Lembang, 2 Juli 2026. Sebanyak 650 kader Posyandu dari seluruh desa di Kecamatan Lembang mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu yang dirangkaikan dengan penyerahan bantuan operasional bagi Tim Pembina Posyandu Desa dan Posyandu se-Kecamatan Lembang. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Almahmudah Manasik Training Center, Jalan Raya Tangkuban Perahu, Desa Cibogo, Kamis (2/7/2026), menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas pelayanan masyarakat sekaligus mendukung percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Bandung Barat.
Kegiatan diawali dengan pertunjukan Rampak Kendang dari PKBM Jayagiri Lembang, dilanjutkan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Suasana yang hangat dan penuh semangat mencerminkan komitmen para kader dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Dudi Supriadi, S.Sos., M.Tr.IP., Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bandung Barat, hadir mewakili Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Bandung Barat.
Dalam sambutannya, Dudi menyampaikan apresiasi kepada Kecamatan Lembang yang dinilai konsisten menunjukkan partisipasi tinggi dalam berbagai kegiatan pembinaan Posyandu.
“Saya sangat mengapresiasi Kecamatan Lembang yang selalu menjadi peserta terbanyak dan paling bersemangat dalam setiap kegiatan. Ini adalah bukti nyata kerja sama yang luar biasa antara camat, jajaran kecamatan, desa, dan seluruh kader Posyandu,” ujarnya.

Dudi menjelaskan bahwa peran Posyandu saat ini mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Tidak lagi hanya berfokus pada pelayanan kesehatan ibu dan anak, Posyandu kini menjadi bagian dari pelaksanaan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), yaitu bidang kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum dan penataan ruang, perumahan rakyat dan kawasan permukiman, ketenteraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat, serta bidang sosial.
Perluasan fungsi tersebut merupakan implementasi kebijakan nasional yang mendorong Posyandu menjadi pusat pelayanan masyarakat berbasis desa dengan pendekatan yang lebih terpadu. Karena itu, kapasitas kader menjadi faktor penting agar pelayanan dapat berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.

Selain penguatan layanan, Dudi menyoroti tantangan penanganan stunting di Kabupaten Bandung Barat. Ia mengingatkan bahwa prevalensi stunting di daerah tersebut masih berada pada tingkat yang memerlukan perhatian serius sehingga dibutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.
“Salah satu indikator keberhasilan penanganan stunting adalah DPRS yang harus mencapai 100 persen pada setiap pelaksanaan Posyandu. Saya minta seluruh kader memastikan data yang dihimpun benar-benar valid dan lengkap,” katanya.

Menurutnya, data yang akurat menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan, penentuan sasaran intervensi, hingga evaluasi program penurunan stunting yang dilakukan pemerintah.
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, lanjut Dudi, juga telah mengalokasikan bantuan operasional bagi Posyandu. Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang kegiatan pelayanan kepada masyarakat.

Sementara itu, Camat Lembang, Drs. Bambang Eko Setyowahjudi, menegaskan komitmen pemerintah kecamatan dalam mendukung pengembangan Posyandu di seluruh wilayah Lembang.
Ia menyebut Kecamatan Lembang memiliki sejumlah Posyandu yang menunjukkan perkembangan baik, salah satunya Posyandu Flamboyan di Desa Kayuambon yang telah mencapai tingkat nasional.

“Lembang memiliki potensi luar biasa. Salah satu contohnya Posyandu Flamboyan di Desa Kayuambon yang telah bertaraf nasional. Mari kita tingkatkan bersama prestasi ini,” ujar Bambang.
Ia berharap kegiatan bimbingan teknis mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin berkualitas.
Bambang juga mengajak seluruh unsur pemerintah desa, tenaga kesehatan, serta masyarakat untuk bersama-sama mengejar target Zero Stunting di Kecamatan Lembang.

“Mengingat angka stunting di Kabupaten Bandung Barat yang masih tinggi, mari kita atasi bersama melalui kerja keras Posyandu dan seluruh pemangku kepentingan. Target kita adalah Kecamatan Lembang Zero Stunting,” katanya.
Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Lembang, Hj. Maya Ekawati Setyowahjudi, menilai keberhasilan Posyandu tidak dapat dicapai hanya oleh kader semata, melainkan memerlukan kolaborasi lintas sektor mulai dari pemerintah desa, puskesmas, PKK hingga masyarakat.

Ia mengajak seluruh kader untuk aktif memberikan edukasi kepada warga mengenai pentingnya memanfaatkan layanan Posyandu, khususnya bagi ibu hamil, balita, dan keluarga yang membutuhkan pendampingan kesehatan.
“Posyandu adalah milik masyarakat. Edukasi harus terus dilakukan. Datangi warga, ajak mereka datang ke Posyandu, dan pastikan tidak ada yang terlewat dari pelayanan,” ujarnya.

Sebagai penutup, Ketua Tim Pembina Posyandu Kecamatan Lembang, Hj. Maya Ekawati Setyowahjudi, mengajak seluruh kader Posyandu di tingkat desa hingga RW untuk terus menghidupkan semangat “Bergerak, Beraksi, Mangprang” sebagai wujud pendekatan jemput bola kepada masyarakat.
Menurutnya, kader tidak hanya bertugas memberikan pelayanan, tetapi juga mengedukasi warga agar memahami bahwa Posyandu merupakan kebutuhan penting bagi kesehatan keluarga. “Harapan kami, bukan lagi kader yang mencari masyarakat, tetapi masyarakat yang mencari Posyandu karena merasakan manfaatnya. Posyandu sekarang bukan hanya tempat menimbang balita atau pemberian makanan tambahan, tetapi juga menjadi tempat konsultasi kesehatan bagi ibu hamil, balita, remaja, lansia, hingga penanganan anak dengan masalah gizi. Semoga melalui kebersamaan seluruh kader yang luar biasa, Kecamatan Lembang dapat mewujudkan target zero stunting,” ujar Maya.

Dalam kesempatan tersebut, panitia juga menyerahkan penghargaan kepada Duta Genre putra dan putri Kecamatan Lembang yang disertai hadiah serta uang pembinaan. Selain itu dilakukan penyerahan simbolis tiga unit kursi roda dari total sepuluh unit bantuan sosial yang akan disalurkan kepada penerima manfaat.
Sebagai bagian dari penguatan kapasitas kader, Kepala Bidang Kelembagaan Desa DPMD Kabupaten Bandung Barat, Ria Anjani, S.STP., M.Tr.IP., menyampaikan materi mengenai peran strategis kader Posyandu dalam mendukung pelayanan masyarakat.

Silahkah klik tautan di bawah ini untuk paparan materi secara lengkap.
Ia menjelaskan bahwa kader merupakan anggota masyarakat yang secara sukarela meluangkan waktu dan tenaga untuk membantu pelayanan kemasyarakatan. Seiring perubahan regulasi, Posyandu kini menjalankan fungsi yang lebih luas sesuai amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Posyandu.
Materi yang disampaikan juga menekankan pentingnya validasi data, pencatatan, serta pelaporan, termasuk pencapaian Daftar Pencarian dan Penanganan Risiko Stunting (DPRS) hingga 100 persen sebagai bagian dari upaya meningkatkan efektivitas program penurunan stunting.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bandung Barat Dudi Supriadi, S.Sos., M.Tr.IP., Kepala Bidang Kelembagaan Desa DPMD Kabupaten Bandung Barat Ria Anjani, S.STP., M.Tr.IP., Bendahara Tim Pembina Posyandu Kabupaten Bandung Barat Dewi Agustina Nurdianti, S.STP., M.IP., Sekretaris TP PKK Kabupaten Bandung Barat Eka Maryati, S.H., Ketua Pokja II TP PKK Kabupaten Bandung Barat Nina Kurnia, Ketua Pokja IV TP PKK Kabupaten Bandung Barat Yasti, Camat Lembang Drs. Bambang Eko Setyowahjudi, Ketua Tim Pembina Posyandu Kecamatan Lembang Hj. Maya Ekawati Setyowahjudi, unsur Forkopimcam yang terdiri atas Kapolsek dan Danramil Lembang, para kepala puskesmas se-Kecamatan Lembang, Kepala UPT DP2KBP3A, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Lembang, Ketua MUI Kecamatan Lembang, para kepala desa beserta Ketuanya TP PKK desa, sekretaris desa, pembina Posyandu desa, operator SIP Online, perwakilan Generasi Berencana (Genre), pengurus Karang Taruna, serta sekitar 650 kader Posyandu dari seluruh desa di Kecamatan Lembang.

Melalui bimbingan teknis tersebut, diharapkan kapasitas kader Posyandu semakin meningkat sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal. Penguatan kolaborasi antarinstansi, didukung data yang akurat dan keterlibatan aktif masyarakat, menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pelayanan dasar yang berkualitas sekaligus mempercepat penurunan stunting di Kecamatan Lembang dan Kabupaten Bandung Barat secara berkelanjutan. (nk)