BATUJAJAR, 13 April 2026. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti Gedung TK Siti Aminah, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, pada Senin pagi. Ratusan pendidik yang tergabung dalam Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) berkumpul dalam acara Halal Bihalal sekaligus Lepas Sambut Pengawas TK. Momentum ini menjadi ruang refleksi bagi para guru untuk saling memaafkan sekaligus mempererat solidaritas dalam menjalankan tugas mulia mendidik generasi muda.

Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah, di antaranya Camat Batujajar Andi Muhammad Hikmat, Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Batujajar Merlina Sari Utami, Sekretaris Camat Romi Gustav Budiman, serta Ketua PGRI Kecamatan Batujajar Ading. Hadir pula Ketua IGTKI Kecamatan Batujajar Sri Ratna Sari, Pengawas TK Odeh, Pengawas purna tugas Endan, serta para Bunda PAUD dan istri Kepala Desa se-Kecamatan Batujajar.

Dalam sambutannya, Camat Batujajar Andi Muhammad Hikmat memberikan sorotan khusus terhadap dedikasi para guru TK. Menurutnya, pekerjaan mendidik anak usia dini bukan sekadar profesi, melainkan tanggung jawab besar karena menjadi dasar pembentukan karakter manusia di masa depan. Andi menekankan bahwa kesabaran yang dimiliki para guru adalah sesuatu yang luar biasa dan patut mendapatkan penghormatan.

”Pekerjaan mendidik dan membina anak-anak bangsa ke depan, pekerjaan Ibu-ibu sekalian adalah pekerjaan yang menjadi dasar bagi pembentukan karakter anak-anak kita. Apakah nanti anak-anak kita akan tumbuh menjadi pribadi yang baik atau tidak, itu sangat ditentukan oleh peran Ibu-ibu. Maka pekerjaan Ibu-ibu ini, menurut saya, adalah pekerjaan yang sangat berat dan tidak mudah,” ujar Andi Muhammad Hikmat di hadapan para undangan.

Andi juga berbagi pengalaman personal mengenai tantangan mengasuh anak di rumah. Ia merefleksikan betapa sulitnya menjaga kesabaran saat menghadapi satu atau dua anak dengan karakter yang berbeda. Hal ini ia jadikan perbandingan untuk menggambarkan besarnya jasa guru TK yang setiap harinya mengasuh puluhan anak dengan latar belakang dan tingkah laku yang beragam.

”Bayangkan jika saya saja sebagai orang tua mengurus satu anak saja sudah terasa susah dan memohon kesabaran ekstra. Lalu bagaimana dengan Ibu-ibu guru yang mungkin dalam satu sekolah harus mengurus 20 orang anak? Bahkan bisa lebih dari 20. Satu anak saja susah, apalagi 20 lebih. Karena setiap anak memiliki karakter yang berbeda-beda. Maka dari itu, saya ingin memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Ibu-ibu sekalian,” tambahnya dengan nada apresiatif.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Batujajar, Merlina Sari Utami, menegaskan bahwa guru TK merupakan ujung tombak dalam melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia. Ia melihat adanya korelasi kuat antara misi IGTKI dengan program kerja PKK, terutama dalam hal pembinaan anak usia dini dan penguatan ketahanan keluarga.

”Menjadi bunda-bunda guru TK berarti menjadi ujung tombak pembentukan karakter anak sejak dini. Peran ini sangat penting dalam melahirkan generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan siap menghadapi masa depan. Hal ini sejalan dengan program PKK, khususnya dalam pembinaan anak usia dini. Sinergi antara PKK dan IGTKI menjadi hal yang sangat penting untuk terus kita perkuat,” ungkap Merlina.

Selain menjadi ajang Halal Bihalal, kegiatan ini juga menandai transisi kepengawasan di lingkungan TK Kecamatan Batujajar. Pergantian pengawas dari Endan kepada Odeh diharapkan dapat meneruskan estafet bimbingan bagi para guru demi meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini di wilayah tersebut. Acara ditutup dengan jabat tangan saling memaafkan, mempertegas komitmen kebersamaan keluarga besar IGTKI Batujajar dalam menghadapi tantangan pendidikan ke depan. (nk)