Posyandu Flamboyan Lembang Jadi Rujukan Nasional, TP PKK Tangsel Pelajari Transformasi Layanan 6 SPM

Bandung Barat Nasional

Lembang, 3 Juni 2026. Posyandu Flamboyan di RW 11 Sukamaju Timur, Desa Kayuambon, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, kembali menjadi tujuan kunjungan studi tiru dari daerah lain. Kali ini, rombongan Tim Penggerak (TP) PKK Kota Tangerang Selatan yang dipimpin Ketua TP PKK Kota Tangerang Selatan, Tini Indrayanthi, datang untuk mempelajari berbagai inovasi dan praktik pelayanan masyarakat yang mengantarkan Posyandu Flamboyan meraih prestasi tingkat nasional.

Kunjungan tersebut disambut Ketua TP PKK Kabupaten Bandung Barat Syahnaz Sadiqah, Ketua I TP PKK Kabupaten Bandung Barat Neneng Nurul Sa’adah, Ketua II TP PKK Kabupaten Bandung Barat Silvy Eriska, Camat Lembang Bambang Eko, Ketua TP PKK Kecamatan Lembang Maya Emawati, Kepala Desa Kayuambon Hari Irawan, Ketua TP PKK Desa Kayuambon Irma Rachmawati, Ketua Posyandu Flamboyan Nani Yuningsih, serta para kader posyandu dan pengurus PKK setempat.

Sebanyak 30 anggota kelompok kerja TP PKK Kota Tangerang Selatan mengikuti kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya memperluas wawasan dan memperkuat pengelolaan posyandu di wilayahnya.

Dalam sambutannya, Tini Indrayanthi menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat dan keluarga besar Posyandu Flamboyan.
“Terima kasih atas sambutan dari Kabupaten Bandung Barat yang hangat. Dengan Juara 1 Posyandu Flamboyan di tingkat nasional ini, kami di Tangerang Selatan berharap bisa menjadi juara juga,” ujar Tini.

Menurut dia, keberhasilan Posyandu Flamboyan merupakan hasil proses panjang yang dibangun melalui kerja keras, konsistensi, dan kolaborasi berbagai pihak. Karena itu, berbagai praktik baik yang diterapkan di Posyandu Flamboyan dinilai layak dipelajari dan diadaptasi sesuai kebutuhan daerah masing-masing.
“Kami akan belajar bersama untuk menggali ilmu. Hal yang baik akan kami contoh dan aplikasikan di wilayah Tangerang Selatan yang meliputi 7 kecamatan dan 54 kelurahan,” katanya.

Tini juga berharap hubungan yang terjalin melalui kegiatan kaji tiru tersebut tidak berhenti pada kunjungan satu arah. Ia mengundang TP PKK Kabupaten Bandung Barat untuk berkunjung ke Tangerang Selatan sebagai bagian dari penguatan jejaring dan pertukaran pengalaman antarwilayah.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Bandung Barat Syahnaz Sadiqah menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh rombongan. Dengan sapaan khas Bandung Barat, “Sampurna” yang dijawab “Rampes”, Syahnaz mengajak seluruh peserta menjadikan pertemuan tersebut sebagai ruang belajar bersama.
“Semoga Posyandu Flamboyan di Lembang ini bisa menginspirasi Tangerang Selatan. Mari kita saling belajar dan bertukar informasi,” ujarnya.

Syahnaz menjelaskan bahwa Posyandu di Kabupaten Bandung Barat saat ini tengah menjalani transformasi peran melalui penerapan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM). Transformasi tersebut memperluas fungsi posyandu yang sebelumnya lebih dikenal sebagai layanan kesehatan ibu dan anak menjadi pusat pelayanan masyarakat lintas sektor.

Enam bidang pelayanan tersebut mencakup kesehatan, pendidikan, sosial, pekerjaan umum, perumahan rakyat, serta ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat.

Menurut Syahnaz, penguatan peran posyandu menjadi bagian penting dalam mendekatkan pelayanan dasar kepada masyarakat hingga tingkat lingkungan. Karena itu, TP PKK Kabupaten Bandung Barat terus memberikan dukungan operasional kepada struktur organisasi di tingkat bawah agar program dapat berjalan berkelanjutan.

Selain sesi diskusi dan pemaparan program, kegiatan juga diisi dengan pertukaran plakat antara TP PKK Kabupaten Bandung Barat dan TP PKK Kota Tangerang Selatan. Rombongan tamu juga menerima buah tangan berupa produk keripik singkong khas Bandung Barat sebagai bentuk promosi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) daerah.

Pada kesempatan yang sama, TP PKK Kabupaten Bandung Barat menyerahkan sejumlah bantuan sosial berupa sembako untuk lanjut usia, bantuan pembinaan kepada Posyandu Flamboyan, bantuan telur dan susu bagi warga sekitar, serta dukungan bagi balita yang mengalami kekurangan gizi.

Keunggulan Posyandu Flamboyan tidak hanya terlihat dari prestasi yang diraih, tetapi juga dari beragam inovasi yang dikembangkan bersama masyarakat. Berbagai program tersebut antara lain Homebin atau home industry binaan, Warbin atau warung binaan, Rusum atau rumah sumpia, kebun bibit, kebun sayuran, kebun tanaman obat, perpustakaan rumah, program anak asuh PAUD, gerakan masyarakat sadar lingkungan, hingga berbagai kegiatan pemberdayaan keluarga dan lansia.

Keberhasilan tersebut membuat Posyandu Flamboyan kerap menerima kunjungan studi tiru dari berbagai lembaga pendidikan, instansi pemerintah, hingga komunitas dari berbagai daerah di Indonesia.

Ketua TP PKK Kecamatan Lembang Maya Emawati mengaku bersyukur atas kepercayaan yang diberikan berbagai daerah kepada Posyandu Flamboyan.
“Saya pribadi mengucapkan banyak terima kasih. Hari ini kegiatan kami dikunjungi langsung oleh Ibu Wali Kota Tangerang Selatan. Ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua TP PKK Desa Kayuambon Irma Rachmawati. Menurut dia, kunjungan serupa telah beberapa kali dilakukan oleh berbagai pihak dan selalu menjadi kesempatan untuk berbagi pengalaman.
“Alhamdulillah, saya merasa bangga atas kunjungan ini. Mudah-mudahan bisa memberikan motivasi untuk posyandu di daerah lain,” kata Irma.

Ia menjelaskan bahwa implementasi enam SPM telah mendorong Posyandu Flamboyan mengembangkan berbagai program yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara lebih luas. Salah satunya program anak asuh PAUD bagi keluarga kurang mampu serta dukungan terhadap usulan perbaikan rumah tidak layak huni.

Sementara itu, Ketua Posyandu Flamboyan Nani Yuningsih menilai kunjungan studi tiru menjadi sarana penting untuk menyebarluaskan praktik baik yang telah dijalankan kader posyandu.
“Alhamdulillah, seru karena bisa berbagi pengalaman dan berbagi ilmu. Mudah-mudahan seluruh Indonesia bisa berbagi dan mengetahui bagaimana pengelolaan posyandu yang baik,” ujarnya.

Nani menegaskan bahwa keberhasilan Posyandu Flamboyan tidak lahir dari kerja individu. Menurut dia, kekuatan utama posyandu terletak pada kekompakan kader, semangat gotong royong, dan keterbukaan terhadap ide-ide baru dari masyarakat.
“Intinya kompak dan kebersamaan. Di posyandu tidak bisa bekerja sendiri. Kita membutuhkan banyak pemikiran dan ide kreatif yang lahir dari musyawarah bersama,” katanya.

Melalui kunjungan kaji tiru tersebut, Posyandu Flamboyan kembali menunjukkan bahwa transformasi pelayanan berbasis enam Standar Pelayanan Minimal dapat menjadi sarana memperkuat pemberdayaan masyarakat. Tidak hanya dalam bidang kesehatan, tetapi juga pendidikan, sosial, lingkungan, dan kesejahteraan keluarga secara menyeluruh. (aq-nk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *