Menilik Tuah Kertas Usang, Mengurai Eigendom Inanvraag dan Nasib Tanah Adat di Tangan Desa
Kikitir Padjek Boemi tahun 1935 bukan sekadar artefak kolonial. Ia adalah nyawa bagi kepastian hukum atas tanah di pedesaan. Namun, tanpa validasi Buku Letter C dan konversi UUPA 1960, dokumen ini bisa menjadi bom waktu konflik agraria. Di laci-laci kayu jati tua milik warga desa, terselip lembaran kertas kekuningan bertuliskan ejaan lama: Kikitir Padjek Boemi. […]
Continue Reading