Tiga Tahun LAKI KBB, Dorong Penguatan Integritas dan Pengawasan Antikorupsi di Masyarakat

Bandung Barat Profil

Lembang, 5 Sept 2026 Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Kabupaten Bandung Barat memperingati ulang tahun ke-3 di Villa Rumah Kayu Organik atau Java Joglo, Jalan Kolonel Masturi, Kampung Pojok Tengah, Desa Cikahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (5/9/2026). Kegiatan bertema “Menjaga Integritas Menuju KBB Bebas Korupsi” itu menjadi ruang konsolidasi anggota sekaligus memperkuat pesan tentang pentingnya pengawasan masyarakat terhadap penyelenggaraan pemerintahan.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua LAKI KBB Gunawan Rasyid, Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bandung Barat Agnes Virganty, Camat Lembang Bambang Eko Wahyudi, Ketua TP-PKK Kecamatan Lembang Maya Ekawati, Kepala Desa Cibodas Dindin Sukaya, Kapolsek Lembang AKP Dana Suhenda, serta sejumlah tokoh masyarakat dan perwakilan organisasi kemasyarakatan. Pengurus LAKI dari tingkat wilayah, kecamatan, hingga desa juga hadir.

Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars LAKI. Ketua panitia, Dadan Suryansyah, mengatakan peringatan tiga tahun LAKI KBB menjadi bagian dari perjalanan organisasi yang sebelumnya dilaksanakan di Cimareme untuk ulang tahun pertama dan Pangalengan pada tahun kedua. Tahun ini, Lembang dipilih sebagai lokasi kegiatan.

Dadan mengatakan penggunaan pakaian bernuansa merah putih juga berkaitan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Selain kegiatan internal, agenda diisi perlombaan yang melibatkan peserta sebagai bagian dari kegiatan kebersamaan. Kegiatan berlangsung hingga Minggu dan pembiayaannya dilakukan secara mandiri.

Menurut Dadan, kegiatan LAKI KBB diarahkan pada penguatan semangat antikorupsi serta sinergi dengan berbagai pihak. Organisasi juga merencanakan kegiatan mitigasi antikorupsi di tengah masyarakat Bandung Barat dan penyampaian perkembangan pengawasan kepada pemerintah pusat melalui Ketua LAKI.

Ketua LAKI KBB Gunawan Rasyid mengatakan organisasi tetap menjalankan fungsi kritik terhadap kebijakan dan jabatan publik dengan menempatkan persoalan pada substansi, bukan pribadi. Ia menyebut anggota LAKI KBB berjumlah 521 orang, meskipun yang hadir dalam kegiatan tersebut terutama berasal dari jajaran pengurus.

“LAKI tetap akan mengkritisi jabatan dan kebijakannya, bukan personal. Oleh karena itu, sebetulnya kita adalah saudara,” kata Gunawan.

Ia juga menyampaikan bahwa LAKI KBB tengah melakukan pengawasan terhadap sejumlah kebijakan dan program pemerintah daerah. Menurut dia, sikap kritis tersebut merupakan bagian dari upaya mempertahankan integritas organisasi dan memastikan kontrol masyarakat tetap berjalan.

Dari unsur kepolisian, Kapolsek Lembang Kompol Dana Suhenda menekankan pentingnya membangun kerja sama antara organisasi masyarakat dan aparat penegak hukum. Ia mengatakan pemberantasan korupsi tidak dapat dilakukan oleh aparat penegak hukum secara sendiri.

“Korupsi ini adalah musuh bersama. Integritas adalah modal utama bagi pemberantasan korupsi,” ujar Dana.

Ia juga mengingatkan agar pengawasan masyarakat dilakukan dengan mengedepankan data dan mekanisme hukum. Menurut dia, informasi mengenai dugaan pelanggaran perlu dibuktikan melalui proses yang dapat dipertanggungjawabkan, bukan berdasarkan asumsi.

“Jangan melakukan asumsi, tetapi harus dibuktikan dengan data. Jangan main hakim sendiri, mari proses secara hukum,” katanya.

Camat Lembang Bambang Eko Wahyudi mengatakan pengalaman selama bertugas di Inspektorat Kabupaten Bandung Barat membuat dirinya memahami pentingnya pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan. Ia mendukung kegiatan antikorupsi yang dilakukan LAKI, termasuk edukasi kepada masyarakat.

Sementara itu, Agnes Virganty yang mewakili Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail dan Wakil Bupati Asep Ismail menyampaikan apresiasi atas peran LAKI dalam melakukan kontrol sosial. Ia mengatakan pengawasan masyarakat dapat menjadi bagian dari upaya menjaga pelaksanaan program pemerintah agar tetap sesuai ketentuan.nIa juga mendorong edukasi antikorupsi agar masyarakat memahami hak dan tanggung jawabnya dalam mengawasi kebijakan publik.

Dalam kesempatan itu, Agnes memperkenalkan prinsip “Jumat Bersepeda” sebagai pengingat nilai integritas, yakni jujur, mandiri, bertanggung jawab, berani, sederhana, disiplin, dan adil. Nilai tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai slogan, tetapi diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat dan penyelenggaraan pemerintahan.

Peringatan tiga tahun LAKI KBB kemudian dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng dan makan bersama. Sejumlah karangan bunga turut menghiasi lokasi kegiatan, antara lain dari Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat sekaligus Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Bandung Barat HJ Pipih Supriati, Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail dan Asep Ismail, Kapolres Cimahi AKBP Moh. Faruk Rozi, serta Fraksi PKB DPRD Bandung Barat.

Bagi LAKI KBB, bertambahnya usia organisasi membawa tanggung jawab untuk menjaga konsistensi pengawasan. Pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa pemberantasan korupsi tidak hanya bergantung pada penindakan, tetapi juga membutuhkan pencegahan, pendidikan publik, transparansi, serta keberanian menyampaikan kritik berdasarkan data dan mekanisme hukum.

Dengan pendekatan tersebut, pengawasan masyarakat diharapkan dapat berjalan secara konstruktif. Kritik terhadap kebijakan publik tetap diperlukan, tetapi harus ditempatkan dalam koridor hukum, etika, dan kepentingan masyarakat luas agar upaya membangun pemerintahan yang berintegritas dapat dilakukan secara bersama-sama. (aq-nk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *