Ciamis, 6 Sept 2026 Ratusan alumni Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Cikoneng kembali berkumpul di lingkungan sekolah mereka di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Minggu (6/9/2026). Pertemuan lintas angkatan tahun lulus 1980 hingga 1988 tersebut mengusung tema Sunda, “Kumpul bareng ngariung, nyawang masa ka tukang pikeun ngarakeutkeun duduluran”, yang bermakna berkumpul bersama untuk mengenang masa lalu guna mempererat tali persaudaraan.
Kegiatan silaturahmi yang digagas sejak enam bulan sebelumnya ini dihadiri oleh 557 peserta dari sembilan angkatan. Selain alumni, ajang temu kangen tersebut turut disaksikan oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Ciamis, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Camat Cikoneng, Kapolsek Cikoneng, Danramil Cikoneng, Kepala Desa Margaluyu, serta para tenaga pendidik purnabakti dan guru aktif di SMPN 1 Cikoneng.

Pertemuan lintas generasi ini dirancang sebagai sarana memperkuat komitmen kepedulian terhadap kemajuan sarana pendukung pendidikan di sekolah. Menjelang usianya yang ke-48 tahun, sekolah tersebut terus mendapat perhatian dari para alumni yang ingin memberikan kontribusi nyata bagi almamater tempat mereka menimba ilmu pada masa muda.
KLIK Koleksi Foto dan Video dibawah ini
Berdasarkan data panitia pelaksana, tingkat kehadiran peserta terbagi dalam beberapa kelompok angkatan, yakni 19 orang dari angkatan 1980, 59 orang dari angkatan 1981, 56 orang dari angkatan 1982, 67 orang dari angkatan 1983, 89 orang dari angkatan 1984, 71 orang dari angkatan 1985, 76 orang dari angkatan 1986, 78 orang dari angkatan 1987, serta 42 orang dari angkatan 1988.

Sebelum kegiatan utama berlangsung, semangat gotong royong alumni telah diwujudkan dalam bentuk perbaikan pengecatan lapangan olahraga sekolah. Langkah pembenahan fisik ini diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan serta kelayakan ruang aktivitas para siswa saat berolahraga maupun berkegiatan di luar ruang kelas.
Ketua Umum Panitia Tarsoma menyampaikan bahwa seluruh pembiayaan kegiatan bersumber dari gotong royong iuran peserta serta dukungan donatur alumni. Penggalangan dana mandiri ini menjadi dasar keterlibatan bersama seluruh angkatan tanpa membedakan latar belakang profesi maupun kedudukan sosial.

”Perencanaan ini kami mulai dari enam bulan yang lalu. Pelaksanaan bersumber dana dari peserta dan donatur, untuk itu kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung acara ini,” kata Tarsoma.
Dalam agenda ini, diserahterimakan pula bantuan 360 judul buku bacaan dari Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Prof. E. Aminudin Aziz untuk melengkapi koleksi perpustakaan sekolah. Bantuan buku tersebut disandarkan pada semangat menumbuhkan kembali minat baca generasi muda di tengah meluasnya ketergantungan pada media digital.

Prof. E. Aminudin Aziz menegaskan pentingnya tradisi membaca dalam membangun kecerdasan bangsa. Menurut dia, keterikatan alumni dengan almamater harus membawa dampak edukatif bagi para siswa yang sedang menuntut ilmu.
”Adapun 360 buku yang diberikan ini karena sesungguhnya tanpa membaca buku kita tidak akan berkembang. Mari kita membaca buku kembali, tidak hanya terus melihat telepon genggam, karena kita diajak untuk kembali pada perintah membaca,” ujar Aminudin.

Selain dukungan literasi, acara ditandai dengan penyerahan karya seni berupa lukisan figuratif sosok Kopral Jono. Penyerahan karya seni tersebut menjadi simbol apresiasi budaya sekaligus media pengenalan nilai-nilai keteladanan serta kejuangan kepada para siswa.
Kepala SMPN 1 Cikoneng Wawan Hermawan mengapresiasi perhatian dan wujud bakti para alumni. Menurut Wawan, perhatian alumni sangat membantu sekolah dalam menjaga mutu lingkungan belajar, terlebih sekolah tersebut terus berbenah untuk memenuhi standar nasional pendidikan dengan dukungan pembiayaan dari pemerintah daerah.

”Kami dari sekolah mengucapkan terima kasih atas kehadiran para alumni serta bantuan cat lapangan sehingga fasilitas sekolah kini menjadi lebih baik. Kami sangat menyambut baik rencana pembentukan ikatan alumni, bahkan diharapkan ke depan ada bentuk dana abadi alumni untuk mendukung kemajuan sekolah,” tutur Wawan.
Gagasan pembentukan organisasi wadah alumni yang representatif juga disuarakan oleh alumni angkatan 1984, Aep Saefullah. Aep menilai bahwa kekuatan jejaring alumni yang tersebar di berbagai sektor pekerjaan dan wirausaha perlu dikelola secara terorganisasi agar berdampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan pendidikan.

”Melalui kegiatan ini kita mengingat kembali masa-masa sekolah untuk mempererat persaudaraan. Harapan kita ke depan, pertemuan ini bisa melahirkan organisasi ikatan alumni yang resmi sehingga program sosial dan kepedulian terhadap sekolah dapat berjalan lebih terstruktur,” kata Aep.
Ketua Pelaksana Kegiatan Yosep menambahkan, wadah keorganisasian alumni nantinya ditargetkan mencakup seluruh 48 angkatan yang pernah menimba ilmu di sekolah tersebut. Langkah pendataan terus dilakukan guna memastikan setiap perwakilan angkatan terakomodasi dalam kepengurusan yang berkelanjutan.

Suasana kebersamaan dalam acara silaturahmi ini juga dimanfaatkan untuk mendorong pemberdayaan ekonomi lokal. Panitia menyediakan ruang bagi belasan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kuliner olahan warga sekitar dan alumni, seperti Lia Snack, Manggis Seblak, Dua Rasa, Hera Snack, Mabasa, Dua Lengkeng Krupuk, Gerai Pusat Olahan Ikan, Mustopa Kentang, Pelangi Rindu, Warnas Ibu Enok, Telur Asin Cimahi, hingga Mie Baso Sauyunan.

Di tengah suasana keakraban tersebut, nilai-nilai dasar pendidikan karakter sekolah tetap terpelihara. Di halaman tengah sekolah, berdiri kokoh prasasti batu bertuliskan Janji Siswa yang memuat prinsip ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, pengabdian kepada tanah air, penghormatan kepada orang tua dan guru, serta tanggung jawab sosial sebagai warga negara.

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, kemudian diakhiri dengan penampilan musik hiburan dari penyanyi rock era 1990-an, Mel Shandy, serta doa bersama untuk keselamatan seluruh alumni dan para guru yang telah mendidik mereka. (NK)