Mukercab NU Bandung Barat Rumuskan Program Terukur, Perkuat Sinergi untuk Kemaslahatan Masyarakat

Bandung Barat Nasional

Ngamprah, 26 April 2026. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bandung Barat menggelar Musyawarah Kerja Cabang (Mukercab) Tahun 2026 di Pondok Pesantren Riyadlul Huda, Ngamprah, Ahad (26/4/2026). Forum ini menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus perumusan program kerja untuk memperkuat khidmah keumatan dan kontribusi pembangunan daerah.

Kegiatan dihadiri jajaran pengurus NU tingkat cabang dan kecamatan, badan otonom, tokoh pesantren, unsur pemerintah daerah, serta tamu undangan lainnya. Hadir antara lain Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat Asep Dedi, serta Ketua PWNU Jawa Barat KH Juhadi Muhammad.

Rangkaian acara diawali registrasi peserta, penampilan kreasi seni Islam, pembukaan resmi, hingga sidang pleno yang membahas tata tertib, evaluasi organisasi, pembagian komisi, dan pengesahan hasil sidang.

Ketua Pelaksana Mukercab KH M. Ali Kurniawan menyampaikan, forum tersebut merupakan amanat organisasi untuk mengevaluasi pelaksanaan keputusan konferensi cabang sekaligus menyusun langkah strategis menghadapi tantangan kekinian.
“Musyawarah Kerja Cabang artinya mengevaluasi pelaksanaan amanat konferensi cabang dalam kondisi kekinian,” ujar Ali Kurniawan dalam laporannya.

Ia menjelaskan, Mukercab diarahkan untuk memperkuat kelembagaan, meningkatkan sinergi antarpengurus, merumuskan program yang memberi maslahat bagi masyarakat, serta menyiapkan kader penggerak organisasi dan pembangunan.

Menurut dia, kegiatan itu diikuti 228 peserta yang terdiri atas perwakilan 16 Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU), lembaga, dan badan otonom. Seluruh MWCNU disebut hadir penuh.

Peserta dibagi ke dalam empat komisi, yakni Komisi Penguatan Organisasi, Program Kerja, Rekomendasi, dan Bahtsul Masail Diniyah.

Ali menegaskan, PCNU Bandung Barat berkomitmen terus berkhidmat kepada umat melalui konsolidasi organisasi yang kuat dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Melalui Mukercab ini, PCNU Kabupaten Bandung Barat berkomitmen untuk terus berkhidmat kepada umat, memperkuat konsolidasi organisasi, serta memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan daerah,” katanya.

Ketua PCNU Kabupaten Bandung Barat KH Yusuf Abdul Qodir menyatakan, Mukercab menjadi sarana evaluasi dua tahun perjalanan kepengurusan. Dalam periode tersebut, organisasi menghadapi sejumlah tantangan, termasuk musibah yang menimpa warga dan wafatnya salah satu tokoh penting di lingkungan NU setempat.

Namun, menurut dia, tantangan itu justru memperkuat kebersamaan pengurus di semua tingkatan.
“Dalam dua tahun terakhir ini, walaupun banyak tantangan, Alhamdulillah kami bersama seluruh pengurus, MWCNU, lembaga, dan badan otonom terus berusaha memberikan yang terbaik bagi masyarakat Kabupaten Bandung Barat,” ujar Yusuf.

Ia berharap hasil Mukercab melahirkan program yang terukur, terarah, realistis, dan dapat dijalankan secara nyata. Program tersebut, lanjut dia, harus menyentuh kebutuhan masyarakat.
Sebagai penutup sambutannya, Yusuf menyampaikan pesan tentang identitas daerah yang kuat dengan tradisi pesantren.
“Bandung Barat adalah kampungnya santri. Santri, bukan sembarang santri. Santrinya para ulama,” ucapnya.

Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail menilai keberadaan Nahdlatul Ulama memiliki kontribusi besar dalam menjaga nilai keagamaan, persatuan, dan kehidupan sosial masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah menyatakan siap memperkuat sinergi dengan NU.
“Pemerintah Kabupaten Bandung Barat akan senantiasa hadir dan bersinergi dengan NU dalam membangun masyarakat yang lebih baik, agamis, dan sejahtera,” katanya.

Ia juga menyinggung sejumlah tantangan sosial yang dihadapi daerah, salah satunya meningkatnya angka perceraian yang berkaitan dengan persoalan ekonomi dan dampak judi daring.

Menurut dia, persoalan tersebut membutuhkan peran bersama antara pemerintah, tokoh masyarakat, dan organisasi keagamaan melalui pendekatan edukatif serta penguatan ketahanan keluarga.

Selain itu, Asep menyoroti peluang pengembangan ekonomi masyarakat, terutama sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pertanian. Kerja sama dengan berbagai pihak dinilai mulai menunjukkan hasil positif berupa peningkatan produktivitas dan pendapatan.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat Asep Dedi menyampaikan harapan agar hasil Mukercab dapat memberi manfaat langsung bagi umat dan pembangunan daerah.
“Mudah-mudahan dalam kegiatan Musyawarah Kerja Cabang ini benar-benar dapat menghasilkan rencana-rencana kerja ke depan yang mampu memberikan dampak kemanfaatan dan kemaslahatan bagi umat,” ujarnya.

Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan perlu terus diperkuat karena masih banyak pekerjaan rumah pembangunan di Kabupaten Bandung Barat.

Dalam kesempatan itu, Asep Dedi juga menyinggung pentingnya pemerataan akses pendidikan tinggi, termasuk pendidikan keagamaan, agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat luas.

Sementara itu, Ketua PWNU Jawa Barat KH Juhadi Muhammad menekankan pentingnya kaderisasi sebagai fondasi utama pergerakan NU. Ia menyebut program kaderisasi harus diperkuat di seluruh tingkatan agar lahir kader yang memahami visi, sejarah, dan arah perjuangan organisasi.
“Kaderisasi seperti PDPK-PNU harus terus diperkuat dan dilaksanakan secara maksimal di seluruh tingkatan,” katanya.

Menurut Juhadi, secara jumlah warga NU sangat besar, tetapi pemahaman organisasi masih perlu ditingkatkan. NU, kata dia, bukan hanya identik dengan tradisi keagamaan, melainkan memiliki peran strategis menjaga keutuhan bangsa dan negara.

Ia juga mendorong penguatan peran NU pada tiga sektor strategis, yakni kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. Di bidang kesehatan, masih diperlukan pengembangan layanan kesehatan berbasis NU. Di bidang pendidikan, peningkatan mutu lembaga menjadi perhatian penting. Adapun di sektor ekonomi, kemandirian warga dinilai harus terus diperkuat.
“Melalui Musyawarah Kerja Cabang ini, saya berharap seluruh jajaran pengurus dapat menyusun program-program yang benar-benar berdampak bagi masyarakat serta dapat dijalankan secara konsisten,” ujar Juhadi.

Dengan mengucapkan basmalah, ia secara resmi membuka Mukercab NU Kabupaten Bandung Barat.

Mukercab merupakan salah satu forum permusyawaratan penting di tubuh NU setelah konferensi cabang. Forum ini lazim digunakan untuk mengevaluasi pelaksanaan keputusan organisasi, merumuskan program kerja, serta menyatukan langkah pengurus dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

Bagi NU Kabupaten Bandung Barat, forum tahun ini memiliki arti strategis karena berlangsung di tengah tuntutan penguatan pelayanan sosial, peningkatan kualitas pendidikan keagamaan, pemberdayaan ekonomi umat, serta kebutuhan menjaga harmoni sosial di masyarakat yang terus berkembang.

Melalui agenda tersebut, NU Bandung Barat diharapkan mampu meneguhkan perannya sebagai organisasi keagamaan yang dekat dengan masyarakat, responsif terhadap persoalan publik, dan konsisten merawat nilai kebangsaan. (nk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *