Budiharja, 17 Agustus 2026 Pemerintah Desa Budiharja, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, mengisi peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia dengan rangkaian kegiatan yang melibatkan masyarakat. Selain upacara pengibaran bendera, kegiatan diisi pemberian penghargaan kepada warga berprestasi, bantuan sosial, serta tradisi menangkap ikan dengan tangan kosong atau ngagogo.
Kepala Desa Budiharja Ahmad Syarif Hidayat mengatakan rangkaian kegiatan tersebut dirancang untuk memberi ruang bagi masyarakat dari berbagai kelompok usia sekaligus memperkuat kebersamaan di lingkungan desa.
“Semua memberdayakan masyarakat di lingkungan Desa Budiharja,” kata Ahmad saat ditemui seusai kegiatan peringatan HUT ke-81 RI di Desa Budiharja, Senin.

Salah satu kegiatan yang mendapat perhatian adalah Budiharja Awards. Menurut Ahmad, penghargaan tersebut telah memasuki pelaksanaan tahun ketiga. Pemerintah desa memberikan apresiasi kepada warga yang memiliki prestasi di berbagai bidang dan tingkatan, mulai dari tingkat kecamatan hingga tingkat yang lebih tinggi.
Pada pelaksanaan tahun ini, sebanyak 76 warga menerima penghargaan atas prestasi masing-masing. Penerima penghargaan berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Pemberian penghargaan itu ditempatkan sebagai bentuk apresiasi pemerintah desa terhadap kontribusi warga. Pemerintah Desa Budiharja berharap penghargaan tersebut dapat mendorong masyarakat untuk terus mengembangkan kemampuan dan mempertahankan prestasi yang telah dicapai.

Selain penghargaan, kegiatan sosial juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan kemerdekaan. Pemerintah Desa Budiharja menyalurkan 86 paket sembako kepada warga yang membutuhkan melalui program tanggung jawab sosial atau CSR Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Ahmad menjelaskan, alokasi CSR tersebut bersumber dari sebagian keuntungan BUMDes. Tahun ini, sekitar 10 persen keuntungan BUMDes dialokasikan untuk kegiatan sosial. Program tersebut menjadi bentuk pemanfaatan hasil usaha desa untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Menurut Ahmad, kegiatan sosial itu merupakan tahun kedua BUMDes Budiharja menyalurkan bantuan serupa. Ia berharap perkembangan BUMDes dapat terus berjalan sehingga kontribusinya terhadap masyarakat juga semakin besar.
Setelah upacara, penghargaan, dan kegiatan sosial, perhatian warga diarahkan pada ngagogo. Tradisi tersebut dilakukan dengan cara menangkap ikan menggunakan tangan kosong di kolam. Pemerintah desa menjadikannya sebagai salah satu kegiatan untuk memperkenalkan potensi lokal Budiharja.

“Ngagogo itu adalah menangkap ikan di kolam dengan tangan kosong. Itu salah satu upaya kita untuk memperkenalkan kearifan lokal yang ada di Desa Budiharja,” ujar Ahmad.
Kegiatan itu juga berkaitan dengan kondisi geografis Budiharja yang berada di kawasan Waduk Saguling. Aktivitas ekonomi sebagian masyarakat turut berkaitan dengan perikanan, termasuk peternakan ikan dan kegiatan nelayan.
Pada tahap pertama, peserta ngagogo berasal dari perwakilan 10 RW. Setiap RW mengirimkan 10 peserta perempuan. Mereka bersama-sama turun ke kolam untuk menangkap ikan. Hasil tangkapan dapat dibawa pulang untuk dimasak dan disantap bersama warga di lingkungan masing-masing.
Pemerintah desa menyediakan sekitar 2,5 kuintal ikan untuk tahap pertama. Setelah itu, ikan dengan jumlah yang sama disiapkan untuk masyarakat umum. Anak-anak hingga orang dewasa diberi kesempatan mengikuti kegiatan tersebut.

Ahmad mengatakan ngagogo baru pertama kali dilaksanakan dalam skala desa di Budiharja. Pilihan kegiatan itu juga mempertimbangkan aspek keselamatan masyarakat. Menurut dia, ngagogo dapat menjadi alternatif kegiatan bersama yang tetap meriah tanpa menghadirkan risiko seperti sejumlah permainan fisik yang membutuhkan struktur tinggi.
“Kalau untuk tingkat desa, baru pertama kali ini,” katanya.
Di sisi lain, Ahmad berharap ngagogo tidak berhenti sebagai kegiatan peringatan HUT RI. Pemerintah desa ingin mengembangkan kegiatan tersebut menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Budiharja.

“Kita ingin ini menjadi budaya baru di Budiharja yang kita ciptakan. Kita berinovasi untuk menciptakan budaya baru karena memang ini kearifan lokal yang ada di Desa Budiharja,” ujarnya.
Budiharja merupakan salah satu desa di Kecamatan Cililin yang berada di kawasan sekitar Waduk Saguling. Kondisi wilayah tersebut turut membentuk kehidupan ekonomi masyarakat, termasuk aktivitas pertanian dan perikanan. Selain itu, terdapat warga yang mengembangkan kerajinan berbahan bambu untuk kebutuhan rumah tangga dan bangunan.
Rangkaian kegiatan HUT ke-81 RI di Budiharja pada akhirnya diarahkan pada tiga hal, yakni apresiasi terhadap prestasi warga, pemanfaatan hasil usaha desa untuk kepentingan sosial, serta penguatan potensi lokal. Pemerintah desa berharap ketiganya dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

“Semoga masyarakat di Budiharja ada peningkatan dari prestasinya, dari kualitas hidup ekonominya,” kata Ahmad.
Ia juga berharap kegiatan tersebut memperkuat hubungan antarwarga. Bagi pemerintah desa, perayaan kemerdekaan tidak hanya berkaitan dengan kegiatan di tingkat pemerintahan, tetapi juga dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk bertemu, berbagi, dan menjaga kebersamaan di lingkungan masing-masing.

Dengan pendekatan tersebut, ngagogo diharapkan dapat berkembang sebagai kegiatan tahunan yang memperkenalkan karakter Budiharja sekaligus menjadi sarana mempererat hubungan sosial masyarakat. Pemerintah desa pun mendorong agar potensi perikanan dan sumber daya lokal dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan untuk mendukung kehidupan ekonomi warga. (aq-nk)