Bandung Barat, 14 Agustus 2026. Perasaan campur aduk antara gugup dan antusias sempat menyelimuti Anggota DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB), Asep Miftah Sofwan. Berada di antara puluhan warga dan pegawai instansi, legislator ini memberanikan diri untuk duduk di kursi donor darah yang disediakan tim medis Palang Merah Indonesia (PMI).
Aksi tak biasa ini dilakukan Asep saat menghadiri kegiatan donor darah kemanusiaan bertajuk “Setetes Darah, Sejuta Harapan” yang digagas oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sekretariat DPRD Bandung Barat. Acara tersebut digelar di gedung Sekretariat DPRD KBB, Kompleks Perkantoran Pemkab Bandung Barat, Padalarang, Sabtu (15/8/2026).
Bagi Asep Miftah Sofwan, keikutsertaannya dalam donor darah kali ini bukan sekadar menghadiri agenda seremonial DPRD semata. Momen menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia ini justru menjadi catatan sejarah pribadi baginya, sebab ini merupakan pengalaman pertama Asep mendonorkan darah sepanjang hidupnya.

Asep mengaku, selama ini keinginan untuk menjadi pendonor memang sudah kerap terlintas di pikirannya. Namun, baru pada ajang kemanusiaan yang diinisiasi oleh para istri ASN dan staf DPRD KBB inilah hatinya benar-benar tergerak untuk menyingsingkan lengan baju dan menyumbangkan darahnya secara langsung.
Sebelum dipastikan bisa mendonorkan darah, Asep harus melewati serangkaian tahapan pemeriksaan kesehatan yang cukup ketat dari tim medis PMI Kabupaten Bandung Barat. Petugas medis melakukan penapisan mendalam, mulai dari pengecekan kadar Hemoglobin (HB), pengukuran tekanan darah, detak jantung, hingga penapisan indikasi penyakit menular.
Senyum lega terpancar dari wajah Asep ketika tim medis menyatakan kondisi fisiknya sangat prima dan memenuhi seluruh kriteria kesehatan untuk mendonorkan darah. Proses pengambilan darah pun berjalan lancar tanpa kendala berarti hingga selesai.

”Jujur saja, ini adalah pertama kali dalam hidup saya tergerak hati untuk ikut donor darah. Alhamdulillah, barusan sudah diperiksa kelayakan oleh tim medis, dan hasilnya saya dinyatakan layak serta bisa donor hari ini,” ujar Asep Miftah Sofwan saat ditemui di lokasi kegiatan.
Pengalaman perdana yang berkesan ini membuat pandangan Asep terhadap aksi donor darah berubah. Ia merasakan langsung betapa sederhananya proses donor darah jika kondisi tubuh dalam keadaan sehat dan prima.
Politisi ini menyadari betul bahwa setetes darah yang disumbangkan oleh para pendonor memiliki arti yang sangat besar bagi keselamatan jiwa pasien yang sedang berjuang di rumah sakit. Stok darah yang memadai di kantong PMI kerap menjadi penentu hidup dan matinya seseorang yang membutuhkan pertolongan medis darurat.

”Ini adalah bentuk kepedulian nyata kita sebagai masyarakat untuk bisa berkontribusi terhadap orang-orang yang sedang sakit dan sangat membutuhkan darah. Mereka yang dirawat di rumah sakit banyak yang memerlukan pertolongan cepat, terutama pasokan darah,” tutur Asep menambahkan.
Merasakan langsung manfaat dan kemudahan donor darah, Asep berkomitmen untuk tidak berhenti sampai di sini. Pengalaman pertamanya ini justru menjadi pijakan awal baginya untuk menjadikan aksi donor darah sebagai gaya hidup sehat dan agenda rutin pribadi ke depan.
Ia juga berharap aksi sosial yang digagas oleh DWP Sekretariat DPRD KBB ini tidak berhenti sebagai kegiatan sekali jalan. Menurutnya, kolaborasi semacam ini perlu terus dijaga agar stok darah di PMI Kabupaten Bandung Barat tetap aman untuk memenuhi kebutuhan warga.

”Harapannya kegiatan seperti ini tidak hanya dilakukan satu kali saja, tetapi bisa rutin digelar. Dengan begitu, kita bisa terus membantu PMI dalam menyediakan stok darah yang selalu siap kapan saja saat dibutuhkan oleh warga Bandung Barat,” tegasnya.
Kehadiran dan aksi nyata Asep Miftah Sofwan dalam kegiatan ini pun mendapat apresiasi dari penyelenggara dan peserta lain. Keikutsertaan wakil rakyat secara langsung menjadi teladan serta memberi motivasi bagi masyarakat umum yang hadir untuk tidak ragu mendonorkan darah mereka.
Sementara itu, Ketua DWP Sekretariat DPRD KBB, Wanti, mengungkapkan rasa syukurnya atas tingginya animo peserta yang hadir. Target awal penyelenggara yang semula mematok 50 pendonor berhasil terlampaui dengan total pendaftar mencapai lebih dari 65 orang, dan 53 di antaranya dinyatakan lolos verifikasi kesehatan.

Selain aksi donor darah, kegiatan sosial yang disupport oleh Bank BJB dan PMI KBB ini juga diwarnai dengan pemeriksaan kesehatan gratis dari Kimia Farma, pemeriksaan mata gratis, hingga bazar UMKM lokal yang menjajakan produk herbal, buah-buahan segar, jus, serta kopi arabika.
Sekretaris DPRD Bandung Barat, Ricky Riyadi, mengapresiasi keikutsertaan segenap jajaran, mulai dari anggota dewan seperti Asep Miftah Sofwan, ASN, staf keamanan, hingga warga sekitar. Ia berharap agenda kemanusiaan ini dapat terus dipertahankan sebagai tradisi positif di lingkungan DPRD Bandung Barat tiap peringatan hari kemerdekaan. (nk)