Sukajaya, 17 Maret 2026. Pemerintah Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, menggelar rapat rutin Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) di Aula Kantor Desa Sukajaya, Selasa (17/3/2026). Kegiatan ini dihadiri para kader PKK, perangkat desa, tenaga kesehatan, serta masyarakat yang terlibat dalam berbagai program pemberdayaan keluarga.
Rapat tersebut menjadi pertemuan perdana PKK Desa Sukajaya pada tahun 2026. Selain sebagai forum evaluasi program, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk memperkuat koordinasi antar kader sekaligus mempererat silaturahmi di bulan Ramadan menjelang Idulfitri.
Ketua TP PKK Desa Sukajaya, Mia Sutejawati, S.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan setelah anggaran program PKK tahun 2026 mulai tersedia. Ia menyebut pertemuan ini menjadi momentum penting untuk menata kembali program kerja serta memastikan seluruh kader tetap terkoordinasi.

“Hari ini kita mengadakan rapat PKK untuk pertama kali di tahun 2026. Hal ini karena anggarannya baru turun. Walaupun begitu, kegiatan ini juga sekaligus menjadi ajang silaturahmi bagi para kader di bulan Ramadan,” kata Mia.
Ia menjelaskan, rapat tersebut melibatkan seluruh unsur kader PKK di tingkat desa, mulai dari pengurus inti hingga kader yang bertugas di berbagai kegiatan pelayanan masyarakat seperti posyandu dan program pemberdayaan keluarga lainnya.
Selain melakukan evaluasi kerja, rapat juga membahas pembaruan surat keputusan kepengurusan sejumlah lembaga yang berada di bawah koordinasi kegiatan PKK.
Di antaranya adalah kepengurusan Pos KB, Posyandu, pengurus PKK, pengurus organisasi perempuan Al-Hidayah dan Muslimah, serta pengurus Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (RBM). Program RBM di Desa Sukajaya selama ini memberikan layanan terapi bagi anak-anak yang membutuhkan pendampingan khusus.

“Di sini kita memiliki kegiatan RBM untuk anak-anak yang membutuhkan terapi, dan kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap satu bulan sekali dengan menghadirkan terapis yang diselenggarakan oleh desa,” ujar Mia.
Rapat tersebut juga dihadiri pengurus PKK dari berbagai kelompok kerja, mulai dari Pokja I hingga Pokja IV. Kehadiran mereka dimaksudkan untuk memperkuat koordinasi program pemberdayaan keluarga di tingkat desa.
Selain unsur internal PKK, pemerintah desa juga mengundang sejumlah mitra kerja dari instansi terkait. Di antaranya perwakilan dari Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A), termasuk Unit Pelaksana Teknis serta penyuluh keluarga berencana.

Tenaga kesehatan dari Puskesmas Jayagiri juga turut hadir dalam pertemuan tersebut. Mereka terdiri dari bidan desa, ahli gizi, tenaga kesehatan lingkungan, serta petugas promosi kesehatan.
Menurut Mia, kehadiran berbagai pihak tersebut penting untuk memperkuat kemitraan dalam pelaksanaan program kesehatan masyarakat di tingkat desa.
“Tujuannya agar kita bisa bermitra dengan Puskesmas. Karena setiap bulan ada kegiatan pelayanan kesehatan yang melibatkan tenaga medis, baik dari puskesmas maupun pustu yang ada di desa,” ujarnya.
Salah satu program yang menjadi perhatian adalah penyelenggaraan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal. Program ini merupakan bagian dari upaya pemenuhan gizi bagi masyarakat, khususnya bagi ibu dan anak.

Wilayah kerja Puskesmas Jayagiri mencakup empat desa, yakni Desa Sukajaya, Jayagiri, Cikahuripan, dan Gudangkahuripan. Namun dalam dua tahun terakhir, dapur pengolahan PMT lokal dipusatkan di Desa Sukajaya.
“Sudah hampir dua tahun dapur PMT lokal berada di Sukajaya. Jadi pengadministrasian dan dapur kita yang pegang, sementara tiga desa lainnya menerima suplai makanan dari sini,” kata Mia.
Setiap pagi, tim pengantar dari desa menyalurkan makanan tambahan kepada masyarakat yang menjadi sasaran program. Proses distribusi ini melibatkan kader PKK dan kader pembangunan manusia yang bertugas di wilayah tersebut.

Selain itu, pemerintah desa juga membentuk tim baru yang dikenal dengan sebutan Tim Dasyat. Tim ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Tim Pendamping Keluarga dan program Kampung KB yang berfokus pada pemantauan pemenuhan gizi masyarakat.
“Tim ini memantau kegiatan, terutama di bidang pemenuhan gizi, sehingga diharapkan program kesehatan keluarga bisa berjalan lebih optimal,” ujar Mia.
Dalam bidang pelayanan kesehatan masyarakat, kegiatan posyandu di Desa Sukajaya juga terus mengalami penguatan. Saat ini posyandu telah menggunakan sistem Integrasi Layanan Primer (ILP).

Dengan sistem tersebut, jadwal pelayanan posyandu dilakukan secara bergiliran di setiap dusun. Kegiatan berlangsung setiap hari Senin pada minggu pertama hingga minggu ketiga setiap bulan.
Pelayanan dilakukan secara bergantian di Dusun 1, Dusun 2, Dusun 3, dan Dusun 4. Pola pelayanan ini memungkinkan kader dan tenaga kesehatan mendekatkan layanan langsung kepada masyarakat.
“Kalau dulu kegiatannya di satu tempat atau bidan yang berkeliling, sekarang posyandunya yang berpindah-pindah. Jadi setiap Senin mereka menjemput bola ke masyarakat,” kata Mia.
Selain sektor kesehatan, rapat tersebut juga melibatkan para guru dan tutor dari organisasi Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) yang berada di wilayah Desa Sukajaya.

Di desa ini terdapat enam lembaga pendidikan anak usia dini, baik PAUD maupun kelompok bermain. Keterlibatan mereka dalam kegiatan PKK dinilai penting untuk memperkuat sinergi dalam pembinaan keluarga dan pendidikan anak.
Meski demikian, Mia mengakui bahwa pelaksanaan program PKK tahun ini menghadapi tantangan terkait keterbatasan anggaran.
Ia menyebut adanya kebijakan pemangkasan dana desa berdampak pada berkurangnya alokasi anggaran untuk kegiatan PKK.
“Sekarang ada pemangkasan anggaran dana desa. Otomatis anggaran untuk PKK juga ikut berkurang. Sekitar 50 persen anggaran berkurang dibanding tahun lalu,” katanya.

Ia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terhadap para kader yang selama ini bekerja secara sukarela.
Di Desa Sukajaya, jumlah kader yang terlibat dalam berbagai kegiatan pemberdayaan keluarga mencapai sekitar 124 orang. Mereka terdiri dari pengurus PKK, kader posyandu, tenaga PAUD, hingga kader dari berbagai program sosial lainnya.
“Harapannya minimal ada perhatian untuk para kader, misalnya dalam bentuk insentif atau dukungan lainnya sesuai kemampuan desa,” ujar Mia.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Desa Sukajaya Asep Jembar Rahmat menjelaskan bahwa kegiatan di aula desa tersebut juga dirangkaikan dengan penyaluran insentif bagi pengurus lingkungan.
Sebanyak 59 orang ketua RT dan RW menerima insentif yang diberikan oleh pemerintah desa. Penyaluran kali ini mencakup insentif untuk dua bulan.
“Alhamdulillah tadi selain rapat PKK, juga ada penyaluran insentif untuk RT dan RW. Penerimanya ada 59 orang,” kata Asep.

Ia menjelaskan bahwa penyaluran biasanya dilakukan setiap tiga bulan. Namun karena dana yang tersedia saat ini baru mencukupi untuk dua bulan, pemerintah desa memutuskan untuk segera menyalurkannya.
Menurut Asep, keputusan tersebut diambil agar bantuan dapat segera dimanfaatkan, terutama menjelang hari raya Idulfitri.
“Daripada menunggu satu bulan lagi sementara kita juga belum tahu kapan cairnya, akhirnya yang sudah ada langsung disalurkan,” ujarnya.

Selain kegiatan administratif dan pelayanan masyarakat, pemerintah desa juga memfokuskan program selama bulan Ramadan pada kegiatan keagamaan.
Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah program Tarawih Keliling di 15 RW di wilayah Desa Sukajaya.
Pemerintah desa bersama masyarakat juga mengadakan kegiatan kebersihan lingkungan yang dikemas dengan nuansa keagamaan, seperti kegiatan bersih-bersih wilayah yang disertai pembacaan shalawat.

Asep berharap berbagai kegiatan tersebut dapat memperkuat kebersamaan antara pemerintah desa dan masyarakat.
“Harapannya masyarakat bersama pemerintah desa, lembaga desa, RT, RW, kader, dan seluruh masyarakat bisa semakin kompak membangun desa,” kata Asep.
Ia menambahkan bahwa semangat kebersamaan itu sejalan dengan moto Desa Sukajaya, yakni ramah, religius, aman, maju, amanah, dan hasanah.
Selain itu, pemerintah desa juga terus menggaungkan slogan “rempug dukung sauyunan”, yang mencerminkan semangat gotong royong dalam membangun desa secara bersama-sama. (aq-nk)