Bandung Barat, 3 Nov 2026 Peringatan Puncak Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 tingkat Kabupaten Bandung Barat berlangsung di Lapangan Mekarsari, Selasa, dengan menghadirkan beragam kegiatan yang memadukan pemberdayaan keluarga, pelayanan kesehatan, kreativitas kader, dan promosi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kegiatan yang diikuti jajaran Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) dari 16 kecamatan tersebut mengangkat tema “Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Astacita, Wujudkan Indonesia Emas 2045”. Tema ini menempatkan keluarga sebagai salah satu unsur penting dalam pembangunan masyarakat dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Ketua TP PKK Kabupaten Bandung Barat Hj. Sahnaz Sadiqah membuka rangkaian kegiatan yang diisi dengan jalan santai, senam bersama, line dance, kompetisi memasak, lomba public speaking, serta gelar produk unggulan UP2K PKK dari berbagai kecamatan.
Dalam sambutannya, Sahnaz mengajak seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan penuh semangat dan menjadikan peringatan HKG sebagai ruang mempererat hubungan antarkader PKK.

Ia menyampaikan, rangkaian kegiatan yang diawali dengan jalan santai dan dilanjutkan senam serta zumba diharapkan memberikan manfaat bagi kesehatan sekaligus membangun suasana kebersamaan.
“Setelah tadi kita jalan santai, kita masih ada dua lomba yang akan kita lakukan pada hari ini. Ada lomba TP PKK yang nanti akan dilakukan dan diikuti oleh perwakilan dari seluruh kecamatan Kabupaten Bandung Barat, dan juga ada lomba masak,” kata Sahnaz.

Kompetisi memasak menjadi salah satu kegiatan yang memberikan ruang bagi peserta untuk menunjukkan kreativitas dalam mengolah bahan makanan. Peserta berasal dari TP PKK kecamatan, organisasi mitra PKK, serta perangkat daerah.
Selain kompetisi, gelar produk Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) PKK turut menjadi bagian penting dalam rangkaian kegiatan. Stan-stan yang dihadirkan memperkenalkan berbagai produk unggulan, termasuk hasil usaha masyarakat yang dikembangkan melalui kelompok pemberdayaan keluarga di tingkat kecamatan.

Sahnaz mengajak para peserta dan tamu undangan mengunjungi stan produk tersebut serta memberikan dukungan terhadap produk lokal.
“Jangan lupa Ibu-Ibu siapkan kunjungi booth-nya. Jangan lupa belanja sebanyak-banyaknya sebagai tanda bukti untuk kita selalu support produk UMKM di Kabupaten Bandung Barat,” ujarnya.
Kegiatan tersebut juga dilengkapi dengan sejumlah layanan sosial bagi masyarakat. Di antaranya donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis. Kehadiran layanan ini memperluas manfaat kegiatan HKG PKK, terutama dalam mendorong kepedulian terhadap kesehatan dan partisipasi sosial.

Sejumlah stan pendukung juga menyediakan sajian gratis berupa kopi, mi, dan makanan ringan bagi pengunjung. Berbagai fasilitas tersebut melengkapi aktivitas peserta dan masyarakat yang hadir di lokasi kegiatan.
Partisipasi dunia usaha dan sejumlah lembaga turut terlihat melalui kehadiran stan produk dan dukungan penyelenggaraan. Sejumlah merek dan institusi yang tercantum sebagai pendukung antara lain bank bjb, Bio Farma, Ultra Jaya, Indofood CBP, Kalbe Nutritionals, Telkom Indonesia, Wardah, Pegadaian, BPJS Ketenagakerjaan, KPSBU Lembang, serta beberapa pelaku usaha lokal.

Keterlibatan mitra tersebut memperlihatkan adanya ruang kolaborasi antara organisasi pemberdayaan keluarga, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan lembaga pelayanan publik dalam mendukung kegiatan kemasyarakatan.
Dalam konteks pembangunan daerah, penguatan ekonomi keluarga melalui UP2K memiliki peran strategis. Kegiatan usaha yang tumbuh di lingkungan masyarakat dapat menjadi salah satu sumber pendapatan keluarga sekaligus membuka kesempatan bagi produk lokal untuk dikenal lebih luas.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail menyampaikan apresiasi terhadap peran TP PKK dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya melalui penguatan ketahanan keluarga dan pelaksanaan 10 Program Pokok PKK.
Menurut Jeje, keluarga merupakan bagian mendasar dari pembangunan masyarakat. Karena itu, kegiatan pemberdayaan yang dilakukan melalui TP PKK perlu terus diperkuat agar manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

Ia berharap kader PKK mampu mempertahankan semangat gotong royong, meningkatkan kapasitas, serta memperluas kerja sama dengan pemerintah dan berbagai unsur masyarakat.
Pemerintah daerah, kata Jeje, memerlukan dukungan seluruh elemen masyarakat untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Peran keluarga melalui kegiatan PKK menjadi salah satu bagian yang tidak terpisahkan dari upaya tersebut.
Sementara itu, pelaksanaan 10 Program Pokok PKK mencakup berbagai bidang, mulai dari penghayatan dan pengamalan Pancasila, gotong royong, pangan, sandang, perumahan dan tata laksana rumah tangga, pendidikan dan keterampilan, kesehatan, pengembangan kehidupan berkoperasi, kelestarian lingkungan hidup, hingga perencanaan sehat.

Kesepuluh program tersebut menjadi landasan kegiatan pemberdayaan keluarga yang dilaksanakan secara berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa dan kelurahan.
Sahnaz berharap kegiatan HKG PKK ke-54 tidak hanya memberikan manfaat bagi kesehatan fisik peserta, tetapi juga memperkuat hubungan antarkader dan keluarga besar PKK Kabupaten Bandung Barat.
“Semoga acara Fit & Fun Day ini tidak membuat tubuh kita sehat saja, tetapi juga bisa terus mempererat tali silaturahmi kita untuk keluarga besar PKK Kabupaten Bandung Barat,” tuturnya.
Melalui peringatan HKG ke-54, TP PKK Kabupaten Bandung Barat mendorong agar kegiatan pemberdayaan keluarga terus berjalan melalui kerja nyata di lingkungan masyarakat. Penguatan kesehatan, peningkatan keterampilan, pengembangan usaha keluarga, dan pemeliharaan gotong royong menjadi bagian dari upaya membangun keluarga yang mandiri dan sejahtera.
Dengan demikian, pelaksanaan 10 Program Pokok PKK diharapkan tidak berhenti pada kegiatan tingkat kabupaten, tetapi berlanjut menjadi aktivitas pemberdayaan yang konsisten di setiap kecamatan dan desa di Kabupaten Bandung Barat. (aq-nk)