Cimahi, 15 April 2026. Sebanyak 1.810 wisudawan dari berbagai jenjang pendidikan mengikuti Sidang Senat Terbuka Wisuda Periode I Tahun 2026 Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) di Aula Auditorium kampus setempat, Rabu (15/4/2026). Acara yang berlangsung selama dua hari hingga Kamis (16/4/2026) ini diikuti oleh lulusan program Ahli Madya, Sarjana Terapan, Magister, hingga Profesi.
Hadir dalam kesempatan tersebut Wali Kota Cimahi Ngatiyana, Bupati Bandung Barat Jeje Richi Ismail, Rektor Unjani Prof Dr Agus Subagyo, serta Ketua Pengurus Yayasan Kartika Eka Paksi (YKEP) M. Reza Utama. Uniknya, Bupati Bandung Barat yang turut hadir memberikan sambutan sekaligus menjadi salah satu wisudawan pada periode ini.
Momen wisuda menjadi simbol perayaan kelulusan sekaligus penanda dimulainya tahap baru bagi para lulusan. Suasana haru dan syukur tampak dari raut wajah para wisudawan yang didampingi orang tua dan keluarga di gedung yang beralamat di Jalan Terusan Jenderal Sudirman, Kota Cimahi tersebut.

Rangkaian acara dimulai sejak pukul 06.30 WIB dengan masuknya wisudawan dan orang tua ke ruang sidang. Setelah persiapan prosesi senat, sidang terbuka resmi dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mengheningkan cipta. Wakil Rektor I kemudian membacakan Surat Keputusan kelulusan, disusul pelantikan bagi para lulusan Magister, Profesi, Sarjana, Sarjana Terapan, dan Ahli Madya, serta pengucapan janji alumni.
Dalam sambutannya, Bupati Bandung Barat Jeje Richi Ismail yang juga turut diwisuda menyampaikan apresiasi dan pesan moral kepada seluruh lulusan. Ia mengingatkan bahwa perjuangan meraih gelar sarjana bukanlah hal yang mudah.
“Rekan-rekan wisudawan yang saya banggakan, hari ini kita berdiri dengan penuh rasa syukur. Mengenakan toga, membawa harapan, dan menyimpan begitu banyak cerita. Perjalanan yang tidak selalu mudah, penuh tantangan, bahkan diwarnai lelah dan ragu. Namun hari ini menjadi bukti bahwa kita mampu melewati semuanya,” ujar Jeje di hadapan ribuan peserta wisuda.

Ia juga menekankan penting peran orang tua, dosen, dan tenaga kependidikan dalam mendampingi para mahasiswa menyelesaikan studinya. Jeje mengajak seluruh wisudawan untuk tidak menjadikan kelulusan sebagai garis akhir, melainkan awal dari pengabdian yang lebih luas.
“Hari ini bukan garis akhir. Ini adalah garis awal. Kita akan menghadapi dunia yang lebih luas, penuh tantangan sekaligus peluang. Dunia membutuhkan pribadi yang berintegritas, yang mau bertindak, dan mampu memberikan manfaat. Mari menjadi pribadi yang tidak mudah menyerah, mampu beradaptasi, dan tetap menjunjung tinggi kejujuran dalam setiap langkah,” tuturnya.
Di akhir sambutannya, Jeje mengajak seluruh wisudawan untuk memaknai kesuksesan tidak hanya dari tingginya jabatan atau melangkah, tetapi dari seberapa besar dampak yang diberikan bagi sesama. “Selamat kepada seluruh wisudawan Unjani Periode I Tahun 2026. Semoga setiap langkah yang kita tempuh ke depan selalu diberkahi dan dimudahkan,” ucapnya.

Sementara itu, Rektor Unjani Prof Dr Agus Subagyo menjelaskan bahwa kehadiran para pejabat dan atlet sebagai wisudawan membuktikan Unjani dikenal luas oleh berbagai kalangan, baik dari lapisan masyarakat bawah maupun atas. Ia menegaskan komitmen kampus dalam memfasilitasi semua lapisan masyarakat untuk mengenyam pendidikan tinggi.
“Unjani berkomitmen untuk memfasilitasi semua komponen masyarakat, semua lapisan masyarakat untuk kuliah di sini. Tidak ada kata tidak punya waktu dan sebagainya,” ujar Agus dalam keterangannya di sela-sela acara.
Ia menjelaskan bahwa Unjani saat ini menerapkan perkuliahan secara hybrid, yaitu kombinasi daring dan luring. Sistem ini memungkinkan para pejabat dan atlet tetap dapat mengikuti perkuliahan meskipun tidak selalu hadir secara fisik di kampus. Penggunaan aplikasi dan digitalisasi dalam proses pembelajaran menjadi kunci agar mahasiswa dari latar belakang sibuk tetap bisa menempuh pendidikan.

“Mereka juga bisa mengeyam pendidikan, tapi juga mereka fokus terhadap tugasnya sebagai pejabat dan tugasnya sebagai atlet. Tiap minggu mereka kuliah secara daring, namun sebulan sekali mereka datang ke kampus untuk praktik, simulasi, gladi, termasuk juga seminar ujian proposal, sidang skripsi, dan ujian lainnya,” jelas Agus.
Ia menegaskan bahwa tidak ada perlakuan khusus bagi para pejabat atau selebritas dalam proses akademik. Mereka hadir dan mengikuti ujian layaknya mahasiswa reguler lainnya. “Tidak ada privilege, tidak ada keistimewaan. Datang seperti mereka mahasiswa reguler, ujian dan sebagainya,” tegasnya.
Terkait program studi yang banyak diminati kalangan pejabat dan atlet, Agus menyebutkan Sarjana Pemerintahan menjadi yang paling diminati. Selain itu, Sarjana Hubungan Internasional, Sarjana Ekonomi, dan Magister Manajemen juga menjadi pilihan. Beberapa atlet dan pejabat dijadwalkan mengikuti wisuda pada sesi siang atau hari berikutnya.

Mengenai kesiapan lulusan memasuki dunia kerja, Unjani secara rutin mengadakan pembekalan sebelum wisuda. Berbagai narasumber kompeten didatangkan untuk memberikan pelatihan soft skill di tingkat fakultas dan program studi. Kegiatan ini menjadi bagian dari tuntutan akreditasi sekaligus upaya mempercepat penyerapan lulusan.
“Targetnya, para lulusan itu tidak lama-lama menganggur. Paling lama tiga sampai empat bulan, mereka diharapkan sudah mendapatkan pekerjaan atau terserap di dunia usaha dan dunia industri,” ujar Agus.
Selain ijazah dan transkrip akademik, para wisudawan juga menerima Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) sebagai bentuk pengakuan terhadap capaian soft skill selama menempuh pendidikan. Pelatihan-pelatihan tambahan seperti kepemimpinan, komunikasi, dan kewirausahaan telah diberikan oleh masing-masing fakultas dan program studi.
Wisuda Periode I Tahun 2026 ini digelar dalam tiga sesi selama dua hari. Berdasarkan data undangan, total undangan yang didistribusikan mencapai 239 orang, terdiri dari 102 undangan untuk sesi pertama, 81 untuk sesi kedua, dan 56 untuk sesi ketiga. Ratusan undangan dari kalangan internal kampus, YKEP, senat, serta mitra eksternal turut memeriahkan acara.

Mereka yang hadir antara lain Kepala LLDIKTI Wilayah IV Jabar-Banten, Pangdam III/Siliwangi, Kapolres Cimahi, Dandim 0609/Cimahi, Kepala Rumkit Dustira, serta sejumlah pimpinan perbankan seperti BJB, BSI, BTN, dan BNI Cabang Cimahi. Turut hadir pula perwakilan dari Persib Bandung dan pimpinan sekolah menengah atas di lingkungan Kota Cimahi.
Prosesi wisuda juga diisi dengan penampilan drumband, LDKK, serta pemutaran video persembahan dari Rektor. Penghargaan diberikan kepada lulusan terbaik tingkat universitas sebagai bentuk apresiasi atas prestasi akademik yang diraih selama masa studi.
Puncak acara ditandai dengan penyerahan ijazah secara simbolis oleh pimpinan universitas kepada para wisudawan. Setelah pembacaan doa, Sidang Senat Terbuka resmi ditutup dan senat meninggalkan ruangan. Suasana haru menyelimuti aula saat para orang tua dan keluarga memberikan ucapan selamat kepada putra-putri mereka yang baru saja diwisuda.
Dengan terselenggaranya wisuda ini, Unjani kembali melahirkan lulusan yang diharapkan mampu mengamalkan ilmunya di tengah masyarakat serta berkontribusi bagi bangsa dan negara. Universitas yang berada di bawah naungan Yayasan Kartika Eka Paksi ini terus berkomitmen mencetak sumber daya manusia unggul yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga berintegritas dan siap bersaing di era digital. (nk)