Pembangunan Jalan Kabupaten di Mukapayung Jawab Penantian Warga Sejak 2018

165 Desa KBB Bandung Barat

Mukapayung, 24 Juli 2026 Pembangunan ruas jalan kabupaten Ciririp–Bangsaya hingga batas Kutawaringin mulai direalisasikan di wilayah Desa Mukapayung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat. Perbaikan infrastruktur tersebut diharapkan mampu meningkatkan kelancaran mobilitas masyarakat, mempercepat distribusi hasil pertanian dan perkebunan, serta memberikan akses yang lebih aman bagi warga, termasuk pelajar yang setiap hari menggunakan jalur tersebut.

Kepala Desa Mukapayung, Firman Supianto Hadi, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bandung Barat atas dimulainya pembangunan jalan yang selama ini menjadi kebutuhan masyarakat. Menurutnya, perbaikan infrastruktur akan membawa manfaat bagi berbagai aktivitas ekonomi dan sosial di desa.

“Saya selaku Kepala Desa Mukapayung, mewakili seluruh warga dan perangkat desa, mengucapkan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Bupati Bandung Barat beserta jajaran. Alhamdulillah, pembangunan infrastruktur ruas jalan kabupaten Ciririp–Bangsaya–Buninagara yang kini akan direalisasikan di wilayah desa kami, Insya Allah, akan memberikan dampak yang luar biasa,” ujar Firman.

Ia menambahkan, akses yang lebih baik akan mendukung kelancaran distribusi hasil pertanian dan perkebunan yang menjadi salah satu penopang perekonomian masyarakat setempat. Selain itu, aktivitas anak-anak menuju sekolah juga diharapkan menjadi lebih aman dan nyaman.

Firman juga menyampaikan harapan agar pemerintah daerah terus memperoleh kesehatan dan kelancaran dalam menjalankan pembangunan. Pemerintah Desa Mukapayung, kata dia, siap mendukung berbagai program lanjutan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dusun I Desa Mukapayung, U Syamsudin, menjelaskan bahwa ruas jalan yang dikerjakan memiliki panjang sekitar 1.865 meter dengan lebar 4,5 meter. Pembangunan menggunakan konstruksi hotmix dan ditargetkan rampung dalam waktu sekitar 28 hingga 31 hari.

Menurutnya, ruas jalan tersebut melintasi dua wilayah dusun, yakni Kampung Ciririp di Dusun I dan Kampung Sawah Kaweni di Dusun II. Selain pekerjaan badan jalan, proyek juga mencakup pembangunan drainase di sejumlah titik untuk mendukung ketahanan infrastruktur dan memperlancar aliran air.

“Warga turut dilibatkan, terutama untuk kegiatan kebersihan saluran drainase. Untuk pengerjaan drainase berada di wilayah Dusun. Drainase dibangun di sisi kiri dan kanan jalan dengan porsi yang merata, termasuk salah satu titik prioritas di depan kantor desa,” kata U Syamsudin.

Ia mengungkapkan, pembangunan jalan tersebut merupakan hasil usulan pemerintah desa yang telah disampaikan sejak 2018 hingga 2019. Setelah beberapa tahun menunggu, realisasi pembangunan disambut dengan rasa syukur oleh masyarakat.
“Saya pribadi sangat bersyukur. Pemerintah desa sebenarnya telah mengajukan usulan perbaikan jalan kabupaten ini sejak tahun 2018–2019, dan baru kini dapat terealisasi. Ini merupakan kabar baik yang ditunggu-tunggu oleh seluruh masyarakat Desa Mukapayung,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, proyek menggunakan dua jenis konstruksi. Ruas dari Perapatan Ojek Pertujian hingga Pasar Ciririp dibangun dengan lapisan hotmix. Sementara itu, jalur dari Pasar Ciririp menuju kawasan Masjid Al-Ikhlas yang menjadi batas wilayah Dusun I dan Dusun II dikerjakan menggunakan konstruksi rabat beton. Kombinasi kedua metode tersebut disesuaikan dengan kondisi lapangan dan kebutuhan teknis di masing-masing segmen jalan.

Meski pembangunan telah dimulai, pemerintah desa masih berharap perbaikan infrastruktur dapat berlanjut ke wilayah lain yang kondisinya masih memerlukan perhatian. U Syamsudin menyampaikan bahwa ruas jalan kabupaten di wilayah Dusun III, Lembang, masih mengalami kerusakan dan belum masuk dalam tahap pembangunan saat ini.

“Harapan saya ke depan, semoga jalan kabupaten di wilayah Dusun III, Lembang, yang masih rusak dan belum tersentuh pembangunan, dapat segera diperbaiki. Saya menyampaikan permohonan ini atas nama pemerintah desa dan seluruh warga yang masih membutuhkan akses jalan yang layak,” tuturnya.

Perbaikan infrastruktur jalan dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung konektivitas antarwilayah, memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat pedesaan, sekaligus meningkatkan akses terhadap layanan pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik. Dengan dimulainya pembangunan ruas Ciririp–Bangsaya–Buninagara, masyarakat Desa Mukapayung berharap manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan dan mendorong pemerataan pembangunan di wilayah Kabupaten Bandung Barat. (nk-ray)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *