Ngamprah, 15 Agustus 2026 Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sekretariat DPRD Kabupaten Bandung Barat mengajak aparatur dan masyarakat sekitar berpartisipasi dalam kegiatan donor darah untuk menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan bertema “Setetes Darah, Sejuta Harapan” itu mendapat dukungan Bank BJB dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bandung Barat.
Kegiatan berlangsung di lingkungan Sekretariat DPRD Kabupaten Bandung Barat, Kecamatan Ngamprah. Kantor DPRD KBB berada di kawasan Cijamil, Kecamatan Ngamprah.
Antusiasme warga terlihat dari jumlah peserta yang datang. Panitia semula menargetkan sekitar 40 hingga 50 pendonor. Dalam pelaksanaannya, jumlah pendaftar yang datang telah melampaui target, dengan lebih dari 86 orang tercatat mengikuti kegiatan. Dari peserta yang menjalani pemeriksaan, sebagian dinyatakan memenuhi persyaratan untuk mendonorkan darah.

Ketua DWP Sekretariat DPRD KBB, Wanti, mengatakan donor darah tersebut merupakan bagian dari program kerja tahunan organisasi, khususnya bidang sosial budaya. Menurut dia, kegiatan itu menjadi salah satu bentuk kontribusi DWP yang tidak hanya ditujukan bagi lingkungan internal Sekretariat DPRD, tetapi juga masyarakat di sekitarnya.
“Target kita 50 orang pendonor. Diharapkan itu terpenuhi. Ternyata alhamdulillah yang datangnya lebih dari 60 sekian. Mungkin 65-an sampai saat ini. Dan yang lolos itu ada 53,” kata Wanti saat ditemui dalam kegiatan tersebut.

Wanti mengatakan, jumlah peserta yang datang kemudian terus bertambah. Informasi mengenai kegiatan telah disebarluaskan sekitar dua pekan sebelumnya melalui media sosial sehingga masyarakat mengetahui adanya layanan donor darah tersebut.
Menurut Wanti, keterlibatan warga dari luar lingkungan Sekretariat DPRD menjadi hal yang menggembirakan. Ia berharap kegiatan sosial tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan darah, sekaligus menumbuhkan kebiasaan berbagi melalui donor darah.

“Jadi tidak hanya buat di internal, tapi juga buat masyarakat di sekitar. Masyarakat di luar Ngamprah ikut berkontribusi memberikan amal ibadah terbaik mereka melalui kegiatan donor darah,” ujarnya.
Selain donor darah, kegiatan tersebut diisi pemeriksaan kesehatan dan pemeriksaan mata gratis. Panitia juga menyediakan ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperkenalkan produk, antara lain herbal dan vitamin, kopi arabika, jus, serta buah-buahan. Suasana kegiatan turut diisi musik langsung.

Kehadiran UMKM membuat kegiatan memiliki ruang interaksi yang lebih luas antara penyelenggara dan masyarakat. Bagi pelaku usaha, kegiatan semacam itu juga dapat menjadi kesempatan memperkenalkan produk secara langsung kepada calon konsumen tanpa mengubah tujuan utama kegiatan, yakni pelayanan sosial.
Anggota DPRD Kabupaten Bandung Barat, Asep Miftah Sofwan, S.Ag., turut menjadi peserta donor. Asep mengatakan, donor darah menjadi pengalaman pertamanya. Setelah menjalani pemeriksaan dan dinyatakan memenuhi syarat, ia kemudian mengikuti proses donor.

“Jujur saja ini pertama kali saya tergerak hati untuk ikut donor dan alhamdulillah barusan sudah diperiksa kelayakan bisa donor atau tidaknya dan alhamdulillah saya dianggap layak untuk bisa donor hari ini,” kata Asep.
Ia berharap kegiatan donor darah dapat dilakukan secara berkala sehingga kontribusi terhadap ketersediaan darah bagi masyarakat tidak berhenti pada satu kegiatan.

“Harapannya kegiatan ini tidak hanya dilakukan hanya sekali tapi bisa dilakukan secara rutin, supaya ikut membantu terutama PMI dalam menyediakan stok darah yang diperlukan oleh masyarakat yang memerlukannya,” ujarnya.
Sekretaris DPRD Kabupaten Bandung Barat Ricky Riyadi juga menyampaikan apresiasi terhadap partisipasi pegawai dan warga sekitar. Menurut dia, informasi kegiatan tidak hanya ditujukan kepada ASN di lingkungan Sekretariat DPRD, tetapi juga masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi.

Ricky berharap kegiatan donor darah dapat menjadi bagian dari agenda sosial yang dilakukan secara berkala. Ia bahkan berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan setiap peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Bagi DWP Sekretariat DPRD KBB, keberlanjutan kegiatan menjadi salah satu perhatian. Wanti mengatakan pihaknya terbuka untuk menjadikan donor darah sebagai kegiatan tahunan, dengan tetap mempertimbangkan kondisi dan kemampuan penyelenggara. PMI juga mendorong agar kegiatan donor dapat dilakukan lebih sering.

Di tengah peringatan kemerdekaan, kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa kontribusi kepada masyarakat dapat dilakukan melalui tindakan yang sederhana dan terukur. Donor darah tidak membutuhkan banyak kata, tetapi membutuhkan kesediaan seseorang untuk berbagi sesuatu yang dibutuhkan orang lain.
Wanti berharap kegiatan sosial itu sekaligus memperkuat kebersamaan para pengurus DWP dan memperluas manfaat organisasi. “Harapannya satu, kita semua di sini tim kita, pengurus solid bersama semakin memperkokoh. Kemudian memberikan banyak kontribusi buat peningkatan kesejahteraan para istri ASN, dan juga memberi kontribusi kepada masyarakat di sekitar,” katanya.

Hingga sesi terakhir, pelaksanaan donor darah berlangsung dengan hasil yang melampaui target. Berkat kerja sama yang solid dari seluruh panitia, target 50 pendonor berhasil tercapai bahkan terlampaui. Tercatat sebanyak 86 orang mendaftar, baik melalui pendaftaran daring maupun luring. Setelah menjalani pemeriksaan kesehatan, sebanyak 72 orang dinyatakan sehat dan memenuhi syarat sebagai pendonor, sedangkan 14 orang belum dapat mendonorkan darah karena tidak memenuhi persyaratan kesehatan. Capaian tersebut menjadi gambaran tingginya kepedulian masyarakat terhadap kebutuhan darah dan keberhasilan panitia dalam mengajak publik berpartisipasi. Masyaallah, tabarakallah, sebuah capaian yang patut diapresiasi. (aq-nk)