Ngamprah, 2 Agustus 2026. Sebanyak 216 pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dari SMA, SMK, dan MA di Kabupaten Bandung Barat mengikuti Student Council Leaders Summit (SCLS) 2.0. Kegiatan bertema “Tingkatkan Wawasan, Tumbuhkan Keterampilan, Wujudkan Pemimpin Masa Depan” itu menjadi ruang pembelajaran bersama untuk memperluas wawasan, memperkuat karakter kepemimpinan, serta membangun jejaring antarpelajar di Bandung Barat.
Forum yang digagas Forum OSIS Bandung Barat tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai bidang, di antaranya aktivis muda dan CEO Alang Institute Roidah A’isyi Sofwah, Dewan Pembina Forum OSIS Bandung Barat Eka Sandi S. Subrata, kreator konten Virdian Aurelio yang mengangkat isu literasi politik, anggota DPRD Jawa Barat Sri Dewi Anggraeni, serta Mobile Consumer GTM and Channel Partnership Telkomsel Regional Jawa Barat Muhammad Russy Muwardi.

Kegiatan turut dihadiri Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat Edy Syafrudin, Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Pertama Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat Cucu Rosmiati, serta Sri Dewi Anggraeni dari DPRD Jawa Barat. Kehadiran para pemangku kepentingan menunjukkan dukungan terhadap penguatan pendidikan karakter melalui organisasi pelajar.
Ketua panitia melalui laporan kegiatan yang disampaikan Oktav Pratiwi menjelaskan bahwa Student Council Leaders Summit dirancang sebagai ruang belajar, berdiskusi, dan berkolaborasi bagi para pengurus OSIS. Menurutnya, forum tersebut diharapkan menjadi titik awal lahirnya gagasan dan kepemimpinan yang memberi manfaat bagi masyarakat serta Kabupaten Bandung Barat.

Ketua Umum Forum OSIS Bandung Barat Alvin Rachman Hartaman mengatakan kepemimpinan merupakan kebutuhan yang harus dipersiapkan sejak usia sekolah. Melalui organisasi, para pelajar memperoleh pengalaman memimpin, memperluas relasi, sekaligus menambah wawasan yang akan menjadi bekal pada masa mendatang.
“Kepemimpinan adalah keniscayaan. Melalui forum ini kita dapat memperluas relasi, menambah pengalaman, dan menambah ilmu agar lahir pemimpin-pemimpin muda di masa depan,” ujarnya.

Dewan Pembina Forum OSIS Bandung Barat Eka Sandi S. Subrata mengungkapkan kegiatan tahun ini menjadi regenerasi ke-12 sejak forum tersebut dibentuk. Menurutnya, keberlangsungan organisasi hingga lebih dari satu dekade menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan para pengurus lintas angkatan.
Ia menilai seluruh pengurus OSIS yang hadir merupakan aset masa depan Kabupaten Bandung Barat sehingga perlu terus dibimbing dan diberikan ruang berkembang. “Kami yakin forum ini adalah aset bagi Kabupaten Bandung Barat. Para peserta merupakan perwakilan dari ribuan pelajar di sekolah masing-masing. Mari terus berkarya dan jadilah pemimpin yang baik,” katanya.

Eka juga menyampaikan bahwa pembinaan kepemimpinan sebaiknya dilakukan secara berkelanjutan sejak jenjang pendidikan yang lebih awal. Karena itu, pihaknya menyambut baik rencana kolaborasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat untuk membentuk forum OSIS tingkat SMP.
Menurutnya, pengalaman pembinaan di salah satu madrasah tsanawiyah menunjukkan bahwa pembentukan karakter sejak SMP mampu memberikan dampak positif ketika siswa melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA dan kemudian aktif kembali dalam organisasi.

“Kami berharap kolaborasi ini dapat memperpanjang proses pendidikan karakter sejak SMP hingga SMA dan SMK. Semakin awal dibina, semakin kuat fondasi kepemimpinan generasi muda,” ujar Eka.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat Edy Syafrudin menyampaikan salam dari Bupati Bandung Barat yang berhalangan hadir karena agenda lain. Dalam sambutan tertulis Bupati yang dibacakannya, pemerintah daerah memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Student Council Leaders Summit 2.0.

Menurut Edy, kepemimpinan bukan hanya berkaitan dengan jabatan, melainkan kemampuan memberikan teladan, membangun kepercayaan, menghadirkan solusi, serta menggerakkan masyarakat menuju tujuan bersama.
Ia mengatakan generasi muda saat ini dituntut memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, mampu berkomunikasi, bekerja sama, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Kemampuan tersebut perlu dibentuk melalui proses belajar dan pengalaman berorganisasi.

“OSIS merupakan laboratorium kepemimpinan yang sangat berharga. Di sanalah siswa belajar menyusun program, memimpin rapat, menyelesaikan persoalan, membangun kerja sama, dan bertanggung jawab terhadap amanah yang diberikan,” kata Edy saat membacakan sambutan Bupati.
Ia juga mengajak seluruh peserta menjadi pelopor dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, inklusif, bebas dari penyalahgunaan narkoba, kekerasan, maupun berbagai perilaku negatif lainnya. Menurutnya, sekolah memerlukan agen perubahan yang mampu mengajak teman sebaya membangun budaya positif.
Dalam wawancara usai kegiatan, Edy menyatakan Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat mendukung penuh keberadaan Forum OSIS Bandung Barat. Bahkan, pihaknya berencana mengadopsi konsep serupa untuk jenjang SMP yang berada di bawah kewenangan dinas tersebut.

“Kami ingin memiliki forum OSIS tingkat SMP. Tentu kami akan belajar dari Forum OSIS Bandung Barat yang sudah berjalan baik. Mudah-mudahan ke depan lahir kolaborasi sehingga siswa SMP juga memiliki ruang untuk berkarya dan mengembangkan kemampuan organisasinya,” ujar Edy.
Eka menyambut positif rencana tersebut. Selain memperkuat pendidikan karakter sejak dini, kolaborasi dinilai dapat memperluas pembinaan kepemimpinan bagi pelajar negeri maupun swasta, termasuk madrasah tsanawiyah. Ia juga berharap ke depan Forum OSIS Bandung Barat dapat memiliki sekretariat tetap sebagai pusat koordinasi berbagai program pembinaan.

Student Council Leaders Summit 2.0 diikuti perwakilan OSIS dari berbagai sekolah, di antaranya SMAN 1 Cipatat, SMK Tarpan One, MA As Sakinah, dan MA Nurul Falah Cililin. Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti sesi diskusi, pemaparan materi, hingga interaksi antarsekolah yang bertujuan memperkuat jejaring organisasi pelajar.
Melalui forum ini, para peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang kepemimpinan, tetapi juga membangun karakter, integritas, semangat kolaborasi, dan kepedulian sosial. Nilai-nilai tersebut dipandang penting sebagai bekal bagi lahirnya generasi muda yang mampu memberikan kontribusi bagi kemajuan Kabupaten Bandung Barat pada masa mendatang. (nk)