkader dan dukungan pemerintah kecamatan dalam memperkenalkan potensi lokal sekaligus memperkuat partisipasi masyarakat dalam gerakan pemberdayaan keluarga.

Pada akhirnya, keberhasilan 10 Program Pokok PKK tidak hanya ditentukan oleh banyaknya kegiatan atau penghargaan yang diperoleh. Hal yang lebih penting ialah keberlanjutan pelayanan, ketepatan sasaran bantuan, peningkatan partisipasi masyarakat, serta kemampuan kader menjawab persoalan keluarga.

Pengalaman Kecamatan Lembang memperlihatkan bahwa peran PKK dapat berkembang melalui edukasi, pendampingan, dan koordinasi lintas sektor. Tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi program agar berbagai inovasi tersebut memberikan manfaat yang terukur dan berkelanjutan bagi masyarakat. (aq-nk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *