Semarang, Juni 2026. PLN Icon Plus mengajak generasi muda untuk lebih memahami pentingnya menjaga lingkungan pesisir melalui kegiatan penanaman mangrove di kawasan Pantai SMC (Semarang Mangrove Center), Mangkang, Kota Semarang, Jawa Tengah. Kegiatan ini menjadi bagian dari program kepedulian lingkungan yang dijalankan perusahaan dalam mendukung keberlanjutan serta penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Program tersebut melibatkan sekitar 90 siswa dan 15 guru dari SD Hj. Isriati Baiturrahman 1 Semarang. Bersama pendamping dari komunitas Ikamat Sahabat Mangrove, para peserta melakukan penanaman 150 bibit mangrove sekaligus mengikuti kegiatan edukasi mengenai fungsi dan manfaat tanaman mangrove bagi lingkungan pesisir.
Melalui kegiatan lapangan tersebut, para siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung mengenai upaya pelestarian lingkungan. Mereka diajak mengenali peran mangrove dalam mengurangi abrasi pantai, menjaga habitat berbagai biota laut, serta membantu mempertahankan keseimbangan ekosistem pesisir.
Penanaman mangrove menjadi salah satu langkah yang dinilai relevan untuk memperkenalkan isu lingkungan kepada anak-anak. Dengan terlibat secara langsung, peserta dapat memahami bahwa pelestarian alam merupakan tanggung jawab bersama yang dapat dimulai dari tindakan sederhana.
Direktur Utama PLN Icon Plus, Chipta Perdana, mengatakan bahwa keberlanjutan lingkungan merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Melalui berbagai program yang melibatkan generasi muda, kami ingin menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekaligus membangun kesadaran sejak dini bahwa menjaga kelestarian alam merupakan tanggung jawab bersama,” ujar Chipta.
Menurut dia, keterlibatan anak-anak dalam kegiatan berbasis lingkungan memiliki nilai strategis karena dapat membentuk kepedulian sejak usia dini. Kesadaran tersebut diharapkan tumbuh menjadi kebiasaan yang berkelanjutan hingga dewasa.
Hal senada disampaikan Senior Manager PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah, Leandra Agung Tri Radi Putra. Ia menilai pengalaman langsung di lapangan dapat membantu anak-anak memahami hubungan antara aktivitas manusia dan kelestarian lingkungan.
“Kami ingin anak-anak memahami bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana. Melalui penanaman mangrove ini, mereka dapat mengenal fungsi mangrove sekaligus terlibat langsung dalam upaya menjaga kawasan pesisir,” kata Leandra.
Ekosistem mangrove memiliki peran penting bagi wilayah pesisir Indonesia. Selain berfungsi sebagai pelindung alami dari gelombang dan abrasi, hutan mangrove juga menjadi tempat berkembang biak berbagai jenis ikan, udang, kepiting, serta organisme laut lainnya. Keberadaan mangrove turut mendukung kualitas lingkungan pesisir dan membantu menjaga produktivitas sumber daya perikanan.
Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai pihak, termasuk pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan lembaga pendidikan, semakin aktif mendorong program rehabilitasi mangrove sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan lingkungan. Kegiatan yang melibatkan pelajar dinilai mampu memperkuat aspek edukasi sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap alam.
Program yang dilaksanakan PLN Icon Plus di Semarang tersebut juga sejalan dengan semangat “Iconnectivity for Green”, yaitu mendorong terciptanya keseimbangan antara pengembangan usaha dan kepedulian terhadap lingkungan. Melalui pendekatan edukatif, perusahaan berupaya menghadirkan kontribusi yang tidak hanya berdampak pada pelestarian alam, tetapi juga pada peningkatan kesadaran masyarakat.
Sebagai bagian dari PLN Group, PLN Icon Plus mengembangkan berbagai program yang mendukung keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Selain bergerak dalam pengembangan layanan teknologi informasi dan komunikasi serta transisi energi, perusahaan juga menjalankan sejumlah inisiatif sosial yang berorientasi pada manfaat jangka panjang.
Kegiatan penanaman mangrove di Pantai SMC menjadi salah satu contoh bagaimana edukasi lingkungan dapat dikemas secara sederhana namun bermakna. Melalui keterlibatan langsung para siswa, pesan tentang pentingnya menjaga ekosistem pesisir dapat tersampaikan secara lebih efektif, sekaligus menanamkan nilai kepedulian lingkungan yang diharapkan tumbuh bersama generasi penerus bangsa. (aq-nk)