Cigugurgirang, 23 Agustus 2026 Camat Parongpong Agus Ganjar mendorong Pemerintah Desa Cigugurgirang dan masyarakat untuk mempertahankan kekompakan serta gotong royong sebagai modal dalam memperkuat pembangunan desa. Pesan itu disampaikan Agus saat menghadiri perayaan milangkala ke-176 Desa Cigugurgirang di Lapangan Ateja, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat.
Dalam kesempatan tersebut, Agus menyampaikan apresiasi atas keterlibatan pemerintah desa dan masyarakat dalam rangkaian kegiatan milangkala. Menurut dia, tingginya partisipasi warga menunjukkan adanya kebersamaan yang perlu terus dipelihara dalam kehidupan masyarakat.
“Desa Cigugurgirang melaksanakan kegiatan Milangkala yang ke-176. Saya sebagai camat mengucapkan selamat kepada Pemerintah Desa Cigugurgirang bersama warga masyarakat Cigugurgirang,” kata Agus.

Ia berharap pertambahan usia Desa Cigugurgirang dapat diikuti dengan peningkatan kualitas penyelenggaraan pemerintahan dan kesejahteraan masyarakat. Agus juga menekankan pentingnya pemerintah desa menjalankan tugas dengan amanah sehingga program yang direncanakan dapat memberi manfaat bagi masyarakat.
“Mudah-mudahan Desa Cigugurgirang semakin maju, masyarakatnya semakin sejahtera, dan pemerintahan desanya semakin amanah,” ujarnya.
Agus melihat pelaksanaan milangkala tidak dapat dipisahkan dari kerja sama antara pemerintah desa dan warga. Berbagai kegiatan yang berlangsung dalam rangkaian perayaan tersebut menjadi gambaran keterlibatan masyarakat dalam mendukung kegiatan di lingkungan mereka.

“Kegiatan ini bisa berjalan atas kerja sama antara pemerintah desa dengan warga masyarakat,” kata Agus.
Rangkaian kegiatan milangkala ke-176 Desa Cigugurgirang berlangsung pada 22-23 Agustus 2026. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia serta sejumlah kegiatan keagamaan. Sebelumnya, rangkaian kegiatan telah berlangsung sejak 1 Muharam.
Beragam kegiatan disiapkan untuk masyarakat, antara lain lomba keagamaan, karnaval, pesta seni, lomba tumpeng, olahraga, hiburan, hingga pertunjukan wayang golek pada puncak acara.

Menurut Agus, antusiasme masyarakat menjadi salah satu hal yang terlihat dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Warga datang dan berpartisipasi dalam berbagai aktivitas yang disediakan panitia.
“Terlihat oleh kita antusiasme masyarakat, tumpah ruah, ikut berbahagia di dalam rangka milangkala Desa Cigugurgirang,” ujar Agus.
Bagi Agus, partisipasi masyarakat merupakan modal sosial yang penting bagi desa. Kekompakan warga dapat menjadi kekuatan ketika pemerintah desa menjalankan program pemerintahan, pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat.

Karena itu, Agus meminta agar kebersamaan yang terlihat dalam kegiatan milangkala tidak berhenti setelah rangkaian acara selesai. Menurut dia, hubungan antara pemerintah desa dan masyarakat perlu terus diperkuat dalam pelaksanaan berbagai program.
“Harapan ke depan, kekompakan ini terus dijaga dan dipelihara, bahkan ditingkatkan,” katanya.
Agus juga berharap Desa Cigugurgirang dapat menunjukkan prestasi di tingkat Kabupaten Bandung Barat. Namun, pencapaian tersebut menurut dia perlu dibangun melalui proses yang konsisten, baik dari sisi pemerintahan maupun keterlibatan masyarakat.

Ia menempatkan penyelenggaraan pemerintahan desa yang amanah sebagai salah satu unsur penting. Pemerintah desa diharapkan dapat menjalankan tugas secara bertanggung jawab, sementara masyarakat tetap mengambil bagian dalam pembangunan sesuai dengan peran masing-masing.
“Sehingga Desa Cigugurgirang bisa menunjukkan sebagai desa yang berprestasi di tingkat Kabupaten Bandung Barat,” ujar Agus.
Ia juga mengaitkan kekompakan masyarakat dengan pelaksanaan tugas desa yang mencakup pemerintahan, pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat. Ketiga bidang tersebut membutuhkan koordinasi agar program yang dijalankan tidak berjalan sendiri-sendiri.

“Semakin amanah di dalam menjalankan tugas-tugas bidang pemerintahan, pembangunan, pemberdayaan masyarakat,” katanya.
Perayaan milangkala sendiri menjadi ruang pertemuan berbagai unsur masyarakat. Puluhan pelaku UMKM hadir dengan menawarkan makanan, minuman, pakaian, dan berbagai produk lainnya. Aktivitas tersebut memberi kesempatan bagi warga untuk menjalankan kegiatan ekonomi di tengah perayaan desa.

Panitia juga menyediakan sejumlah arena permainan anak, seperti komedi putar, ayunan, dan ruang bermain bola. Hiburan berupa penyanyi dangdut dan musik Sunda turut melengkapi kegiatan masyarakat.
Kepala Desa Cigugurgirang Priana mengatakan, rangkaian kegiatan tersebut menjadi sarana silaturahmi sekaligus upaya menggali potensi yang ada di desa. Tahun ini, kegiatan membawa tema “Lamun urang ngarawat pasti mere manfaat”.
Tema tersebut mengandung pesan mengenai pentingnya merawat alam, seni, dan berbagai potensi desa agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta generasi mendatang.

Priana juga menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan mendapat dukungan dari sejumlah pihak, termasuk pelaku usaha dan donatur di wilayah Desa Cigugurgirang. Dukungan tersebut membantu kegiatan berjalan dengan melibatkan masyarakat secara luas.
Sejumlah sponsor dan pendukung yang tercatat dalam kegiatan antara lain ATEJA, PT Berkah Melano Indonesia, HELION Property, bank bjb, Liwet Asep Stroberi, Asper Pool, RA Motor-Mokas, Frabu Batara Arjuna, Nirwana Landscape, CV Algadino Garden, Forward Creativebase, H.A.S Farm, Nyentrik, Central Tekindo, Forum Komunikasi Majelis Taklim Kabupaten Bandung Barat, Setia Nugraha 2, dan HDN Farm.

Puncak kegiatan turut diisi pertunjukan wayang golek sebagai bagian dari upaya mempertahankan kesenian tradisional. Kegiatan tersebut melengkapi rangkaian hiburan sekaligus memberi ruang bagi masyarakat untuk menikmati kesenian Sunda.
Bagi Agus Ganjar, keberlanjutan pembangunan Desa Cigugurgirang membutuhkan hubungan yang kuat antara pemerintah desa dan masyarakat. Kekompakan warga yang terlihat dalam perayaan milangkala diharapkan dapat diteruskan dalam kegiatan sosial dan pembangunan sehari-hari.

Dengan demikian, perayaan usia ke-176 Desa Cigugurgirang tidak hanya menjadi kegiatan warga untuk memperingati perjalanan desa, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat kerja sama. Bagi Kecamatan Parongpong, kekompakan tersebut menjadi salah satu modal penting untuk mendorong desa semakin maju, masyarakat semakin sejahtera, dan pemerintahan desa semakin amanah. (aq-nk)