Lembang, 12 Agustus 2026 Perbaikan Jalan Kabupaten Maribaya-Puncak Eurad di Desa Wangunharja, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, terus mendapat perhatian DPRD Kabupaten Bandung Barat. Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bandung Barat Pieter Djuandis menyatakan pembangunan ruas tersebut perlu dilanjutkan hingga seluruh bagian jalan yang masih membutuhkan penanganan dapat diselesaikan.
Pieter menyampaikan hal itu saat menghadiri kegiatan di Desa Wangunharja yang turut dihadiri Kepala Desa Wangunharja Sukmara, Kepala Desa Mekarwangi Enjang Sumpena, Kepala Desa Cikidang Heri, Kepala Desa Cibodas Dindin Sukaya, Kepala Desa Cikole Tadjudin, perangkat Desa Wangunharja, serta anggota DPR RI Dede Yusuf.
Menurut Pieter, pekerjaan rabat beton yang telah terealisasi saat ini merupakan bagian dari proses panjang penanganan infrastruktur jalan di kawasan Lembang. Ia mengatakan, kebutuhan perbaikan ruas tersebut telah masuk dalam pembahasan dan perencanaan sebelum akhirnya dikerjakan.
“Jalan ini memang sudah direncanakan penganggarannya,” kata Pieter dalam wawancara setelah kegiatan.

Pieter menjelaskan, perhatian terhadap ruas jalan tersebut semakin kuat setelah masyarakat menyampaikan keluhan mengenai kondisi jalan. Aspirasi itu disampaikan melalui berbagai saluran, termasuk media sosial. Bagi Pieter, penyampaian keluhan masyarakat menjadi salah satu bentuk partisipasi publik yang perlu ditindaklanjuti pemerintah sesuai kewenangan dan kemampuan anggaran.
Ia mengatakan, Komisi III bersama perangkat daerah terkait kemudian mengambil langkah untuk mendorong penanganan ruas tersebut. Proses itu berlanjut hingga pekerjaan rabat beton dapat direalisasikan di Desa Wangunharja.
“Sesudah dimasukkan anggaran dan akhirnya Pak KDM turun ke lokasi, kemudian ditanggapi lagi oleh Kang JJ, Bupati kita. Untuk itu diberikan anggaran untuk pelaksanaan yang hari ini terealisasi,” ujar Pieter.
Pieter menegaskan, pembangunan yang sudah dilakukan belum menjadi akhir dari penanganan Jalan Maribaya-Puncak Eurad. Masih terdapat bagian jalan yang membutuhkan pekerjaan lanjutan. Karena itu, ia menyampaikan bahwa pembahasan untuk melanjutkan pembangunan tetap dilakukan agar akses tersebut dapat diperbaiki secara bertahap.

Ia berharap penyelesaian jalan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Wangunharja dan desa-desa di sekitarnya. Jalan yang lebih baik, menurut dia, tidak hanya memudahkan mobilitas warga, tetapi juga mendukung kegiatan ekonomi serta hubungan antarwilayah.
“Jadi dalam hal ini kita patut mengucapkan terima kasih kepada Bupati, Wakil Bupati beserta jajaran yang terkait dalam infrastruktur. Jalan ini terealisasi dan baru sebagian. Tapi ini pun juga kita meneruskan ke depannya,” kata Pieter.
Dalam kesempatan tersebut, Pieter juga menyinggung kebutuhan pembangunan infrastruktur di sejumlah desa lain di Kecamatan Lembang. Ia mengatakan, perhatian terhadap pembangunan tidak hanya diarahkan pada satu desa karena kebutuhan infrastruktur tersebar di berbagai wilayah.
Menurut dia, hubungan kerja antara DPRD, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mengidentifikasi kebutuhan pembangunan. Aspirasi dari tingkat desa perlu disampaikan secara jelas sehingga dapat dipertimbangkan dalam proses perencanaan pembangunan daerah.

Pieter juga menyampaikan bahwa peningkatan kualitas jalan perlu diikuti dengan fasilitas pendukung, termasuk penerangan jalan umum. Infrastruktur penerangan dinilai penting terutama pada ruas yang digunakan masyarakat pada malam hari.
Hal senada disampaikan anggota DPR RI Dede Yusuf yang hadir dalam kegiatan tersebut. Dede menilai jalan yang sudah diperbaiki perlu dijaga bersama agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Jalan ini bukan hanya sekadar jalan, tapi ini adalah kebahagiaan masyarakat,” ujar Dede.
Dede mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan jalan yang telah diperbaiki untuk kegiatan yang membahayakan pengguna jalan, seperti balap liar. Ia juga mendorong adanya penerangan jalan sehingga akses masyarakat pada malam hari menjadi lebih aman.

Sementara itu, Kepala Desa Wangunharja Sukmara menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah dan DPRD atas terealisasinya perbaikan jalan tersebut. Ia menggambarkan perubahan kondisi jalan sebagai sesuatu yang langsung dirasakan warga.
“Dulu jalan bergelombang dan berlubang di jalan, sekarang di beton,” kata Sukmara.
Perwakilan warga, Wawan, berharap perbaikan tidak berhenti pada bagian jalan yang sudah dikerjakan. Warga berharap ruas Maribaya-Puncak Eurad dapat diselesaikan secara menyeluruh sehingga akses masyarakat tidak lagi terganggu oleh kondisi jalan yang rusak.
Pieter menegaskan, keberlanjutan pembangunan tetap bergantung pada proses perencanaan dan ketersediaan anggaran pemerintah. Karena itu, ia meminta masyarakat terus menyampaikan kebutuhan pembangunan secara positif dan konstruktif.
“Harapannya ke depan bahwa kita terus bersama masyarakat dan masyarakat terus positif untuk menyampaikan keluhan-keluhannya. Selama ada anggaran, kita membantu ke depannya,” ujar Pieter.

Bagi Pieter, penyelesaian Jalan Maribaya-Puncak Eurad merupakan bagian dari tanggung jawab bersama untuk memastikan pembangunan infrastruktur benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Setelah pekerjaan fisik selesai, pengawasan dan pemeliharaan menjadi tahap berikutnya agar manfaat jalan dapat dipertahankan dalam jangka panjang.
Dengan perbaikan yang dilakukan secara bertahap, Jalan Maribaya-Puncak Eurad diharapkan semakin mendukung konektivitas masyarakat Desa Wangunharja dan wilayah Lembang. Pemerintah desa bersama warga pun diharapkan dapat menjaga fasilitas yang telah dibangun sebagai bagian dari kepentingan publik. (aq-nk)