Jalan Maribaya–Patrol Diresmikan, Akses Pertanian Cibodas Kian Terbuka

165 Desa KBB Bandung Barat

https://liputan9news.com

Lembang, 8 Okt 2026 Peresmian Jalan Maribaya–Patrol di Desa Cibodas, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, menjadi bagian dari upaya meningkatkan konektivitas wilayah sekaligus mendukung kelancaran distribusi hasil pertanian. Perbaikan infrastruktur tersebut diharapkan mempermudah mobilitas masyarakat, memperlancar akses pendidikan dan kesehatan, serta menjaga kualitas sayuran yang dipasok petani ke berbagai pasar.

Peresmian yang berlangsung pada Kamis sore itu dihadiri Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bandung Barat Pither Tjuandys, anggota Komisi II DPRD Kabupaten Bandung Barat Dedi Hermawan, Camat Lembang Bambang Eko Setyowahjudi, serta Kepala Desa Cibodas Dindin Sukaya.

Turut hadir Ketua TP PKK Desa Cibodas Aan Maryati, Ketua TP PKK Kecamatan Lembang Maya Ekawati, Kepala Desa Cikole Tadjudin, Kepala Desa Suntenjaya Asep Wahyono, Kepala Desa Cibogo Abdul Syukur, Kepala Desa Wangunharja Sukmara, Kepala Desa Kayu ambon Hari Irawan , unsur Danramil dan Polsek Lembang, Ketua KDMP Desa Cibodas, serta unsur pemerintahan desa dan masyarakat setempat.

Prosesi peresmian dilakukan dengan pengguntingan pita oleh Camat Lembang Bambang Eko Setyowahjudi, didampingi Pither Tjuandys dan Dindin Sukaya.

Infrastruktur untuk Menunjang Pertanian

Kepala Desa Cibodas Dindin Sukaya mengatakan, pembangunan jalan tersebut penting bagi masyarakat karena Cibodas merupakan salah satu kawasan penghasil sayuran yang berperan dalam memasok kebutuhan pasar. Menurut dia, kondisi jalan yang memadai dibutuhkan untuk menunjang kegiatan ekonomi warga, terutama petani.

Dindin menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bandung Barat dan DPRD atas pembangunan ruas jalan tersebut. Ia berharap perbaikan infrastruktur dapat berlanjut hingga seluruh bagian jalan yang dibutuhkan masyarakat tertangani.

“Masih ada tersisa 500 meter lagi. Mudah-mudahan pada tahun yang akan datang, atau mungkin ada anggaran yang bisa diserap pada 2026,” kata Dindin dalam sambutannya.

Ia juga menjelaskan, Jalan Maribaya–Patrol memiliki arti penting bagi Desa Cibodas dan Desa Suntenjaya. Karena itu, penyelesaian ruas jalan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di kedua desa, khususnya warga yang setiap hari menggunakan jalur itu untuk menjalankan aktivitas ekonomi.

Menurut Dindin, kegiatan pertanian di Cibodas berkembang melalui sejumlah pendekatan, mulai dari metode konvensional dan tradisional hingga penerapan pertanian modern serta smart farming. Pengembangan metode tersebut menjadi bagian dari upaya petani menyesuaikan produksi dengan kebutuhan pasar.

Ia menyebutkan, terdapat sekitar 60 jenis komoditas pertanian yang dikembangkan masyarakat. Salah satu produk yang sedang diminati adalah bayam Jepang, yang menurutnya dapat dipanen sekitar satu bulan setelah ditanam.

Dindin juga menyoroti keterlibatan generasi muda dalam kegiatan pertanian. Ia menilai keterlibatan tersebut menjadi modal penting bagi keberlanjutan sektor pertanian desa, terutama ketika kebutuhan pasar menuntut hasil produksi yang konsisten dari segi kualitas, jumlah, dan waktu pengiriman.

Selain sektor pertanian, Dindin menjelaskan, Desa Cibodas memiliki sejumlah fasilitas pelayanan masyarakat, termasuk puskesmas dengan layanan rawat inap, dua ambulans desa, serta sarana pendidikan mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah dan kejuruan.

Ketersediaan fasilitas tersebut, menurut dia, perlu didukung infrastruktur jalan yang memadai agar akses masyarakat terhadap layanan publik semakin mudah.

Menjaga Kualitas Hasil Panen

Manfaat pembangunan jalan juga disoroti anggota Komisi II DPRD Kabupaten Bandung Barat Dedi Hermawan. Sebagai anggota DPRD yang berkaitan dengan bidang pertanian, ia menilai kondisi infrastruktur berpengaruh terhadap proses distribusi hasil panen, terutama sayuran yang membutuhkan penanganan dan pengiriman cepat.

Dedi menjelaskan, kebutuhan pasar modern tidak hanya berkaitan dengan jumlah produk yang tersedia. Pasar juga menuntut kualitas yang terjaga dan pasokan yang berkelanjutan.

“Pasar modern itu tuntutannya kualitas, kuantitas, dan kontinuitas. Untuk kualitas, bisa dibayangkan kalau jalannya tidak baik atau rusak. Ini akan memengaruhi produk yang kita suplai dari Cibodas,” ujar Dedi.

Ia mencontohkan, sayuran yang dikirim dalam jumlah besar berisiko mengalami penurunan kualitas apabila perjalanan terhambat oleh kondisi jalan yang buruk. Dampaknya dapat berupa penyusutan hasil, penurunan kesegaran, hingga berkurangnya nilai jual ketika produk tiba di pasar.

Dengan akses jalan yang lebih baik, petani diharapkan dapat mengirimkan hasil panen dengan waktu tempuh yang lebih efisien. Kondisi tersebut penting untuk menjaga kesegaran sayuran sekaligus mendukung pemenuhan standar pasar.

Bagi kawasan yang kegiatan ekonominya bertumpu pada pertanian, infrastruktur jalan memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lain. Jalan menjadi bagian dari rantai distribusi yang menghubungkan petani, pengangkut, pedagang, dan konsumen.

Tujuh Ruas Jalan di Kecamatan Lembang

Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail mengatakan, pembangunan infrastruktur jalan merupakan bagian dari prioritas pemerintah daerah yang dijalankan bersama DPRD. Ia menyampaikan salam dari Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail yang tidak dapat hadir karena menjalankan agenda lain.

Menurut Asep, pemerintah daerah merencanakan pembangunan pada 35 ruas jalan di Kabupaten Bandung Barat pada 2026. Dari jumlah tersebut, tujuh ruas berada di Kecamatan Lembang.

Ketujuh ruas yang disebutkan dalam sambutannya meliputi Cilumber–Cikole, Boscha–Wangunsari, Cikole–Cikarumbi, Langensari–Medu–Dago, Maribaya–Patrol, Maribaya–Puncak Erad, dan Cikaramat–Lembang.

Asep mengatakan, pembangunan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan prioritas pemerintah daerah di bidang infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan. Ketiga bidang itu dinilai saling berkaitan dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah daerah, DPRD, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta masyarakat dalam menjalankan program pembangunan.

“Sehebat apa pun pimpinan, kalau hanya berjalan sendiri, pembangunan tidak akan berhasil. Kuncinya adalah kebersamaan untuk memajukan Kabupaten Bandung Barat,” kata Asep.

Ia mengingatkan bahwa jalan yang telah diperbaiki harus dipelihara secara bersama-sama. Masyarakat diharapkan ikut memperhatikan kondisi jalan dan segera menyampaikan apabila ditemukan kerusakan yang membutuhkan penanganan.

#vDPRD Kawal Pembangunan Berkelanjutan

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bandung Barat Pither Tjuandys menyatakan dukungannya terhadap pembangunan infrastruktur yang menjadi prioritas pemerintah daerah. Ia menegaskan, DPRD memiliki peran dalam mengawal pelaksanaan program agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Pither menyebut pembangunan infrastruktur perlu berjalan beriringan dengan peningkatan pelayanan kesehatan dan pendidikan. Menurut dia, ketiga sektor tersebut merupakan bagian penting dari agenda pembangunan daerah.

Ia juga menyampaikan bahwa pekerjaan lanjutan pada ruas Maribaya–Patrol direncanakan dengan nilai anggaran sekitar Rp 2,5 miliar. Pekerjaan tersebut diarahkan untuk melanjutkan pembangunan jalan di wilayah Desa Cibodas dan Desa Suntenjaya.

Selain itu, Pither menyebut rencana dukungan anggaran sekitar Rp 1,2 miliar untuk empat desa di Kecamatan Lembang melalui program yang berkaitan dengan perbaikan jalan kabupaten. Rincian alokasi, tahapan pelaksanaan, dan cakupan pekerjaan tetap perlu mengacu pada dokumen anggaran serta pelaksanaan resmi pemerintah daerah.

Ia berharap komunikasi antara eksekutif dan legislatif tetap terjaga sehingga pembangunan dapat dilaksanakan secara terarah dan manfaatnya dirasakan masyarakat.

Pemeliharaan Menjadi Tanggung Jawab Bersama

Peresmian Jalan Maribaya–Patrol memperlihatkan keterkaitan antara pembangunan infrastruktur dan aktivitas ekonomi masyarakat. Di Cibodas, jalan yang memadai dibutuhkan untuk mendukung pergerakan warga sekaligus menjaga kelancaran distribusi komoditas pertanian.

Namun, keberlanjutan manfaat pembangunan tidak hanya ditentukan oleh penyelesaian pekerjaan fisik. Kualitas konstruksi, pengawasan, pemeliharaan rutin, serta penanganan kerusakan juga menjadi faktor penting agar jalan dapat digunakan dalam jangka panjang.

Bagi petani, akses yang baik dapat membantu menjaga kesegaran hasil panen dan efisiensi pengiriman. Bagi masyarakat umum, jalan yang layak turut mendukung akses menuju sekolah, fasilitas kesehatan, dan pusat kegiatan ekonomi.

Penyelesaian sisa ruas yang belum tertangani juga menjadi perhatian pemerintah desa. Kepastian mengenai jadwal dan sumber pendanaannya diperlukan agar masyarakat memperoleh gambaran yang jelas tentang kelanjutan pembangunan.

Dengan koordinasi pemerintah daerah, DPRD, pemerintah desa, dan masyarakat, pembangunan Jalan Maribaya–Patrol diharapkan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi warga Cibodas dan Suntenjaya. Infrastruktur yang terpelihara dengan baik akan menjadi salah satu penunjang kegiatan pertanian, pelayanan publik, dan pertumbuhan ekonomi lokal di Kecamatan Lembang. (aq-nk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *