Wangunsari Juara Kedua Futsal Ibu-Ibu se-Kecamatan Lembang, Novianti Aktivitas Olahraga Terus Didukung

165 Desa KBB Bandung Barat

Lembang, 8 Agustus 2026. Desa Wangunsari, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, meraih posisi kedua dalam lomba futsal ibu-ibu antar desa se-Kecamatan Lembang yang berlangsung di Lapangan Futsal Fahmi Jaya, Desa Wangunsari, Sabtu (8/8/2026). Tim Wangunsari harus mengakhiri perjuangan sebagai runner-up setelah kalah dari Desa Sukajaya melalui adu penalti pada pertandingan perebutan juara pertama.

Lomba tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Sebanyak 20 tim ambil bagian dalam pertandingan, setelah panitia menerima pendaftaran dari 45 tim. Sebanyak 25 tim tidak dapat mengikuti pertandingan karena keterbatasan waktu pelaksanaan.

Bagi Wangunsari, hasil tersebut menjadi pencapaian tersendiri dalam penyelenggaraan lomba yang baru pertama kali dilaksanakan. Ketua TP PKK Desa Wangunsari Novianti mengatakan keikutsertaan para ibu dalam pertandingan menunjukkan bahwa aktivitas kader PKK tidak hanya berkaitan dengan pekerjaan administrasi dan kegiatan sosial, tetapi juga dapat berkembang ke bidang olahraga.

“Kalau digali lagi, ibu-ibu PKK itu tidak hanya mahir dalam administrasi, tetapi bisa dalam olahraga,” kata Novianti.

Tim Wangunsari melaju hingga pertandingan perebutan juara pertama setelah melewati rangkaian pertandingan sebelumnya. Pada partai final, Wangunsari menghadapi Sukajaya dalam pertandingan yang berlangsung ketat. Kedua tim tidak mampu mencetak gol hingga waktu pertandingan berakhir sehingga pemenang harus ditentukan melalui adu penalti.

Dalam adu penalti, Wangunsari mendapat kesempatan lebih dahulu. Namun, tendangan pertama berhasil ditepis penjaga gawang Sukajaya. Kesempatan kedua Wangunsari juga tidak menghasilkan gol setelah kembali diamankan kiper lawan.

Sebaliknya, Sukajaya mampu memanfaatkan dua kesempatan awal melalui eksekusi penalti. Dua gol tersebut memastikan kemenangan 2-0 dan membawa Sukajaya menjadi juara pertama. Wangunsari menempati posisi kedua, sedangkan Desa Langensari berada di peringkat ketiga dan Pagerwangi di peringkat keempat.

Novianti menerima hasil tersebut dengan sikap positif. Menurut dia, pencapaian sebagai juara kedua tetap menunjukkan adanya potensi olahraga di kalangan perempuan desa yang selama ini lebih dikenal melalui kegiatan pemberdayaan dan administrasi PKK.

“Alhamdulillah kami dari Desa Wangunsari mengikuti lomba futsal ibu-ibu desa antar desa se-Kecamatan Lembang. Kami juara kedua, alhamdulillah,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai perlombaan dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI. Menurut Novianti, olahraga perlu mendapatkan dukungan berkelanjutan karena aktivitas fisik dapat menjadi bagian dari pembinaan masyarakat di tingkat desa.

“Event pertama, mudah-mudahan bisa berlanjut. Bukan hanya sekadar mengikuti lomba saja, tetapi olahraga merupakan suatu aktivitas yang harus tetap didukung,” kata Novianti.

Pandangan tersebut menjadi penting karena penyelenggaraan pertama memperlihatkan tingginya minat masyarakat. Dari 45 tim yang mendaftar, hanya 20 tim yang dapat mengikuti pertandingan. Pembatasan jumlah peserta dilakukan karena pertandingan dirancang berlangsung dalam satu hari.

Selain persaingan di lapangan, kegiatan tersebut juga memberikan ruang bagi warga untuk saling berinteraksi. Para pendukung dari masing-masing desa ikut hadir dan memberikan dukungan kepada timnya. Panitia bahkan memberikan penghargaan khusus untuk kategori suporter teladan yang diraih Desa Cikole.

Bagi Wangunsari, kegiatan ini juga berlangsung di wilayah desa mereka. Lapangan Futsal Fahmi Jaya menjadi tempat bertanding sekaligus ruang pertemuan warga dari berbagai desa di Kecamatan Lembang.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pemberian kursi roda kepada warga Wangunsari oleh Camat Lembang Bambang Eko bersama Ketua TP PKK Kecamatan Lembang Maya Ekawati. Bantuan tersebut menjadi bagian dari kegiatan pembukaan sebelum pertandingan berlangsung.

Ketua TP PKK Kecamatan Lembang Maya Ekawati mengatakan antusiasme peserta menjadi salah satu hal yang tidak diperkirakan sebelumnya. Menurut dia, jumlah pendaftar menunjukkan adanya minat masyarakat terhadap kegiatan olahraga yang dikemas secara rekreatif.

Bagi Wangunsari, posisi kedua memberikan dasar untuk melanjutkan pembinaan. Novianti berharap para pemain tidak hanya berkumpul ketika ada perlombaan, tetapi dapat mempertahankan aktivitas olahraga secara rutin.
Pembinaan tersebut juga dapat menjadi sarana untuk menjaga kekompakan tim. Pengalaman mengikuti pertandingan, termasuk menghadapi tekanan dalam adu penalti, menjadi bagian dari proses belajar bagi para pemain.

“Olahraga merupakan suatu aktivitas yang harus tetap didukung,” ujar Novianti.
Penyelenggaraan lomba futsal ibu-ibu se-Kecamatan Lembang pada akhirnya memperlihatkan bahwa olahraga perempuan memiliki ruang untuk berkembang di tingkat desa. Bagi Wangunsari, capaian sebagai juara kedua dapat menjadi awal untuk membangun tim yang lebih siap apabila kegiatan serupa kembali dilaksanakan.

Hasil pertandingan memang menempatkan Wangunsari di bawah Sukajaya dalam klasemen akhir. Namun, keberhasilan mencapai pertandingan perebutan juara pertama menunjukkan bahwa partisipasi perempuan dalam olahraga dapat menjadi bagian dari kegiatan pemberdayaan masyarakat desa.

Novianti berharap semangat tersebut tetap terjaga setelah pertandingan berakhir. Bagi dia, yang perlu dipertahankan bukan hanya prestasi, tetapi juga kemauan untuk berolahraga dan membangun kebersamaan di lingkungan masyarakat.

Dengan capaian tersebut, Wangunsari membawa pulang predikat juara kedua sekaligus pengalaman yang dapat menjadi dasar bagi pembinaan futsal perempuan di tingkat desa. Harapannya, kegiatan pertama ini tidak berhenti pada perolehan piala, tetapi berkembang menjadi kegiatan olahraga yang dapat diikuti dan dikembangkan secara berkelanjutan oleh masyarakat. (aq-nk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *